Harga Mobil Listrik Chery Naik Mulai Februari 2026, Ini Sebabnya
Uptodai.com - Harga mobil listrik Chery naik secara resmi mulai awal Februari 2026 sebagai langkah antisipasi perusahaan terhadap dinamika pasar terbaru. Kebijakan ini muncul di tengah ketidakpastian regulasi mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik dari pemerintah Indonesia pada tahun ini.
PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengonfirmasi bahwa seluruh lini produk bertenaga baterai mereka mengalami penyesuaian banderol. Langkah ini diambil agar operasional bisnis tetap stabil meskipun dukungan subsidi dari pemerintah belum menemui titik terang yang pasti.
Vice Country Director PT CSI, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa harga baru tersebut sudah mulai berlaku saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 berlangsung. Pengunjung pameran otomotif tahunan tersebut kini akan menemui label harga yang telah disesuaikan dengan kondisi pasar terkini.
Dampak Ketidakpastian Insentif Kendaraan Listrik
Pemerintah hingga saat ini memang belum memberikan pernyataan resmi terkait perpanjangan atau skema baru insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Kondisi ini memaksa banyak produsen otomotif, termasuk Chery, untuk melakukan kalkulasi ulang terhadap harga jual produk mereka kepada konsumen luas.
Budi menyebutkan bahwa penyesuaian ini merupakan langkah strategis yang tidak bisa dihindari oleh pihak pabrikan demi menjaga keberlangsungan usaha. Tanpa adanya kejelasan subsidi, beban biaya produksi dan distribusi harus disesuaikan agar perusahaan tetap kompetitif di pasar domestik yang semakin ketat.
Pihak Chery terus memantau perkembangan regulasi sambil tetap berkomitmen menghadirkan teknologi ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Mereka berharap ada kebijakan yang lebih pasti agar adopsi kendaraan listrik di tanah air bisa terus meningkat secara signifikan.
Rincian Kenaikan Harga Chery Omoda E5
Salah satu model yang terdampak cukup signifikan dari kebijakan baru ini adalah Chery Omoda E5, yang menjadi andalan merek asal China tersebut. Model Chery Omoda E5 Pure kini mengalami kenaikan harga sebesar Rp 10 juta dibandingkan dengan periode penjualan tahun sebelumnya.
Sebagai gambaran, varian Omoda E5 Pure sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 369,9 juta on the road (OTR) Jakarta. Namun, setelah kebijakan penyesuaian ini berlaku, konsumen harus mengeluarkan dana sebesar Rp 379,9 juta untuk memboyong unit SUV listrik tersebut.
Meskipun demikian, Budi enggan merinci persentase kenaikan untuk model-model lainnya secara mendetail kepada awak media di lokasi pameran. Ia menekankan bahwa setiap model memiliki strategi harga yang berbeda-beda, tergantung pada posisi produk dan hasil analisis terhadap pergerakan kompetitor di kelas yang sama.
Proyeksi Pasar Otomotif Indonesia Tahun 2026
Kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh proyeksi pasar otomotif nasional yang diprediksi tidak akan tumbuh terlalu agresif sepanjang tahun 2026. Chery memperkirakan volume penjualan mobil secara nasional akan berada di angka yang cenderung stabil atau mirip dengan pencapaian tahun lalu.
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang, sebelumnya juga sempat memprediksi bahwa pasar otomotif Indonesia akan bertahan di kisaran 850 ribu unit. Angka ini menunjukkan bahwa industri masih berada dalam fase pemulihan di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Menghadapi situasi pasar yang menantang, Chery berkomitmen untuk tetap memaksimalkan setiap peluang penjualan yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia. Mereka kini lebih fokus memberikan layanan purna jual terbaik dan fitur teknologi unggulan untuk menjaga kepercayaan serta loyalitas konsumen setianya.
Strategi utama Chery saat ini adalah menjaring konsumen sebanyak-banyaknya melalui berbagai program promo menarik selama pameran IIMS 2026 berlangsung. Walaupun harga mengalami kenaikan, perusahaan optimis bahwa kualitas produk mereka tetap menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan masa depan.