Uptodai.com - Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) kembali bersiap digelar. Dyandra Promosindo, selaku penyelenggara, telah menetapkan target ambisius namun terukur. Pihaknya optimistis bahwa IIMS 2026 bidik transaksi Rp8 triliun, angka yang sama dengan capaian tahun sebelumnya, sebagai upaya menjaga stabilitas pasar otomotif domestik.

Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2026 hingga 15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Project Manager IIMS 2026, Rudi MF, menjelaskan bahwa target transaksi minimal Rp8 triliun ini mencakup seluruh segmen, mulai dari penjualan mobil, motor, hingga industri pendukung lainnya.

Optimisme di Tengah Tantangan Pasar Otomotif

Penetapan target Rp8 triliun ini didasarkan pada realisasi yang sukses dicatatkan selama penyelenggaraan IIMS 2025. Pada pameran tahun sebelumnya, yang berlangsung selama 11 hari, total transaksi mencapai Rp8 triliun, didukung oleh raihan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 22.322 unit.

Target yang moderat ini menjadi penting mengingat kondisi pasar otomotif nasional yang sempat mengalami koreksi pada tahun 2025. Data menunjukkan volume penjualan mobil secara wholesales (dari pabrik ke dealer) sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat 803.687 unit, turun 7,2% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode 2024.

Sementara itu, penjualan ritel (dari dealer ke konsumen) juga membukukan penurunan. Angka penjualan ritel tercatat 833.692 unit, terkoreksi 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, IIMS 2026 diharapkan dapat menjadi katalisator yang kuat untuk mendongkrak kembali pasar otomotif di awal tahun.

Ekspansi Besar-besaran, Fasilitasi Lebih Banyak Merek

Untuk mencapai target transaksi yang stabil tersebut, penyelenggara melakukan ekspansi area pameran secara signifikan. Total area IIMS 2026 diperluas menjadi sekitar 156.170 meter persegi, meningkat tajam dibandingkan capaian 133.547 meter persegi pada IIMS 2025.

Perluasan ini memungkinkan IIMS 2026 mengakomodasi lebih banyak peserta dan menghadirkan ragam produk yang semakin luas. Area Grand Hall, misalnya, kini dimanfaatkan sepenuhnya untuk menampung merek aksesoris, anggota Perhimpunan Pengusaha Aksesoris Mobil Indonesia (PAHAMI), serta pelaku industri pendukung lainnya.

Selain itu, kawasan Gambir Expo hingga area danau disiapkan sebagai zona khusus yang menarik. Area ini akan menjadi lokasi Indonesia Boating Gathering (IBG), menambah dimensi baru dalam pameran otomotif yang biasanya berfokus pada kendaraan darat.

Daya Tarik Merek Global dan Pendatang Baru China

Penataan produk juga diatur ulang demi efisiensi dan kenyamanan pengunjung. Segmen kendaraan roda empat direncanakan menempati area strategis hingga Hall C3, sedangkan kendaraan roda dua mendapatkan lokasi khusus di Hall C1 hingga C2.

Peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu kunci optimisme Dyandra Promosindo. Jumlah merek mobil yang berpartisipasi meningkat dari 32 pada 2025 menjadi 35 merek pada 2026. Merek motor juga mengalami kenaikan, dari 24 menjadi 26 merek.

Merek-merek tradisional seperti Toyota, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi tetap menjadi daya tarik utama. Namun, sorotan juga tertuju pada kehadiran sejumlah pabrikan baru asal China yang semakin agresif. Beberapa di antaranya meliputi Changan, iCar, Lepas, hingga Geely yang siap memamerkan teknologi kendaraan energi baru mereka.

Penyelenggara memastikan bahwa seluruh area pameran kini semakin terisi penuh. Dengan komposisi peserta yang semakin beragam dan area yang lebih luas, IIMS 2026 diposisikan tidak hanya sebagai ajang transaksi, tetapi juga sebagai barometer tren industri otomotif di awal tahun.