Uptodai.com - Indonesia masuk urutan kedua sebagai negara dengan subsidi BBM terbesar di dunia menurut laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) tahun 2024. Kebijakan ini diambil pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak global yang seringkali tidak menentu. Meskipun bertujuan mulia, besarnya angka subsidi ini menjadi beban yang cukup berat bagi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berdasarkan data yang dihimpun dari unggahan akun Instagram Goodstats, tercatat ada 28 negara yang masih memberikan dukungan finansial masif untuk sektor bahan bakar. Langkah ini biasanya dilakukan oleh negara-negara produsen minyak untuk memastikan energi tetap terjangkau bagi rakyatnya. Namun, posisi Indonesia yang berada di peringkat atas menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap intervensi harga energi domestik.

Daftar Negara dengan Subsidi BBM Terbesar secara Global

Iran menduduki posisi puncak sebagai negara pemberi subsidi bahan bakar paling besar secara global sepanjang tahun 2024. Negeri Para Mullah tersebut menggelontorkan dana hingga 35,81 miliar dolar AS atau setara dengan Rp605,9 triliun dengan asumsi kurs saat ini. Angka fantastis ini mencerminkan kebijakan Iran yang ingin memanjakan rakyatnya dengan harga energi yang sangat murah karena status mereka sebagai produsen minyak mentah dunia.

Indonesia menyusul di peringkat kedua dengan total alokasi dana subsidi mencapai 12,67 miliar dolar AS. Jika dikonversi ke mata uang rupiah, nilai tersebut menyentuh angka sekitar Rp214,38 triliun dalam satu tahun anggaran. Posisi ini bahkan melampaui negara eksportir minyak raksasa seperti Arab Saudi yang berada di urutan ketiga dalam daftar tersebut.

Arab Saudi sendiri tercatat memberikan subsidi sebesar 12,26 miliar dolar AS untuk kebutuhan bahan bakar domestik mereka. Sementara itu, Rusia menempati urutan keempat dengan nilai 12,09 miliar dolar AS, diikuti oleh Mesir di posisi kelima dengan total 10,63 miliar dolar AS. Kelima negara ini menjadi pemain utama dalam menjaga stabilitas harga energi melalui suntikan dana pemerintah yang luar biasa besar.

Tantangan Distribusi dan Beban Anggaran Negara

Pemerintah Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar karena distribusi subsidi BBM seringkali dianggap tidak tepat sasaran. Laporan internal menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen penikmat subsidi justru berasal dari kalangan masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan efektivitas penggunaan anggaran negara yang seharusnya bisa dialokasikan untuk sektor produktif lainnya.

Menanggapi masalah tersebut, Kementerian ESDM bersama Pertamina mulai memperketat aturan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Masyarakat kini wajib mendaftarkan data kendaraan mereka melalui platform digital untuk mendapatkan akses bahan bakar dengan kuota terbatas. Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu menekan angka kebocoran subsidi dan memastikan bantuan hanya diterima oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain masalah ketepatan sasaran, kenaikan harga minyak dunia juga terus membayangi kestabilan fiskal nasional setiap bulannya. Jika harga minyak mentah internasional melonjak, maka beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah akan ikut membengkak secara otomatis. Oleh karena itu, pemerintah mulai mendorong program transisi energi dan penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada fosil.

Rincian 10 Negara Pemberi Subsidi BBM Terbesar 2024

Berikut adalah daftar lengkap sepuluh negara yang mengalokasikan anggaran terbesar untuk subsidi bahan bakar menurut data IEA tahun 2024:

1. Iran – 35,81 miliar dolar AS
2. Indonesia – 12,67 miliar dolar AS
3. Arab Saudi – 12,26 miliar dolar AS
4. Rusia – 12,09 miliar dolar AS
5. Mesir – 10,63 miliar dolar AS
6. Venezuela – 9,8 miliar dolar AS
7. Aljazair – 8,5 miliar dolar AS
8. Libya – 7,2 miliar dolar AS
9. Kazakhstan – 6,4 miliar dolar AS
10. Turkmenistan – 5,9 miliar dolar AS

Melihat daftar tersebut, terlihat jelas bahwa Indonesia bersaing ketat dengan negara-negara kaya minyak dalam hal pemberian subsidi energi. Pemerintah kini dituntut untuk lebih kreatif dan tegas dalam mengelola kebijakan energi agar tidak mengganggu kesehatan APBN di masa mendatang. Pengawasan ketat di setiap SPBU menjadi kunci utama agar Indonesia subsidi BBM terbesar di dunia ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat kecil.