Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Ke-9: Api Belum Padam Total
Uptodai.com - Upaya penanganan musibah kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini telah memasuki hari kesembilan. Hingga saat ini, sekitar 30 persen dari total luas lahan 15 hektare yang terbakar masih menyisakan kepulan asap tebal. Petugas gabungan terus bersiaga di lokasi untuk melakukan proses pendinginan dan memutus potensi titik api baru.
Hambatan terbesar yang dihadapi oleh tim di lapangan adalah tiupan angin yang sangat kencang, terutama sejak pagi hingga malam hari. Kondisi ini membuat asap pekat mengarah ke pemukiman warga dan memicu munculnya bara api baru di tumpukan sampah yang mengandung gas metan. Untuk mengatasinya, sebanyak lima unit helikopter water bombing milik BNPB dikerahkan guna melakukan penyiraman dari udara.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan Warga Sekitar
Kebakaran hebat di tempat pembuangan akhir ini tidak hanya mengganggu aktivitas pemadaman, tetapi juga mulai berdampak pada kesehatan warga sekitar. Paparan asap pekat yang membawa partikel berbahaya memicu kekhawatiran terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pemerintah daerah setempat dilaporkan telah mendirikan posko kesehatan darurat guna memberikan pengobatan gratis bagi warga terdampak.
Selain itu, para petugas pemadam kebakaran juga harus ekstra waspada terhadap potensi ledakan gas metan yang tertimbun di bawah gunungan sampah. Struktur tumpukan sampah yang labil dan rentan longsor menjadi tantangan tersendiri bagi personel darat yang merangsek ke titik pusat api. Koordinasi intensif antara BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni terus diperkuat demi menjaga keselamatan seluruh tim evakuasi.
Langkah Antisipasi Pemkab Tangerang
Guna mengantisipasi penumpukan sampah di wilayah perkotaan, Pemkab Tangerang bergerak cepat dengan menyiapkan lahan darurat seluas dua hektare. Lahan sementara ini difungsikan untuk menampung sekitar 1.200 ton sampah harian yang biasanya dibuang ke TPA Jatiwaringin. Penjabat Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, memastikan bahwa proses pengangkutan sampah dari pemukiman warga tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Nantinya, setelah situasi darurat ini berhasil diatasi sepenuhnya, lahan sementara tersebut akan dibersihkan kembali seperti sedia kala. Pemerintah daerah juga berencana mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang mengatasi masalah sampah di Tangerang. Langkah strategis ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana serupa di masa mendatang.