Uptodai.com - Marc Marquez MotoGP Thailand 2026 menjadi sorotan utama setelah sang juara bertahan memberikan pengakuan mengejutkan usai sesi Practice di Sirkuit Chang International. Pembalap andalan Ducati Lenovo Team tersebut harus mengakui keunggulan Marco Bezzecchi yang tampil luar biasa dominan sepanjang hari Jumat. Bezzecchi yang kini membela Aprilia Racing sukses mencatatkan waktu tercepat dan meninggalkan rival-rivalnya dengan selisih yang cukup signifikan.

Sesi latihan di Buriram ini memperlihatkan dinamika yang menarik antara motor Ducati dan Aprilia di lintasan Asia. Marc Marquez mengakhiri sesi di posisi kedua, namun ia tertinggal lebih dari 0,421 detik dari Bezzecchi. Pembalap asal Italia tersebut membukukan waktu putaran terbaik 1 menit 28,526 detik yang sulit dipatahkan oleh pembalap lain hingga sesi berakhir.

Hasil ini tergolong tidak terduga bagi banyak pihak mengingat status Marquez sebagai favorit kuat juara dunia musim ini. Setelah meraih gelar juara tahun lalu, performa Marquez di Thailand diharapkan bisa langsung meledak sejak hari pertama. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ia masih menghadapi kendala teknis yang cukup krusial untuk menaklukkan Sirkuit Chang.

Kendala Fisik dan Adaptasi Aerodinamika Marc Marquez

Marc Marquez mengungkapkan bahwa dirinya masih dalam proses adaptasi dengan karakter motor Ducati spesifikasi terbaru musim ini. Meskipun ia memacu mesin motor paling gres, Marquez justru memilih untuk menggunakan paket aerodinamika spesifikasi 2024. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan teknis yang mendalam terkait kondisi fisiknya saat ini.

Pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut masih berupaya menjaga kondisi bahu kanannya yang sempat mengalami cedera serius. Cedera tersebut ia dapatkan setelah mengalami kecelakaan hebat pada seri Indonesian Grand Prix di Sirkuit Mandalika, Oktober tahun lalu. Penggunaan paket aerodinamika lama dianggap lebih ramah terhadap beban fisik bahu saat melibas tikungan-tikungan tajam di Buriram.

Konfigurasi motor yang lebih “jinak” ini memang memberikan kenyamanan lebih bagi Marquez, namun harus dibayar dengan hilangnya performa maksimal. Ia mengakui bahwa saat ini dirinya belum bisa mengendarai motor secara otomatis atau mengandalkan insting sepenuhnya. Hal ini membuat Marquez harus bekerja ekstra keras dalam setiap putaran untuk tetap berada di barisan depan.

Dominasi Marco Bezzecchi dan Kekuatan Aprilia Racing

Di sisi lain, Marco Bezzecchi Aprilia Racing menunjukkan potensi besar yang bisa mengancam dominasi Ducati di seri kali ini. Marquez sendiri memuji bagaimana murid Valentino Rossi tersebut mampu menyatu dengan motor RS-GP miliknya dengan sangat baik. Menurutnya, kombinasi antara gaya balap Bezzecchi dan karakter motor Aprilia sangat cocok dengan kondisi aspal di Thailand.

Pembalap asal Spanyol itu menilai bahwa Aprilia memiliki keunggulan dalam memaksimalkan daya cengkeram ban di sirkuit ini. Bezzecchi terlihat sangat stabil saat melakukan pengereman keras dan memiliki kecepatan keluar tikungan yang sangat mumpuni. Hal inilah yang membuat jarak waktu antara Bezzecchi dan pembalap lainnya menjadi sangat lebar pada sesi Practice.

Marquez menegaskan bahwa ia perlu meningkatkan level permainannya jika ingin bersaing memperebutkan pole position di sesi kualifikasi nanti. Ia terus melakukan evaluasi bersama tim mekanik untuk mencari celah di mana ia bisa memangkas waktu. Fokus utamanya adalah memperbaiki gaya balap agar lebih efisien dan tidak terlalu menguras tenaga di bagian bahu.

Drama Cuaca dan Strategi Ban di Sirkuit Chang

Jalannya sesi Practice MotoGP Thailand 2026 juga diwarnai dengan ketegangan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Menjelang akhir sesi, rintik hujan mulai turun di beberapa sektor lintasan yang memaksa para pembalap segera melakukan time attack. Situasi ini membuat persaingan memperebutkan posisi 10 besar untuk tiket langsung ke Q2 menjadi sangat dramatis.

Tim Ducati Lenovo sempat mengambil risiko dengan membiarkan Marquez memulai sesi menggunakan ban belakang kompon medium. Strategi ini awalnya membuat posisi Marquez melorot hingga ke luar sepuluh besar karena kesulitan mendapatkan kecepatan instan. Beruntung, pada percobaan terakhir dengan ban lunak, ia berhasil memperbaiki catatan waktunya tepat sebelum hujan turun lebih deras.

Keberhasilan Marquez mengamankan posisi kedua memberikan sedikit napas lega bagi timnya untuk menghadapi hari Sabtu. Meskipun Bezzecchi terlihat sangat kuat, Marquez tetap optimis bahwa data yang dikumpulkan hari ini akan sangat berguna. Persaingan di Buriram diprediksi akan semakin panas, terutama jika kondisi cuaca kembali berubah saat balapan utama berlangsung.