Uptodai.com - Dinamika persaingan di pasar kendaraan listrik global terus memanas, mendorong pabrikan otomotif tradisional untuk mencari cara tercepat dan paling efisien dalam meluncurkan produk baru. Dalam langkah strategis yang cukup mengejutkan, Mitsubishi rilis mobil listrik Foxconn, menandai kolaborasi yang memanfaatkan keahlian manufaktur raksasa teknologi tersebut.

Keputusan ini diambil demi mempercepat kehadiran model-model elektrifikasi di berbagai pasar utama, termasuk Australia. Sebelumnya, Mitsubishi telah memperkuat fondasi EV-nya di Amerika Serikat melalui kemitraan dengan Nissan, namun untuk pasar di kawasan Pasifik, pabrikan berlogo tiga berlian ini memilih jalur yang berbeda dan lebih inovatif.

Aliansi Strategis dengan Raksasa Teknologi

Untuk proyek pengembangan hatchback listrik terbarunya, Mitsubishi menunjuk Foxtron sebagai mitra utama. Foxtron sendiri merupakan divisi otomotif dari Foxconn, perusahaan manufaktur asal Taiwan yang dikenal luas sebagai perakit utama perangkat iPhone dan berbagai gawai elektronik canggih lainnya.

Kemitraan ini menunjukkan tren baru di mana perusahaan teknologi besar mulai memasuki industri otomotif, tidak hanya sebagai penyedia perangkat lunak, tetapi juga sebagai penyedia platform dan layanan manufaktur kendaraan listrik. Foxtron menawarkan kapabilitas produksi massal yang sangat efisien, sebuah keunggulan yang dicari oleh banyak pabrikan mobil yang ingin memangkas biaya pengembangan.

Mengapa Mitsubishi Rilis Mobil Listrik Foxconn Memilih Platform Bria?

Laporan yang beredar luas di kalangan industri mengindikasikan bahwa hatchback listrik Mitsubishi mendatang akan sangat bergantung pada platform Foxtron Bria. Mobil ini diperkirakan akan menggunakan perangkat keras yang identik, termasuk sistem penggerak listrik dan komponen struktural utama lainnya.

Strategi ini memungkinkan Mitsubishi untuk memotong waktu pengembangan secara signifikan, dari yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun menjadi hanya hitungan bulan. Selain itu, penggunaan platform yang sudah matang dari Foxtron membantu menekan biaya riset dan pengembangan (R&D) yang biasanya sangat tinggi dalam proyek kendaraan listrik.

Platform Foxtron Bria dirancang sebagai basis hatchback listrik berperforma tinggi. Untuk versi standar, mobil ini ditenagai oleh motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang (RWD) dengan output daya puncak mencapai 220 tenaga kuda.

Sementara itu, bagi konsumen yang menginginkan performa lebih agresif, tersedia varian penggerak semua roda (AWD). Varian AWD ini mampu menghasilkan output hingga 400 tenaga kuda. Dengan tenaga sebesar itu, mobil ini diklaim sanggup berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 3,9 detik, angka yang sangat impresif untuk mobil di segmennya.

Daya Jelajah dan Teknologi Pengisian Cepat

Dari sisi energi, kedua varian Bria ini dibekali dengan paket baterai berkapasitas 57,5 kWh. Berdasarkan standar pengujian NEDC (New European Driving Cycle), jarak tempuhnya diklaim dapat mencapai sekitar 516 km dalam sekali pengisian penuh.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa angka NEDC cenderung lebih optimis. Jarak tempuh aktual yang diuji menggunakan standar yang lebih realistis, seperti EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat, kemungkinan besar akan sedikit lebih rendah saat digunakan dalam kondisi berkendara sehari-hari.

Urusan pengisian daya juga menjadi nilai jual utama dari mobil listrik hasil kolaborasi ini. Hatchback listrik berbasis Foxtron Bria mendukung teknologi pengisian cepat (DC fast charging) dengan daya maksimal 134 kW. Dengan kemampuan ini, baterai dapat diisi ulang dari level 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Meskipun mengadopsi basis teknis dari Foxtron Bria, Mitsubishi dipastikan akan tetap mempertahankan identitas desain khasnya. Pabrikan asal Jepang ini diperkirakan akan memberikan sentuhan eksterior dan interior yang unik, memastikan bahwa mobil listrik ini tetap memiliki DNA Mitsubishi yang kuat di mata konsumen global.