Neta Pastikan Suku Cadang Aman, Jaringan Bengkel Tetap Beroperasi
Uptodai.com - Kekhawatiran konsumen terhadap kelangsungan bisnis pabrikan mobil listrik asal China, Neta, di Indonesia akhirnya terjawab. Neta pastikan suku cadang aman dan layanan purna jual tetap berjalan optimal meskipun perusahaan induk sedang menghadapi tantangan internal. Kepastian ini disampaikan langsung oleh manajemen Neta Auto Indonesia (NAI) untuk menepis rumor yang beredar luas di pasar otomotif nasional.
Muhamad Irvan Mustofa, Marketing Head NAI, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada keputusan resmi dari prinsipal mengenai penutupan atau shutdown bisnis di Indonesia. Ia menekankan bahwa perjalanan Neta untuk masuk ke industri otomotif nasional sejak 2023 bukanlah hal mudah, sehingga mereka tidak akan dengan gampang meninggalkan pasar yang sudah dirintis ini.
Dampak Restrukturisasi Hozon Auto dan Komitmen Bisnis
Irvan mengakui bahwa operasional Neta Indonesia saat ini memang terdampak oleh kondisi yang tengah dihadapi oleh perusahaan induk mereka, Hozon Auto. Proses restrukturisasi yang sedang berlangsung di tingkat global turut memengaruhi strategi dan kecepatan bisnis di pasar domestik.
Meskipun demikian, Neta berharap proses internal tersebut dapat segera rampung, memungkinkan mereka untuk segera menata kembali strategi bisnis di Indonesia. Komitmen utama Neta saat ini adalah menjaga kepercayaan konsumen yang sudah memilih produk mereka.
Jaringan Bengkel Neta Beroperasi dan Ketersediaan Spare Part
Terkait dengan layanan purna jual, Irvan menjamin bahwa jaringan bengkel mitra Neta tetap beroperasi penuh untuk melayani semua produk yang sudah beredar di jalanan. Hal ini termasuk memastikan ketersediaan suku cadang vital agar kendaraan konsumen dapat dirawat tanpa kendala berarti.
Neta secara aktif terus melakukan penguatan di sektor after sales, yang menjadi fokus utama menjelang kuartal kedua tahun ini. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan kualitas layanan, terlepas dari isu yang menerpa perusahaan induk.
Manajemen menegaskan bahwa mereka tidak ingin konsumen merasa khawatir mengenai perawatan kendaraan listrik Neta. Semua mitra bengkel telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik, sejalan dengan janji awal Neta saat pertama kali memasuki pasar Indonesia.
Strategi Penjualan di Tengah Transisi
Dalam hal penjualan, Neta saat ini masih membuka keran pemesanan, namun dengan fokus yang sedikit bergeser. Sebagian besar pembelian saat ini didominasi oleh segmen fleet atau armada, terutama untuk perusahaan layanan ride hailing yang membutuhkan unit dalam jumlah besar.
Sementara itu, untuk pembelian retail atau perorangan, konsumen akan diarahkan ke dealer-dealer lama yang masih memiliki stok unit. Strategi ini bersifat sementara sambil menunggu proses restrukturisasi selesai dan Neta dapat meluncurkan strategi pemasaran yang diperbarui.
Manajemen berharap restrukturisasi yang lancar akan diikuti dengan pembaruan strategi bisnis secara menyeluruh. Hal ini mencakup pembaruan tampilan dan kemungkinan peluncuran model-model baru Neta di Indonesia pada masa mendatang, memperkuat posisi mereka di segmen mobil listrik.
Data penjualan Neta di tahun 2025 menunjukkan angka retail sales sebanyak 406 unit dan wholesales sebanyak 657 unit. Angka ini memang terkoreksi sedikit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana Neta mencatatkan 570 unit retail sales dan 607 unit wholesales.
Meskipun terjadi sedikit penurunan pada penjualan retail, peningkatan signifikan pada angka wholesales menunjukkan adanya pergerakan unit yang cukup kuat ke tangan distributor atau perusahaan besar. Hal ini mengindikasikan bahwa fondasi bisnis Neta di segmen B2B masih cukup solid dan menjanjikan.