Uptodai.com - Pangsa pasar baterai mobil listrik China kini resmi berada di bawah kendali penuh Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Perusahaan raksasa asal Negeri Tirai Bambu tersebut berhasil mencatatkan pencapaian historis dengan menguasai lebih dari separuh pasar domestik pada awal tahun 2026. Lonjakan ini menegaskan posisi CATL sebagai pemimpin yang sulit tergoyahkan oleh para kompetitornya.

Berdasarkan data terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA), CATL mengamankan angka 50,1 persen untuk total produksi baterai selama kuartal pertama tahun ini. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat cengkeraman mereka di pusat industri kendaraan listrik dunia.

Pertumbuhan Produksi di Tengah Dinamika Pasar

Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu, mengungkapkan bahwa total volume produksi baterai kendaraan listrik di China menyentuh angka 310 GWh. Data ini diambil dari akumulasi produksi selama dua bulan pertama pada tahun 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan kenaikan sebesar 22 persen jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Meskipun angka produksi meningkat, pasar tetap menghadapi dinamika yang cukup menantang bagi para produsen. Laporan dari Carnewschina menyebutkan bahwa jumlah pemasangan baterai untuk kendaraan energi baru (NEV) mencapai 370.000 unit pada Februari 2026. Angka tersebut mencakup berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang hingga armada angkutan berat.

Secara lebih rinci, distribusi pemasangan baterai ini terdiri dari 236.000 unit untuk mobil listrik murni (BEV) dan 100.000 unit plug-in hybrid (PHEV). Sementara itu, sektor truk listrik menyumbang sekitar 27.000 unit dari total pemasangan tersebut. Namun, beberapa segmen justru mengalami penurunan permintaan yang cukup terasa bagi industri.

Dampak Penghapusan Subsidi Pemerintah

Penurunan permintaan di sejumlah lini kendaraan listrik disinyalir terjadi akibat kebijakan fiskal terbaru dari pemerintah China. Otoritas setempat mulai menghapus subsidi secara bertahap yang selama ini menjadi stimulus utama pembelian kendaraan ramah lingkungan. Kondisi ini memaksa konsumen dan produsen untuk mulai beradaptasi dengan harga pasar yang lebih organik.

Kendati demikian, CATL tetap mampu mempertahankan performa puncaknya berkat keunggulan teknologi yang mereka miliki. Perusahaan ini sangat mendominasi pada segmen baterai ternary NMC (Nickel Manganese Cobalt) dengan pangsa pasar mencapai 81,6 persen. Dominasi mutlak ini terjadi karena para pesaing mulai mengalihkan fokus mereka ke jenis baterai lain.

Salah satu pesaing terberat, BYD, kini memilih untuk beralih sepenuhnya menggunakan teknologi baterai lithium iron phosphate (LFP). Langkah strategis BYD ini memberikan ruang yang sangat luas bagi CATL untuk memimpin di segmen NMC. Namun, CATL tidak lantas membiarkan segmen LFP dikuasai oleh pihak lain begitu saja.

Strategi Diversifikasi Teknologi Baterai CATL

CATL terus memperkuat taringnya di pasar baterai LFP yang dikenal lebih ekonomis dan memiliki daya tahan lama. Pada kuartal pertama 2026, pangsa pasar LFP milik perusahaan ini melonjak hingga menyentuh angka 41 persen. Angka ini merupakan level tertinggi yang pernah dicapai CATL dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi diversifikasi teknologi yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil yang manis. Mereka tidak hanya bergantung pada satu jenis kimia baterai untuk memenangkan persaingan. Kemampuan CATL dalam menyediakan berbagai solusi energi menjadikannya pilihan utama bagi banyak produsen otomotif global.

Dari sisi spesifikasi teknis, standar industri baterai di China juga terus mengalami peningkatan kualitas. Sekitar 15 persen dari total baterai yang beredar saat ini memiliki kepadatan energi di atas 160 Wh/kg. Teknologi ini memungkinkan kendaraan listrik menempuh jarak yang lebih jauh dengan bobot baterai yang tetap efisien.

Meski begitu, mayoritas kendaraan listrik yang beroperasi saat ini masih menggunakan baterai dengan rentang kepadatan 125 hingga 160 Wh/kg. Standar ini dianggap paling ideal untuk menyeimbangkan antara biaya produksi dan performa kendaraan harian. Dengan penguasaan pasar yang dominan, CATL diprediksi akan terus mendikte arah perkembangan teknologi energi masa depan.