Pendapatan Melejit, Xiaomi Guyur Bonus Ratusan Miliar ke Diler Jelang Tahun Baru
Uptodai.com - Kinerja bisnis otomotif Xiaomi kembali mencuri perhatian. Menjelang akhir tahun, perusahaan teknologi asal China ini membagikan bonus tunai bernilai ratusan miliar rupiah kepada para diler mobilnya di seluruh negeri. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pendapatan Xiaomi Auto tengah berada dalam tren menanjak.
Berdasarkan laporan CarNewsChina, Xiaomi menyalurkan subsidi finansial lebih dari 100 juta yuan, atau setara Rp238,4 miliar, tanpa syarat khusus. Menariknya, dana tersebut diberikan langsung kepada diler sebagai bentuk apresiasi, bukan sebagai insentif berbasis target penjualan.
Secara rinci, setiap toko yang dibangun sepanjang 2024 menerima bonus sebesar 100.000 yuan atau sekitar Rp238,4 juta. Sementara itu, diler yang membangun toko baru sebelum 15 Desember 2025 memperoleh subsidi lebih besar, yakni 500.000 yuan per toko, setara Rp1,2 miliar.
Sumber internal menyebutkan bahwa dana tersebut diberikan dalam bentuk “amplop merah” atau bonus tunai, sebuah tradisi yang lazim digunakan di China sebagai simbol penghargaan dan keberuntungan. Momentum pembagian bonus pun dipilih menjelang Tahun Baru pada 31 Desember, sehingga memiliki nilai emosional bagi para mitra penjualan.
Bahkan, beberapa diler dilaporkan menerima “amplop merah” dengan nilai yang sangat besar. Total bonus yang diterima oleh sejumlah diler disebut menembus 4 juta yuan, atau sekitar Rp9,5 miliar. Angka ini mencerminkan besarnya komitmen Xiaomi dalam menjaga hubungan jangka panjang dengan jaringan distribusinya.
Di sisi lain, pengamat industri menilai kebijakan ini tidak datang secara tiba-tiba. Sebaliknya, pembagian subsidi besar-besaran tersebut dipicu oleh pesatnya ekspansi saluran penjualan otomotif Xiaomi, yang berjalan beriringan dengan peningkatan volume penjualan kendaraan listrik perusahaan.
Hingga akhir November, Xiaomi Auto tercatat memiliki 441 toko yang tersebar di 131 kota di China. Selain itu, terdapat 249 outlet layanan yang menjangkau 144 kota, memperkuat ekosistem purnajual yang menjadi salah satu faktor penting dalam industri otomotif.
Dalam tiga bulan terakhir saja, pertumbuhan jaringan ritel Xiaomi terbilang agresif. Pada September, perusahaan menambah 32 toko baru, disusul 22 toko pada Oktober, dan 17 toko pada November. Dengan demikian, total penambahan mencapai 71 toko hanya dalam satu kuartal.
Tak berhenti di situ, Xiaomi juga menargetkan pembukaan 36 toko tambahan pada Desember yang mencakup tujuh kota baru. Strategi ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mendekatkan produk ke konsumen.
Sebagai catatan, Xiaomi resmi terjun ke industri otomotif pada Maret 2021. Kini, lebih dari empat tahun berselang, perusahaan tersebut telah meluncurkan dua model kendaraan listrik, yakni sedan Xiaomi SU7 dan SUV Xiaomi YU7. Kedua model ini menjadi tulang punggung penjualan Xiaomi Auto di pasar domestik.
Pencapaian Xiaomi juga tercermin dari sisi produksi. Pada 20 November, perusahaan mengumumkan bahwa unit kendaraan ke-500.000 telah keluar dari jalur perakitan. Proses ini hanya memakan waktu sekitar satu tahun tujuh bulan, sebuah catatan yang terbilang cepat untuk pemain baru di industri otomotif.
Dari sisi keuangan, performa Xiaomi Auto pun kian solid. Pendapatan dari bisnis kendaraan listrik mencapai 4,10 miliar dolar AS, atau sekitar Rp68,8 triliun, pada kuartal ketiga tahun ini. Angka tersebut menjadi salah satu pendorong utama kemampuan perusahaan membagikan bonus besar kepada diler.
Sepanjang 11 bulan pertama tahun ini, penjualan kumulatif Xiaomi Auto tercatat mencapai 361.600 unit. Dari jumlah tersebut, Xiaomi SU7 menyumbang sekitar 247.000 unit, sementara Xiaomi YU7 berkontribusi 114.600 unit.
Jika ditelusuri lebih jauh, tren penjualan bulanan Xiaomi menunjukkan peningkatan bertahap. Penjualan sempat berada di kisaran 20.000 unit, kemudian naik ke 25.000 unit, dan sejak awal 2025 hingga November melonjak menjadi lebih dari 45.000 unit per bulan.
Dengan kombinasi pertumbuhan penjualan, ekspansi jaringan toko, serta apresiasi besar kepada diler, Xiaomi tampaknya tengah membangun fondasi jangka panjang di industri kendaraan listrik. Pembagian bonus ratusan miliar rupiah ini bukan sekadar strategi jangka pendek, melainkan cerminan kepercayaan diri perusahaan terhadap masa depan bisnis otomotifnya.