Uptodai.com - Vice President PT TAM Henry Tanoto pensiun secara resmi mulai 1 April 2026 mendatang setelah mengabdi selama lebih dari satu dekade di puncak kepemimpinan. Langkah ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Henry yang telah membawa Toyota mempertahankan dominasi pasar otomotif nasional di tengah persaingan yang kian ketat.

Sosok pria kelahiran Jakarta, 2 November 1970 ini telah menakhodai PT Toyota-Astra Motor (TAM) selama kurang lebih 11 tahun. Henry pertama kali menduduki kursi Vice President Director pada 16 November 2015 silam untuk menggantikan posisi Suparno Djasmin. Pengalamannya yang matang di dunia otomotif menjadi pilar penting bagi stabilitas bisnis Toyota di Indonesia.

Henry Tanoto merupakan lulusan Teknik Mesin Universitas Trisakti yang kemudian melanjutkan studi Master of Commerce di University of Melbourne. Ia merintis karirnya di lingkungan TAM sejak tahun 1995. Dedikasi panjang selama puluhan tahun tersebut menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan industri kendaraan roda empat di tanah air.

Jap Ernando Demily Resmi Ditunjuk Sebagai Pengganti

Tongkat estafet kepemimpinan pasca Vice President PT TAM Henry Tanoto pensiun akan beralih kepada Jap Ernando Demily. Saat ini, Ernando masih mengemban amanah sebagai Marketing Director di perusahaan yang sama. Penunjukan ini mempertegas kepercayaan grup terhadap talenta internal yang memiliki rekam jejak cemerlang di berbagai lini bisnis Astra.

Ernando sendiri baru menduduki jabatan Marketing Director PT TAM pada Maret 2025 lalu. Kala itu, ia menggantikan Anton Jimmy Suwandy yang berpindah tugas menjadi CEO Auto2000. Meski baru setahun di posisi direktur pemasaran, pengalaman lintas merek yang ia miliki menjadi modal kuat untuk memimpin TAM ke depan.

Keputusan penunjukan ini kabarnya telah melalui pertimbangan matang di level manajemen puncak. Ernando dinilai memiliki visi yang sejalan dengan transformasi Toyota menuju perusahaan mobilitas. Ia diharapkan mampu membawa inovasi baru, terutama dalam menghadapi era elektrifikasi kendaraan yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Rekam Jejak Panjang Jap Ernando Demily di Astra Group

Perjalanan karir Jap Ernando Demily di lingkungan Astra Group bermula pada tahun 2000 sebagai seorang management trainee. Menariknya, ia sempat meminta penempatan di Surabaya karena alasan keluarga meskipun awalnya diproyeksikan masuk ke divisi Product Planning PT TAM. Permintaan tersebut membawanya memulai petualangan profesional di brand Daihatsu.

Lulusan Universitas Kristen Petra Surabaya ini menghabiskan waktu selama 10 tahun di Astra Daihatsu untuk mengasah kemampuan manajerialnya. Setelah itu, ia melebarkan sayap dengan berkarir di BMW Astra selama empat tahun. Pengalaman mengelola segmen kendaraan mewah memberikan perspektif berbeda dalam strategi pemasaran yang ia kembangkan.

Tak berhenti di sana, Ernando juga sempat mencicipi industri kendaraan komersial selama satu tahun sebelum akhirnya berlabuh di Isuzu Astra selama delapan tahun. Portofolio yang sangat beragam ini mencakup berbagai segmen pasar, mulai dari kendaraan penumpang, mobil premium, hingga kendaraan niaga berat.

Sebelum dipercaya menjadi Marketing Director PT TAM, Ernando sempat bertugas di Auto2000 selama dua tahun terakhir. Pengalaman panjang di berbagai rantai bisnis otomotif Astra ini membuatnya sangat memahami karakteristik konsumen Indonesia. Kini, tantangan besar menantinya untuk memimpin Toyota dalam mempertahankan takhta sebagai pemimpin pasar otomotif nasional.