Uptodai.com - Penghentian one way arus mudik secara nasional kini tengah dipersiapkan oleh Korlantas Polri seiring dengan mulai melandainya volume kendaraan di jalur bebas hambatan. Pihak kepolisian menjadwalkan evaluasi menyeluruh pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, sebelum mengambil keputusan resmi terkait normalisasi arus lalu lintas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi dinamis pemerintah dalam mengelola mobilitas jutaan orang selama periode Lebaran.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa kebijakan pencabutan sistem satu arah ini sangat bergantung pada data riil di lapangan. Petugas terus memantau pergerakan kendaraan melalui sensor traffic counting yang tersebar di titik-titik krusial. Jika arus terpantau sudah kembali normal, maka skema satu arah akan segera diakhiri demi kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Rencana penutupan one way nasional mudik itu akan kita evaluasi besok pagi. Kalau memang bangkitan arus sudah tidak ada tanda-tanda, flow di tol itu masih lenggang, nanti akan kita cabut,” ujar Irjen Pol Agus kepada awak media pada Jumat, 20 Maret 2026. Beliau menekankan bahwa indikator utama pencabutan ini adalah rendahnya angka volume kendaraan yang melintas secara konsisten.

Indikator Utama Penutupan Sistem Satu Arah

Korlantas Polri tidak bergerak sendiri dalam menentukan nasib rekayasa lalu lintas ini. Pihaknya menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan operator jalan tol Jasa Marga. Seluruh data dari berbagai pemangku kepentingan akan dikumpulkan untuk memberikan gambaran utuh mengenai kondisi jalur mudik dari Jakarta menuju arah Timur.

Apabila seluruh indikator teknis menunjukkan kondisi yang kondusif, maka pencabutan sistem satu arah kemungkinan besar dilakukan pada siang hari. Keputusan ini juga harus mendapatkan lampu hijau dari Kapolri sebelum diumumkan secara luas kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kebingungan bagi para pengendara yang berencana melakukan perjalanan balik atau logistik.

Penerapan sistem satu arah sebelumnya terbukti efektif dalam memecah kepadatan di titik-titik bottleneck yang sering menjadi sumber kemacetan panjang. Dengan mengalihkan seluruh lajur untuk satu arah, distribusi kendaraan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, Korlantas menyadari bahwa kebijakan ini juga berdampak pada pengguna jalan dari arah berlawanan yang harus menggunakan jalur arteri.

Data Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Berdasarkan data resmi dari Korlantas, puncak arus mudik tahun ini tercatat terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek mencapai angka fantastis, yakni sekitar 270.000 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,26 persen jika kita bandingkan dengan periode mudik pada tahun sebelumnya.

Lonjakan volume kendaraan tersebut telah diantisipasi melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Polri, Kemenhub, dan Kementerian PUPR. Skema satu arah ini mencakup ruas tol utama mulai dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang–Solo. Kebijakan ini semula dijadwalkan berlangsung sejak 17 Maret hingga tengah malam tanggal 20 Maret 2026.

Penerapan Contraflow dan Ganjil-Genap

Selain mengandalkan satu arah, petugas di lapangan juga menerapkan sistem contraflow di beberapa titik tertentu untuk menambah kapasitas jalan. Langkah ini biasanya diambil ketika kepadatan hanya terjadi di ruas-ruas pendek namun membutuhkan penanganan segera. Kombinasi berbagai rekayasa lalu lintas ini terbukti mampu menekan angka kemacetan total di jalur Trans Jawa.

Sistem ganjil-genap juga tetap diberlakukan sebagai instrumen tambahan untuk membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke jalan tol secara bersamaan. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi mengenai jadwal rekayasa lalu lintas melalui kanal resmi Polri dan Jasa Marga. Hal ini sangat penting agar pemudik bisa mengatur waktu keberangkatan dengan lebih bijak.

Kini, dengan berakhirnya fase puncak mudik, fokus utama petugas adalah mengembalikan fungsi jalan tol ke kondisi normal secara bertahap. Evaluasi Sabtu pagi besok akan menjadi penentu apakah jalur menuju Jakarta akan segera dibuka kembali secara penuh. Kelancaran arus balik di masa mendatang juga sudah mulai masuk dalam radar perencanaan tim gabungan.