Uptodai.com - Penjualan mobil listrik Januari 2026 mencatatkan rekor pertumbuhan yang sangat signifikan di tengah dinamika kebijakan industri otomotif nasional. Berdasarkan data terbaru, pasar kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia mengalami lonjakan tajam pada awal tahun ini. Fenomena ini sekaligus menandai babak baru persaingan antarprodusen global yang semakin kompetitif di tanah air.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan bahwa distribusi wholesales mobil listrik mencapai 10.211 unit sepanjang Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan fantastis sebesar 295,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada Januari 2025, total pengiriman mobil listrik hanya menyentuh angka 2.580 unit secara nasional.

Dominasi BYD dan Ancaman Serius dari Jaecoo

Pabrikan asal China, BYD, masih mengukuhkan posisinya sebagai penguasa pasar kendaraan listrik di Indonesia dengan total penjualan 4.879 unit. Keberhasilan ini tidak lepas dari beragamnya pilihan model yang mereka tawarkan kepada konsumen, mulai dari Atto 1 hingga Seal. BYD juga tengah mempercepat pembangunan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun.

Namun, posisi nyaman BYD kini mulai mendapatkan tantangan serius dari pendatang baru, Jaecoo. Merek di bawah naungan Grup Chery ini secara mengejutkan berhasil menempati urutan kedua dengan penjualan mencapai 1.942 unit. Model Jaecoo J5 EV menjadi tulang punggung utama yang mendongkrak performa merek ini dalam waktu singkat di pasar domestik.

Kehadiran Jaecoo di posisi kedua menggeser beberapa pemain lama yang sebelumnya mendominasi pasar. Strategi penetapan harga yang kompetitif dan fitur teknologi terkini menjadi daya tarik utama bagi konsumen Indonesia. Persaingan ketat antara dua raksasa China ini diprediksi akan terus memanas sepanjang kuartal pertama tahun 2026.

Wuling dan Performa Merek Global Lainnya

Wuling yang sempat menjadi pionir mobil listrik di Indonesia kini menempati posisi ketiga dengan angka penjualan 868 unit. Produsen ini mengandalkan lini produk yang sudah cukup dikenal seperti Air EV, Binguo EV, hingga model terbaru Darion EV. Semua unit tersebut telah dirakit secara lokal di pabrik mereka yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Selain tiga besar tersebut, beberapa merek lain juga menunjukkan performa yang stabil di awal tahun ini. Aion berhasil mendistribusikan 624 unit, diikuti oleh Geely dengan raihan 569 unit, serta Denza sebanyak 392 unit. Chery sendiri mencatatkan penjualan sebanyak 243 unit, melengkapi daftar produsen yang aktif bergerak di segmen kendaraan ramah lingkungan.

Era Baru Tanpa Insentif Impor CBU

Pertumbuhan positif pada penjualan mobil listrik Januari 2026 ini tergolong unik karena terjadi saat fasilitas insentif impor berakhir. Pemerintah secara resmi telah menghentikan dukungan insentif untuk kendaraan listrik utuh atau Completely Built Up (CBU) per 31 Desember 2025. Kini, para produsen diwajibkan untuk memenuhi komitmen produksi lokal guna mendapatkan fasilitas fiskal tertentu.

Sesuai dengan peta jalan industri, produsen harus merealisasikan skema produksi 1:1 yang berbasis pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Aturan ini menuntut kesetaraan spesifikasi teknis antara unit yang diimpor sebelumnya dengan unit yang diproduksi di dalam negeri. Pemerintah bahkan menyiapkan sanksi tegas berupa pencairan bank garansi bagi perusahaan yang gagal memenuhi komitmen tersebut.

Secara keseluruhan, pasar otomotif nasional memang menunjukkan tren pemulihan dengan total distribusi kendaraan mencapai 66.447 unit pada Januari 2026. Meskipun kenaikan total pasar hanya berada di angka 7 persen secara tahunan, segmen mobil listrik memberikan kontribusi pertumbuhan yang paling progresif. Hal ini membuktikan bahwa transformasi menuju era elektrifikasi di Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.