Meledak Sejak Mei, Penjualan Mobil PHEV 2025 Tembus 4.312 Unit
Uptodai.com - Tren elektrifikasi di Indonesia semakin matang, ditandai dengan lonjakan signifikan pada penjualan mobil PHEV 2025. Data wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat total 4.312 unit terjual sepanjang periode Januari hingga November tahun tersebut.
Angka ini menegaskan bahwa konsumen mulai melirik teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebagai jembatan yang menarik menuju kendaraan listrik murni (BEV). Pasar PHEV kini bukan lagi sekadar ceruk kecil, melainkan segmen yang menunjukkan pertumbuhan eksplosif, terutama didorong oleh kehadiran pemain baru.
Mengapa Penjualan Mobil PHEV 2025 Melonjak Tajam?
Kinerja penjualan PHEV sepanjang 2025 menunjukkan pola yang sangat menarik, di mana lonjakan besar terjadi sejak pertengahan tahun. Pada Mei, volume penjualan masih tercatat di angka 413 unit.
Namun, memasuki Juni, penjualan melonjak drastis hingga mencapai puncaknya di angka 1.237 unit. Meskipun sempat terkoreksi pada Juli dengan 347 unit, tren permintaan kembali menguat pada Agustus sebesar 686 unit, lalu relatif stabil pada September (542 unit), Oktober (482 unit), dan November (514 unit).
Lonjakan masif ini tidak terlepas dari strategi agresif pabrikan asal China yang secara serentak meluncurkan model-model PHEV baru di pasar Indonesia. Mereka menawarkan kombinasi antara efisiensi bahan bakar dan kemampuan berkendara listrik murni, menjadikannya pilihan yang kompetitif.
Beberapa pabrikan yang aktif meramaikan segmen ini termasuk Chery yang menghadirkan Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH. Sementara itu, Jaecoo membawa model andalannya, J7 SHS dan J8 SHS. Geely turut meramaikan lewat Starray EM-i, disusul Wuling yang belum lama ini memperkenalkan Darion PHEV, semakin memperketat persaingan.
Dominasi Merek Tiongkok Kuasai Pasar Elektrifikasi
Dari total penjualan kumulatif 4.312 unit PHEV, merek asal Tiongkok tampil sebagai pemimpin pasar yang sangat dominan. Chery, khususnya, mencatatkan penjualan kumulatif sebesar 3.192 unit, yang berarti merek ini menyumbang mayoritas volume PHEV nasional.
Posisi berikutnya ditempati oleh Jaecoo dengan total 762 unit. Jika digabungkan, kontribusi kedua merek ini hampir mencapai 90 persen dari total penjualan mobil PHEV 2025 di Indonesia.
Berdasarkan data GAIKINDO periode Januari hingga September 2025, dominasi Chery Group terlihat jelas pada daftar model terlaris. Model Chery Tiggo 8 CSH FWD menjadi PHEV paling laris dengan penjualan fantastis mencapai 2.441 unit.
Di bawahnya, Jaecoo J7 SHS 4×2 Turbo mencatat 502 unit. Model PHEV lain dari Chery, yakni Tiggo 9 CSH FWD, berada di posisi ketiga dengan 123 unit, diikuti oleh Jaecoo J8 SHS ARDIS Turbo sebanyak 106 unit.
Kontribusi Merek Premium Masih Terbatas
Di luar gempuran merek China, kontribusi dari pabrikan premium dan Eropa dalam segmen PHEV masih tergolong kecil. Hal ini menunjukkan bahwa harga yang lebih terjangkau dan ketersediaan model yang lebih variatif dari Tiongkok menjadi faktor penentu utama pertumbuhan pasar.
Beberapa model premium yang tercatat penjualannya, meskipun dalam volume kecil, antara lain Mazda CX-80 2.5 PHEV AWD Kuro dengan 39 unit, Lexus RX 450h+ Luxury 31 unit, dan Volvo XC60 Plugin Hybrid sebanyak 23 unit.
Selain itu, Volvo XC90 Plugin Hybrid terjual 18 unit, BMW XM AT 14 unit, serta Mazda CX-80 2.5 PHEV AWD Elite sebanyak 13 unit. Meskipun menawarkan teknologi dan kemewahan, model-model ini belum mampu menandingi volume penjualan yang dicapai oleh Chery dan Jaecoo yang bermain di segmen harga yang lebih kompetitif.