Uptodai.com - Penjualan mobil PHEV Januari 2026 menunjukkan tren yang sangat positif di pasar otomotif tanah air pada awal tahun ini. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh GAIKINDO, angka distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) untuk kendaraan jenis plug-in hybrid electric vehicle menyentuh angka 502 unit.

Pencapaian ini menandai lonjakan yang sangat signifikan jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari 2025, segmen ini hanya mencatatkan penjualan sebanyak 16 unit saja. Artinya, terjadi kenaikan permintaan hingga 31 kali lipat dalam kurun waktu satu tahun saja.

Kenaikan drastis ini mencerminkan pergeseran minat konsumen yang mulai melirik kendaraan dengan efisiensi tinggi. Penggunaan harian yang lebih hemat biaya operasional menjadi daya tarik utama bagi masyarakat perkotaan. Selain itu, fleksibilitas mesin hybrid memberikan rasa aman bagi pengemudi yang masih khawatir dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Dominasi Mutlak Chery di Segmen PHEV

Pabrikan asal China, Chery, muncul sebagai pemain paling dominan dalam persaingan teknologi plug-in hybrid di Indonesia. Melalui lini produk andalannya, Chery sukses mengamankan lebih dari separuh total pangsa pasar nasional pada bulan pertama tahun 2026.

Varian Chery Tiggo 8 CSH Indonesia menjadi tulang punggung penjualan merek tersebut dengan performa yang mengesankan. Model Tiggo 8 CSH Premium menjadi kontributor terbesar dengan catatan penjualan mencapai 172 unit. Angka ini membuktikan bahwa konsumen Indonesia sangat meminati fitur mewah yang dipadukan dengan efisiensi energi.

Sementara itu, varian Tiggo 8 CSH Comfort menyumbang sebanyak 43 unit ke pasar domestik. Untuk konsumen yang membutuhkan performa lebih tangguh, varian Tiggo 8 CSH AWD (All-Wheel Drive) berhasil terjual sebanyak 66 unit. Secara akumulatif, Chery menguasai 55,97 persen pasar PHEV dengan total pengiriman 281 unit.

Solusi Realistis untuk Infrastruktur Indonesia

Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, memberikan pandangannya mengenai fenomena pertumbuhan ini pada ajang IIMS 2026. Ia menilai bahwa teknologi PHEV merupakan solusi yang paling masuk akal bagi kondisi Indonesia saat ini. Hal ini berkaitan erat dengan kesiapan infrastruktur pendukung yang masih terus berkembang.

Zeng Shuo menjelaskan bahwa gaya berkendara masyarakat yang mulai bertransformasi menuju elektrifikasi penuh membutuhkan jembatan teknologi. PHEV memberikan kenyamanan berkendara layaknya mobil listrik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada stasiun pengisian daya umum. Fleksibilitas ini menjadi kunci utama mengapa angka penjualan mobil PHEV Januari 2026 bisa meledak.

Chery juga memberikan sinyal kuat untuk terus memperkuat posisi mereka di pasar otomotif nasional. Perusahaan berencana meluncurkan beberapa model baru sepanjang tahun ini untuk memperluas pilihan bagi konsumen. Salah satu yang paling dinantikan adalah pengembangan lebih lanjut dari lini Chery Super Hybrid.

Daftar Harga dan Strategi Pasar Chery

Keberhasilan Chery dalam memimpin pasar tidak lepas dari strategi penentuan harga yang cukup kompetitif di kelasnya. Perusahaan menawarkan tiga varian utama untuk memenuhi kebutuhan segmen konsumen yang berbeda-beda. Harga yang ditawarkan dianggap sebanding dengan teknologi dan fitur keselamatan yang disematkan.

Varian entry level, Chery Tiggo 8 CSH Comfort, saat ini dipasarkan dengan harga Rp 439,9 juta on the road Jakarta. Bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan lebih, tipe Premium tersedia dengan banderol Rp 519,9 juta. Sedangkan varian tertinggi dengan penggerak empat roda dijual seharga Rp 559,9 juta.

Dengan tren pertumbuhan yang mencapai puluhan kali lipat ini, masa depan kendaraan hybrid di Indonesia terlihat semakin cerah. Para produsen kini berlomba-lomba menghadirkan teknologi ramah lingkungan yang tetap fungsional untuk penggunaan jarak jauh. Persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin ketat seiring masuknya model-model baru dari kompetitor global lainnya.