SPKLU Terbesar di Indonesia Hadir di Tangerang, Cas Cuma Menit!
Uptodai.com - Kehadiran SPKLU terbesar di Indonesia kini menjadi tonggak baru dalam percepatan ekosistem kendaraan listrik tanah air. Infrastruktur pengisian daya super cepat ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PLN, PT Mega Energi Baru Indonesia (Mebi), dan Huawei Digital Power Indonesia. Berlokasi di kawasan Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang, fasilitas ini menawarkan teknologi pengisian daya paling mutakhir saat ini.
Fasilitas yang mengusung nama Zora SPKLU Signature ini hadir untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap durasi pengisian baterai mobil listrik. Dengan kapasitas daya mencapai 480 kilowatt (kW), tempat ini menjadi unit Ultra Fast Charging pertama di Indonesia yang menggunakan fitur cerdas Split Charging. Teknologi ini memungkinkan pembagian daya yang efisien ke beberapa kendaraan sekaligus tanpa mengurangi performa pengisian secara drastis.
Teknologi Liquid Cooling System Pertama di Indonesia
Salah satu keunggulan utama dari infrastruktur ini adalah penggunaan Liquid Cooling System atau sistem pendingin cairan. Teknologi canggih ini berfungsi menjaga suhu perangkat tetap stabil meskipun menyalurkan daya listrik yang sangat besar dalam waktu singkat. Hal ini sangat krusial untuk menjaga keawetan komponen SPKLU serta memastikan keamanan maksimal bagi kendaraan yang sedang melakukan pengisian daya.
Presiden Komisaris Mebi, Rahayu Saraswati, menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar tentang pamer teknologi tinggi. Menurutnya, pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat agar berani beralih dari mobil bensin ke kendaraan listrik. Keberhasilan mobilitas ramah lingkungan di masa depan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung yang kuat dan tersebar luas.
Huawei Fusion Charge yang menjadi otak dari sistem ini juga memungkinkan fleksibilitas sumber energi yang luar biasa. SPKLU Signature ZORA mampu menyerap energi dari jaringan listrik utama PLN maupun dari sumber energi bersih lainnya. Integrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) memastikan pasokan listrik tetap stabil dan optimal meski dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun.
Mendorong Dekarbonisasi dan Kemandirian Energi
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah kolaboratif ini. Ia menyatakan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik secara masif. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai dekarbonisasi di sektor transportasi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Selain mengurangi emisi karbon, transisi ke kendaraan listrik memiliki dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi negara. Penggunaan listrik sebagai bahan bakar utama akan menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang selama ini membebani APBN. Dengan demikian, kehadiran SPKLU terbesar di Indonesia ini menjadi bagian dari strategi besar menjaga ketahanan energi nasional.
Kapasitas Besar untuk Lokasi Padat Kendaraan
Fasilitas pengisian daya ini dirancang khusus untuk melayani lokasi dengan lalu lintas kendaraan yang sangat tinggi. Zora SPKLU Signature menyediakan 12 konektor DC Ultra Fast Charging yang mampu mengisi daya baterai dalam hitungan menit. Selain itu, tersedia pula 1 konektor AC Medium Charging bagi pengguna yang memiliki waktu tunggu sedikit lebih lama di kawasan komersial tersebut.
Efisiensi waktu menjadi nilai jual utama yang ditawarkan oleh teknologi Ultra Fast Charging ini kepada para pemilik mobil listrik. Sebagai gambaran, pengisian baterai dari kondisi 10 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu singkat yang jauh melampaui standar SPKLU biasa. Untuk kategori medium charging saja, durasi yang dibutuhkan hanya sekitar 50 menit, sementara unit ultra fast charging bisa menyelesaikannya jauh lebih cepat.
Kemampuan pengisian daya yang sangat singkat ini diharapkan dapat menghilangkan kecemasan pengguna akan durasi antrean di stasiun pengisian. Dengan teknologi yang semakin efisien, pengalaman memiliki mobil listrik kini semakin mendekati kenyamanan mengisi bensin di SPBU konvensional. Hal inilah yang diprediksi akan membuat pemilik mobil konvensional mulai melirik potensi besar kendaraan berbasis baterai.