Uptodai.com - Teknologi Jasa Marga pantau mudik kini menjadi tumpuan utama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran 2026. PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menyiapkan ekosistem digital terintegrasi untuk memantau jutaan kendaraan yang melintasi jalur bebas hambatan secara presisi.

Pusat kendali operasional yang berlokasi di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, menjadi otak utama dalam manajemen lalu lintas nasional. Fasilitas ini mengintegrasikan berbagai data dari lapangan untuk memberikan gambaran situasi jalan tol yang akurat dan terkini kepada petugas maupun masyarakat.

Inovasi Radar dan AI di Jasamarga Tollroad Command Center

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa fasilitas JMTC saat ini merupakan salah satu pusat kendali jalan tol terlengkap di Indonesia. Pengelola tidak lagi hanya mengandalkan pantauan visual manual melalui layar CCTV yang melelahkan mata petugas selama 24 jam penuh.

Jasa Marga kini mengintegrasikan lebih dari 283 unit radar yang tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari ruas tol hingga jalan arteri di sekitarnya. Kehadiran radar ini sangat krusial karena mampu mengidentifikasi volume kendaraan yang akan masuk ke jalan tol sejak dini. Data yang dihasilkan jauh lebih akurat dibandingkan metode penghitungan manual atau sekadar pantauan mata.

Selain teknologi radar, penggunaan kecerdasan buatan atau AI menjadi tulang punggung dalam sistem Intelligent Traffic Analysis. Kamera pemantau yang telah ditingkatkan kemampuannya kini bisa melakukan klasifikasi jenis kendaraan secara otomatis berdasarkan golongannya. Sistem ini secara cerdas menghitung kapasitas jalan yang terpakai sehingga petugas dapat segera mengambil tindakan diskresi lalu lintas.

Sistem Deteksi Banjir dan Informasi Real Time bagi Pemudik

Antisipasi terhadap kendala alam juga menjadi prioritas utama dalam mendukung kelancaran lalu lintas Lebaran tahun ini. Jasa Marga telah memasang water level sensor di area-area yang memiliki risiko genangan tinggi atau berdekatan dengan aliran sungai. Sensor ini akan memberikan peringatan dini jika ketinggian air mulai mendekati batas normal di sekitar badan jalan tol.

Informasi yang dihimpun oleh seluruh perangkat canggih tersebut langsung diteruskan kepada pengguna jalan melalui Dynamic Message Sign (DMS). Papan informasi digital yang tersebar di sepanjang jalan tol ini memberikan pembaruan kondisi lalu lintas terkini secara real time. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk mengambil keputusan perjalanan yang lebih tepat, seperti memilih jalur alternatif atau beristirahat.

Langkah transformasi digital ini diharapkan mampu menekan angka kemacetan panjang yang sering terjadi saat puncak arus mudik maupun balik. Dengan data yang akurat, pihak kepolisian dan Jasa Marga bisa lebih cepat dalam menerapkan kebijakan seperti one way atau contraflow. Keamanan dan kenyamanan pemudik tetap menjadi prioritas utama dalam operasional jalan tol modern saat ini.