Uptodai.com - Peta persaingan industri roda dua global mengalami pergeseran besar setelah TVS resmi dinobatkan sebagai salah satu merek motor terlaris di dunia pada periode 2025. Pabrikan asal India ini berhasil mencatatkan sejarah baru dengan menggeser posisi Yamaha yang selama ini kokoh di jajaran tiga besar. Lonjakan performa TVS Motor Company ini menjadi sinyal kuat dominasi pabrikan Asia Selatan di pasar internasional.

Berdasarkan data industri terbaru, TVS membukukan angka penjualan yang sangat signifikan sepanjang tahun lalu. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi ekspansi yang masif, baik di pasar domestik India maupun di pasar ekspor. Pertumbuhan ini juga mencerminkan perubahan selera konsumen global yang mulai melirik produk-produk inovatif dengan harga kompetitif.

Rekor Penjualan TVS Sepanjang Tahun 2025

TVS mencatat total penjualan global mencapai 5,46 juta unit selama tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan masif sebesar 20,7 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang berada di angka 4,52 juta unit. Pencapaian tersebut otomatis membuat produsen yang berbasis di Chennai ini melampaui Yamaha dalam hal volume distribusi.

Pabrikan asal Jepang, Yamaha, harus puas turun ke posisi keempat dengan total penjualan sekitar 5 juta unit pada periode yang sama. Meski Yamaha tetap memiliki basis penggemar yang loyal, pertumbuhan volumenya tidak secepat TVS. Selisih angka yang mencapai hampir setengah juta unit ini menegaskan dominasi baru TVS di kancah global.

Dominasi Honda dan Hero MotoCorp di Puncak Klasemen

Meski TVS merangkak naik ke posisi ketiga, posisi puncak masih dikuasai oleh raksasa Jepang, Honda Motor. Honda tetap menunjukkan dominasinya yang tak tergoyahkan dengan total penjualan mencapai 16,44 juta unit sepanjang 2025. Angka tersebut mengalami kenaikan 6 persen dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 15,51 juta unit.

Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Hero MotoCorp yang juga berasal dari India dengan penjualan 6,25 juta unit. Hero mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya menyentuh 5,9 juta unit. Kondisi ini membuat dua dari tiga produsen sepeda motor terbesar di dunia kini dikuasai oleh perusahaan asal India.

Strategi TVS Menguasai Pasar Global dan Segmen Premium

Keberhasilan TVS masuk ke jajaran tiga besar dunia tidak lepas dari strategi ekspansi produk yang sangat agresif. Salah satu pendorong utamanya adalah tren pergeseran minat konsumen di India dan negara berkembang ke segmen motor premium. Permintaan kini semakin bergeser ke segmen motor di atas 150 cc, di mana TVS terus memperkuat portofolio produknya.

TVS juga tetap menjaga kekuatan di segmen mass market melalui lini produk skuter dan moped yang dikenal tangguh. Selain itu, mereka memiliki jaringan ekspor yang sangat luas di berbagai negara berkembang, terutama di kawasan Afrika dan Asia Tenggara. Penjualan motor TVS global terus meroket seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk mereka.

Agresivitas di Sektor Kendaraan Listrik

Selain fokus pada mesin pembakaran internal, TVS juga semakin agresif dalam menggarap segmen elektrifikasi. Saat ini, mereka menjadi salah satu pemain utama di pasar motor listrik India yang sedang berkembang pesat. Mereka bahkan tengah mempertimbangkan peningkatan kapasitas produksi motor listrik yang kini sudah mendekati 500 ribu unit per tahun.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi transisi energi global yang semakin nyata di industri otomotif. Dengan investasi besar pada teknologi baterai dan motor listrik, TVS diprediksi akan terus mempertahankan posisinya di masa depan. Hal ini memberikan tekanan tambahan bagi pabrikan tradisional yang lebih lambat dalam melakukan transisi ke kendaraan ramah lingkungan.

Perubahan Arah Bisnis Yamaha di Pasar Dunia

Berbeda dengan TVS yang mengejar volume besar, Yamaha tampaknya mulai mengubah arah strategi bisnis mereka secara global. Pabrikan berlogo garpu tala ini kini lebih fokus pada segmen niche dan produk-produk premium yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi. Yamaha secara bertahap mulai meninggalkan beberapa kategori motor ber-volume besar yang persaingannya sangat ketat.

Selain itu, pasar utama Yamaha berada di negara-negara maju yang pertumbuhan pasarnya cenderung lebih lambat dibandingkan negara berkembang. Meskipun demikian, performa bisnis Yamaha tetap stabil di beberapa wilayah kunci seperti Jepang dan sejumlah negara di Asia Tenggara. Strategi Yamaha lebih menekankan pada nilai merek dan pengalaman berkendara daripada sekadar mengejar angka penjualan TVS 2025 yang sangat tinggi.