Uptodai.com - Kancah industri otomotif Indonesia pada akhir tahun 2025 dikejutkan oleh data penjualan yang menunjukkan pergeseran peta persaingan yang dramatis. Secara tak terduga, pabrikan asal Vietnam, VinFast, berhasil mencatatkan kinerja yang sangat impresif. Bahkan, VinFast kalahkan BYD Desember 2025 dalam hal distribusi unit dari pabrik ke dealer (wholesales).

Pencapaian ini menempatkan VinFast dalam daftar lima besar merek mobil terlaris di Indonesia, sebuah prestasi yang sulit dibayangkan mengingat status mereka sebagai pemain baru. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan strategi agresif yang diterapkan VinFast di pasar yang didominasi merek-merek mapan dari Jepang dan China.

Data Wholesales Gaikindo: VinFast Ungguli Raksasa China

Berdasarkan data wholesales resmi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), VinFast membukukan distribusi sebanyak 7.768 unit mobil sepanjang Desember 2025. Angka ini secara mengejutkan berhasil mengamankan posisi kelima di antara seluruh merek otomotif yang beroperasi di Tanah Air.

Catatan VinFast tersebut jauh melampaui beberapa pesaing utama di segmen kendaraan listrik (EV) maupun konvensional. Sebagai perbandingan, BYD, raksasa mobil listrik global dari China, hanya mencatatkan 6.560 unit pada periode yang sama. Tidak hanya BYD, merek populer lain seperti Wuling dan bahkan Honda juga berada di bawah capaian VinFast bulan itu.

Tentu saja, lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai terbuka terhadap opsi kendaraan listrik dari luar pemain tradisional. Padahal, VinFast baru secara resmi memasuki pasar Indonesia sejak tahun 2024. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, mereka mampu menciptakan momentum pasar yang sangat kuat, terutama karena seluruh portofolio produk yang mereka jual di Indonesia adalah mobil listrik murni (BEV).

Strategi Green SM: Pintu Masuk Adopsi EV Massal

Salah satu kunci utama yang mendorong kinerja VinFast hingga VinFast kalahkan BYD Desember 2025 adalah strategi ekosistem yang terintegrasi. VinFast tidak hanya berfokus pada penjualan retail kepada konsumen individu, melainkan juga membangun fondasi melalui layanan taksi listrik.

Layanan taksi listrik bernama Green SM (Green and Smart Mobility) menjadi ujung tombak VinFast dalam memperkenalkan kendaraan listrik secara masif. Armada taksi ini beroperasi di kota-kota besar dan secara otomatis memberikan paparan langsung kepada ribuan masyarakat setiap hari.

Kehadiran Green SM bukan sekadar menambah opsi transportasi, melainkan berfungsi sebagai “tes jalan massal” yang paling efektif. Penumpang taksi dapat merasakan langsung keheningan kabin, kenyamanan, dan efisiensi operasional yang ditawarkan mobil EV VinFast tanpa perlu melakukan pembelian unit.

Para analis industri menilai bahwa program armada taksi ini secara cerdas menanggulangi keraguan konsumen terhadap teknologi EV, terutama terkait jarak tempuh dan keandalan baterai. Ketika masyarakat melihat armada taksi beroperasi 24 jam sehari dengan performa yang prima, tingkat kepercayaan terhadap kepemilikan mobil listrik pribadi pun ikut meningkat drastis.

Membangun Infrastruktur dan Masa Depan Pasar

Kesuksesan VinFast di Indonesia juga didukung oleh komitmen mereka dalam pembangunan infrastruktur pendukung. Perusahaan tersebut tengah gencar membangun jaringan stasiun pengisian daya V-Green.

Jaringan V-Green ini digadang-gadang akan menjadi salah satu jaringan pengisian daya terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, dengan target puluhan ribu titik. Ketersediaan infrastruktur pengisian yang masif ini menjadi penentu penting dalam meyakinkan calon pembeli EV.

Langkah VinFast ini menciptakan tekanan baru bagi pabrikan EV lain, termasuk BYD, yang kini harus merumuskan strategi tandingan yang lebih agresif. Kompetisi ini diprediksi akan semakin memanas, namun dampaknya sangat positif bagi percepatan adopsi kendaraan energi baru di Indonesia secara keseluruhan.