Satpam RS Dikeroyok di Kulon Progo Usai Tegur Penunggu Pasien Merokok
Uptodai.com - Sebuah insiden kekerasan yang mencoreng etika pelayanan publik terjadi di wilayah Yogyakarta. Seorang Satpam RS Dikeroyok di Kulon Progo setelah menjalankan tugasnya menegakkan aturan ketertiban di lingkungan rumah sakit.
Petugas keamanan berinisial MFM (19) tersebut menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok penunggu pasien di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nanggulan. Peristiwa memilukan ini dipicu oleh teguran sederhana mengenai larangan merokok di area vital rumah sakit.
Kronologi Awal: Teguran Larangan Merokok di Depan UGD
Kepolisian Resor Kulon Progo telah membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan ini. Kepala Seksi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Senin (2/2) malam, sekitar pukul 22.40 WIB.
Peristiwa bermula saat RS menerima seorang pasien sekitar pukul 21.00 WIB. Pasien tersebut diantar oleh beberapa orang yang kemudian menjadi terduga pelaku pengeroyokan. Rombongan penunggu pasien ini sempat ditegur oleh perawat karena berbicara dengan nada keras di ruang tunggu.
Setelah ditegur, mereka kemudian pindah posisi ke area depan pintu Unit Gawat Darurat (UGD). Di lokasi baru inilah para pelaku mulai menyalakan rokok, secara jelas melanggar kebijakan ketat rumah sakit mengenai kawasan bebas asap rokok.
Cekcok Berujung Sundulan Kepala
MFM, yang bertugas sebagai Satpam RS pada malam itu, segera menghampiri rombongan tersebut. Ia bermaksud meminta mereka mematikan rokok dan pindah ke area parkir yang memang disediakan sebagai lokasi merokok.
Namun, teguran yang disampaikan secara baik-baik itu justru direspons dengan perlawanan dan nada tinggi. Salah satu terduga pelaku mengajak MFM untuk berbicara di tempat parkir, yang kemudian berubah menjadi adu mulut yang sengit.
Di tengah cekcok tersebut, MFM tiba-tiba mendapatkan serangan fisik. Salah seorang rekan pasien melayangkan sundulan kepala yang telak mengenai bibir bawah korban. Akibat serangan mendadak itu, MFM mengalami luka pada bibirnya.
Jebakan di Area Parkir dan Pengeroyokan Satpam RS
Ketegangan ternyata belum mereda setelah insiden awal. Sekitar pukul 22.40 WIB, para terduga pelaku kembali memanggil korban ke area parkir dengan dalih ingin menyelesaikan perselisihan yang terjadi di depan UGD.
Setibanya di lokasi parkir, situasi kembali memburuk. Pelaku meminta MFM masuk ke dalam mobil mereka, sebuah permintaan yang langsung ditolak oleh petugas keamanan tersebut. MFM menolak karena merasa curiga dengan maksud ajakan tersebut.
Penolakan ini memicu keributan yang lebih besar. Karena korban tidak mau menuruti permintaan itu, beberapa orang dari rombongan tersebut langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi ke bagian wajah MFM. MFM mengalami luka memar dan rasa nyeri hebat di area wajah akibat aksi pengeroyokan di Rumah Sakit tersebut.
Proses Hukum dan Perlindungan Petugas Keamanan
Korban yang mengalami luka-luka segera melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak berwajib. Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan ini kini ditangani secara serius oleh Polres Kulon Progo.
Pihak kepolisian tengah mengumpulkan bukti dan memburu para terduga pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Kasus ini menjadi pengingat serius mengenai pentingnya penghormatan terhadap petugas keamanan yang menjalankan tugasnya.
Insiden yang menimpa Satpam RS Dikeroyok di Kulon Progo ini kembali menyoroti perlunya perlindungan hukum yang kuat bagi petugas keamanan di fasilitas publik. Mereka seringkali berada di garis depan dalam menegakkan peraturan demi kenyamanan dan keselamatan seluruh pasien serta pengunjung, namun rentan terhadap ancaman kekerasan.