Uptodai.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), salah satu perusahaan energi terintegrasi terbesar di Indonesia, menunjukkan langkah strategis signifikan di awal tahun. Perseroan secara resmi mengumumkan bahwa MedcoEnergi kantongi pinjaman jumbo BNI senilai total Rp8 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Fasilitas pendanaan besar ini menjadi sinyal kuat komitmen Medco untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung agenda ekspansi yang ambisius. Penandatanganan perjanjian kredit ini dilakukan pada 4 Februari, dan diharapkan dapat menopang kebutuhan pendanaan umum perusahaan dalam jangka waktu menengah hingga panjang.

Detail Pinjaman Jumbo dari BNI dan ICBC

Sekretaris Perusahaan MedcoEnergi, Siendy K. Wisandana, menjelaskan bahwa fasilitas kredit dari BNI tersebut merupakan pinjaman term loan yang dialokasikan untuk tujuan umum perseroan. Pinjaman dengan nilai fantastis Rp8 triliun ini memiliki tenor jatuh tempo yang cukup panjang, yakni mencapai 84 bulan atau setara dengan tujuh tahun penuh, terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit.

Siendy menambahkan bahwa meskipun transaksi ini secara material menambah kewajiban keuangan perusahaan, manajemen memastikan tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan terhadap operasional secara keseluruhan. Justru, suntikan dana ini akan memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar bagi MedcoEnergi.

Pada hari yang sama, MedcoEnergi juga berhasil mengamankan fasilitas kredit tambahan dari PT Bank ICBC Indonesia. Nilai pinjaman dari ICBC ini mencapai Rp800 miliar, melengkapi kebutuhan pendanaan yang dibutuhkan perseroan.

Berbeda dengan pinjaman dari BNI, fasilitas kredit dari Bank ICBC Indonesia ini secara spesifik ditujukan untuk membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure) dan pendanaan umum perusahaan. Pinjaman ICBC ini memiliki tenor yang sedikit lebih pendek, yaitu jatuh tempo 60 bulan atau lima tahun dari tanggal pencairan dana pertama.

Target Produksi MedcoEnergi 2026: Mencetak Rekor Tertinggi

Penyaluran fasilitas kredit Rp8 T MedcoEnergi ini datang di tengah kinerja produksi yang solid dan target ambisius di sektor hulu. Sepanjang tahun 2025, MedcoEnergi berhasil membukukan produksi minyak dan gas bumi sebesar 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), angka yang berada dalam rentang target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kinerja impresif ini didukung oleh kontribusi signifikan dari proyek-proyek baru, terutama di Blok B Natuna. Selain itu, peningkatan kepemilikan operasi perseroan di PSC Corridor menjadi 70 persen juga turut mendongkrak performa produksi.

Pada kuartal IV 2025, produksi perseroan bahkan mencapai puncaknya dengan rata-rata 176 mboepd, dan sempat menyentuh angka tertinggi harian 178 mboepd. Melihat tren positif ini, MedcoEnergi menetapkan Target Produksi MedcoEnergi 2026 yang sangat agresif.

Perseroan menargetkan produksi minyak dan gas pada kisaran 165–170 mboepd untuk tahun 2026. Jika target ini tercapai, tingkat produksi tersebut akan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, mengukuhkan posisi Medco sebagai pemain kunci di industri energi nasional.

Ekspansi Bisnis Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan

Selain sektor hulu migas, suntikan dana dari BNI dan ICBC juga diproyeksikan mendukung pengembangan segmen ketenagalistrikan melalui anak usahanya, Medco Power. Pada tahun 2025, Medco Power mencatatkan penjualan listrik sebesar 4.371 GWh.

Angka yang patut disorot adalah pertumbuhan penjualan energi terbarukan yang melesat hingga 25 persen. Peningkatan ini didorong oleh operasional penuh Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen serta pembangkit energi terbarukan baru yang berlokasi di Bali Timur.

Untuk tahun ini, MedcoEnergi menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh. Dari total penjualan tersebut, kontribusi energi terbarukan diproyeksikan akan mencapai 24 persen, menunjukkan pergeseran fokus perusahaan menuju portofolio energi yang lebih hijau.

Di sisi lain, Kinerja MedcoEnergi dan BNI yang terjalin dalam fasilitas kredit ini juga mencerminkan keyakinan pasar terhadap potensi cadangan perusahaan. Pada akhir 2025, cadangan terbukti dan terduga (2P) MedcoEnergi meningkat tajam menjadi 564 juta barel setara minyak (mmboe), naik signifikan dari 493 mmboe pada tahun sebelumnya. Peningkatan cadangan ini sekaligus memperpanjang indeks umur cadangan 2P menjadi 11,4 tahun, menjamin keberlanjutan operasional perusahaan di masa depan.