Uptodai.com - Keputusan mengejutkan striker Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra gabung Persija Jakarta, pada Rabu (4/2/2026) menjadi sorotan utama penggemar sepak bola Tanah Air. Pemain berdarah Belanda ini resmi diikat kontrak jangka panjang berdurasi 2,5 tahun, yang akan membuatnya bertahan di ibu kota hingga Mei 2028.

Transfer Zijlstra ke klub papan atas Super League tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan suporter. Banyak pihak menyambut gembira kedatangan penyerang muda berbakat, namun tak sedikit pula yang menyayangkan keputusannya karena dianggap meninggalkan karier potensial di benua biru.

Fakta terbaru menunjukkan bahwa perjalanan Zijlstra menuju Macan Kemayoran bukanlah pilihan yang diambil tanpa pertimbangan. Ada serangkaian upaya keras yang dilakukan sang pemain untuk mempertahankan mimpinya bermain di Eropa.

Upaya Keras Mauro Zijlstra Bertahan di Eropa

Belakangan terungkap, Zijlstra bersama dengan agennya sempat berupaya keras mencari peluang agar dirinya tetap dapat berkompetisi di liga-liga Eropa. Ia memprioritaskan tawaran dari klub-klub di Belanda atau negara Eropa lainnya, mengingat ia tumbuh dan meniti karier sepak bolanya di sana.

Sayangnya, upaya tersebut terbentur kenyataan pahit yang sulit dihindari. Minimnya jam terbang yang ia dapatkan di klub sebelumnya, FC Volendam, menjadi penghalang terbesar.

Selama paruh musim Liga Belanda 2025-2026, striker kelahiran Zaandam, Belanda, itu bahkan tidak mencatatkan satu pun penampilan resmi. Kondisi ini secara otomatis membuat nilai tawar dan daya tariknya di mata klub Eropa menurun drastis.

Zijlstra mengakui bahwa kesulitan menemukan klub yang bersedia memberikan tawaran kompetitif dan jaminan waktu bermain menjadi titik balik. Ia memerlukan panggung untuk mengembangkan diri, dan peluang itu tidak tersedia di Eropa saat ini.

Alasan Zijlstra Pilih Persija Setelah Negosiasi yang Sulit

Proses negosiasi yang sulit dan minimnya tawaran meyakinkan memaksa Zijlstra dan timnya meninjau ulang opsi yang ada. Ia tidak ingin menghabiskan masa mudanya hanya duduk di bangku cadangan.

“Pertama, saya dan agen tentu memprioritaskan peluang di Eropa karena saya tumbuh dan bermain di sana. Tetapi, karena saya tidak banyak bermain di Volendam, sangat sulit menemukan klub yang mengajukan tawaran yang bagus dan meyakinkan,” jelas Zijlstra, dikutip dari laman resmi Persija, Jumat (6/2/2026).

Ketika opsi untuk bertahan di Eropa mulai tertutup, tawaran dari Indonesia datang sebagai solusi yang paling menjanjikan. Pada momen krusial inilah, Zijlstra rekrutan Persija akhirnya menjadi kenyataan.

Klub Ibu Kota datang dengan proposal yang serius dan proses negosiasi berjalan sangat cepat. Persija memberikan jaminan waktu bermain yang dibutuhkan Zijlstra, sekaligus panggung besar di Liga 1 yang dikenal memiliki intensitas tinggi.

Keputusan Zijlstra untuk berlabuh ke klub papan atas Super League ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi karier internasionalnya. Dengan kontrak 2,5 tahun, ia kini memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dan membuktikan kualitasnya sebagai penyerang andalan Timnas Indonesia, sekaligus memperkuat lini serang Macan Kemayoran.