Badai Leonardo Hantam Portugal, Sungai Sado Meluap Banjiri Kota
Uptodai.com - Sebagian besar wilayah kota Alcacer do Sal di Portugal kini terendam banjir parah setelah Badai Leonardo hantam Portugal. Hujan ekstrem yang dibawa badai tersebut menyebabkan volume air di Sungai Sado meningkat drastis hingga meluap, membanjiri jalanan dan daerah tepi sungai yang padat penduduk.
Badai Leonardo merupakan yang ketiga yang menerjang Portugal dan Spanyol hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Semenanjung Iberia kini berjuang keras untuk pulih dari periode hujan lebat dan banjir mematikan yang telah berlangsung secara berkepanjangan.
Otoritas di kedua negara telah mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi banjir susulan yang dapat terjadi kapan saja. Ketinggian genangan air yang ekstrem telah memblokir ratusan ruas jalan utama, mengganggu jaringan kereta api, dan memaksa ribuan penduduk untuk segera mengungsi dari ancaman air yang terus naik.
Kerugian Besar Akibat Luapan Sungai Sado
Dampak kerusakan akibat bencana alam ini terasa sangat mendalam bagi masyarakat lokal di Alcacer do Sal. Deolinda, seorang nelayan berusia 78 tahun yang tinggal di kotamadya tersebut, mengungkapkan keputusasaannya.
Ia menceritakan kepada media bahwa semua yang ia miliki telah hancur total akibat intensitas hujan lebat yang luar biasa ekstrem. Kehidupan sehari-hari masyarakat yang bergantung pada aktivitas di tepi sungai kini terhenti sepenuhnya.
Meskipun permukaan air tampak sedikit surut seiring dengan surutnya air pasang, kerugian material yang ditimbulkan sudah sangat masif. Banyak rumah warga dan unit bisnis yang mengalami kerusakan struktural parah setelah berhari-hari terendam dalam genangan lumpur dan air.
Pemerintah Portugal Perpanjang Status Darurat
Merespons situasi darurat yang kian memburuk, Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, segera mengambil tindakan tegas. Pada Kamis (5/2) lalu, ia mengumumkan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang status keadaan darurat.
Status darurat ini diperpanjang hingga pertengahan Februari dan secara spesifik mencakup 69 kotamadya yang terdampak paling parah oleh luapan air. Montenegro menekankan bahwa curah hujan dan risiko banjir yang terjadi saat ini merupakan fenomena yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah modern Portugal.
Intensitas Badai Leonardo dan badai-badai sebelumnya telah memicu kekhawatiran serius di kalangan ahli iklim dan otoritas penanggulangan bencana. Kejadian cuaca ekstrem yang berulang dalam waktu singkat ini menunjukkan peningkatan kerentanan Semenanjung Iberia terhadap dampak perubahan iklim global.
Saat ini, upaya pemulihan pasca bencana dan penyaluran bantuan kemanusiaan menjadi prioritas utama pemerintah Portugal. Mereka harus memastikan ribuan warga yang mengungsi mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak sambil menunggu air benar-benar surut dan rekonstruksi dapat dimulai.