BMKG Beri Peringatan Siaga Hujan Lebat Jakarta: Waspada Banjir
Uptodai.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis Peringatan Siaga Hujan Lebat Jakarta dan wilayah sekitarnya, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Prediksi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung setidaknya hingga 11 Februari 2026, mencakup hampir seluruh wilayah Jabodetabek.
Peringatan siaga ini dikeluarkan setelah BMKG melakukan analisis mendalam terhadap dinamika atmosfer yang menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas konvektif. Intensitas hujan yang sangat lebat di beberapa titik Ibu Kota berpotensi besar memicu genangan air hingga banjir, terutama di kawasan dataran rendah dan padat penduduk.
Dinamika Atmosfer Penyebab Hujan Ekstrem
Dalam laporan Prospek Cuaca Mingguan, BMKG menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi kondisi atmosfer di Indonesia. Salah satu faktor yang masih dominan adalah El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang menunjukkan fase La Nina lemah.
Indikator La Nina lemah ini secara langsung mengarah pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama terkonsentrasi di kawasan timur Indonesia. Namun, pengaruhnya juga terasa kuat di bagian barat, termasuk Jawa.
Selain itu, dua sistem tekanan rendah juga masih terpantau di sekitar wilayah RI. Siklon Tropis PENHA, yang berada di Samudra Pasifik timur Filipina, memberikan dampak berupa potensi hujan sedang hingga lebat di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Siklon PENHA juga memicu potensi gelombang tinggi kategori tinggi di perairan sekitar Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya. Sementara itu, Bibit Siklon 98P yang terpantau di wilayah Australia turut memberikan dampak tidak langsung, berupa potensi hujan sedang dan angin kencang di Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG juga mencatat bahwa Monsun Asia masih persisten hingga dasarian kedua Februari. Kombinasi dari faktor-faktor global dan regional inilah yang menambah potensi turunnya hujan dengan intensitas tinggi di berbagai wilayah, khususnya Jawa bagian barat.
Zona Siaga dan Waspada Hujan Lebat Jakarta
Secara lebih spesifik, BMKG membagi wilayah Jabodetabek ke dalam dua kategori peringatan utama, yaitu Waspada (Hujan Sedang-Lebat) dan Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat) untuk periode 9 hingga 11 Februari 2026.
Pada 9 Februari 2026, status Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat diprediksi menghantam Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, serta Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. Sementara itu, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Tangerang, dan seluruh wilayah Bogor serta Bekasi berada dalam status Waspada.
Selain ancaman hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan tambahan mengenai potensi dingin dan angin kencang yang perlu diwaspadai di sebagian besar wilayah Jakarta dan Kabupaten Tangerang.
Pada 10 Februari 2026, intensitas hujan ekstrem tampaknya sedikit bergeser. Hanya Kabupaten Tangerang yang diprediksi berada dalam status Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat. Hampir seluruh wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Kota Tangerang berada dalam status Waspada Hujan Sedang-Lebat.
Selanjutnya, pada 11 Februari 2026, potensi hujan sangat lebat kembali meluas. Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Bogor diprediksi masuk dalam kategori Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat. Wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu juga diimbau waspada terhadap peringatan dingin dan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Langkah antisipasi seperti pembersihan saluran air dan persiapan jalur evakuasi harus segera dilakukan, mengingat intensitas hujan yang diprediksi dapat mencapai level membahayakan.