Tencent Akuisisi SuperPlay, Caplok Mesin Uang Israel Rp26 T
Uptodai.com - Rencana besar Tencent akuisisi SuperPlay kini tengah menjadi sorotan hangat di industri teknologi global. Raksasa teknologi asal China tersebut dilaporkan siap menggelontorkan dana segar berkisar antara US$1 miliar hingga US$1,5 miliar, atau setara dengan Rp17,9 triliun hingga Rp26 triliun. Langkah strategis ini diambil untuk mencaplok aset paling berharga milik Playtika, sebuah perusahaan game terkemuka asal Israel. SuperPlay sendiri dikenal memiliki pertumbuhan bisnis yang sangat pesat dan jauh melampaui target awal perusahaan.
Beban Keuangan Playtika di Balik Penjualan
Keberhasilan SuperPlay sebenarnya menjadi pedang bermata dua bagi induk perusahaannya, Playtika. Di satu sisi, game kasual seperti Solitaire bermerek Disney berhasil menyumbang pendapatan fantastis hingga US$300 juta per tahun. Namun di sisi lain, Playtika kini terbebani oleh kewajiban pembayaran insentif kepada para pendiri SuperPlay yang membengkak hingga US$829 juta. Jika transaksi ini berhasil direalisasikan, Tencent akan mengambil alih seluruh kewajiban finansial tersebut dan menyelamatkan Playtika dari tekanan keuangan.
Playtika saat ini memang sedang menghadapi badai keuangan yang cukup hebat akibat akumulasi utang masa lalu. Perusahaan tercatat memiliki utang jatuh tempo sebesar US$2,3 miliar pada periode 2028 hingga 2029 mendatang. Tingginya suku bunga global membuat biaya pembiayaan kembali melonjak tajam, sehingga memaksa mereka menghentikan pembagian dividen tahun ini. Kondisi ini diperparah dengan penurunan kinerja pada game lawas mereka seperti Bingo Blitz dan Slotomania.
Ambisi Global Tencent di Industri Game
Bagi Tencent, akuisisi ini akan semakin memperkokoh posisi mereka sebagai penguasa pasar game terbesar di dunia. Portofolio investasi Tencent di industri game global memang sudah sangat menggurita, mencakup kepemilikan penuh atas Riot Games serta saham mayoritas di Epic Games, Supercell, dan Ubisoft. Ekspansi ke segmen casual gaming melalui SuperPlay dinilai sebagai langkah taktis untuk mendiversifikasi pendapatan di tengah ketatnya regulasi game domestik di China. Akuisisi ini juga membuktikan bahwa pasar game mobile di Timur Tengah memiliki potensi valuasi yang sangat tinggi bagi investor Asia.