Uptodai.com - Situasi demonstrasi di Iran yang pecah sejak awal tahun 2026 memicu reaksi keras dari pemerintah Teheran terhadap keterlibatan pihak internasional. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Boroujerdi, secara tegas menyatakan bahwa aksi massa tersebut merupakan dinamika internal yang tidak memerlukan campur tangan negara lain.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas berbagai kritik global mengenai penangkapan sejumlah aktivis yang terlibat dalam aksi tersebut. Boroujerdi menilai setiap negara memiliki kedaulatan penuh untuk menyelesaikan persoalan domestiknya tanpa tekanan dari luar. Ia menekankan bahwa intervensi asing justru seringkali memperkeruh suasana di dalam negeri.

“Ada beberapa jenis masalah internal domestik yang terjadi di negara manapun, dan itu bukan urusan negara asing mana pun untuk menjadikannya alasan untuk campur tangan,” tegas Boroujerdi saat ditemui di Jakarta pada Selasa (10/2/2026). Menurutnya, stabilitas nasional menjadi prioritas utama yang harus dijaga oleh pemerintah Iran saat ini.

Akar Masalah Ekonomi di Balik Situasi Demonstrasi di Iran

Gelombang protes yang mengguncang berbagai kota di Iran ini sebenarnya berakar pada krisis ekonomi yang sangat mendalam. Jatuhnya nilai tukar mata uang Rial menjadi pemicu utama kemarahan publik yang sudah lama terpendam. Saat ini, nilai tukar Rial bahkan telah menembus angka psikologis 1,5 juta per dolar AS.

Kondisi ini semakin diperparah dengan lonjakan inflasi pangan yang mencapai angka fantastis, yakni hingga 70 persen. Kebijakan pemerintah yang menghapus kurs preferensial untuk barang-barang kebutuhan pokok menjadi titik balik bagi masyarakat. Kebijakan tersebut membuat harga kebutuhan dasar melambung tinggi dan sulit terjangkau oleh rakyat kecil.

Meskipun tekanan ekonomi begitu berat, Boroujerdi menyatakan bahwa pemerintah tetap berupaya melakukan reformasi struktur keuangan. Ia tidak menampik bahwa sanksi ekonomi dari Amerika Serikat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan warga. Namun, ia optimis bahwa solusi internal sedang diupayakan untuk menstabilkan harga pasar.

Kebebasan Berpendapat dan Batasan Hukum Keamanan

Terkait dengan hak asasi manusia, Dubes Iran mengklaim bahwa negaranya tetap menjamin kebebasan berpendapat bagi seluruh rakyat. Hal ini menurutnya merupakan bagian dari sistem demokrasi yang dianut oleh Republik Islam Iran. Warga negara tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah secara terbuka.

Namun, ia memberikan catatan penting bahwa kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan aturan hukum yang berlaku. Stabilitas keamanan nasional menjadi batas yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun dalam melakukan aksi protes. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas bagi mereka yang dianggap mengancam ketertiban umum.

“Siapa pun yang melakukan tindakan apapun yang melawan keamanan, akan menghadapi konsekuensinya,” ungkap Boroujerdi dengan nada serius. Ia menambahkan bahwa tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik tidak bisa ditoleransi atas nama kebebasan berpendapat. Langkah ini diambil demi melindungi kepentingan masyarakat luas yang lebih besar.

Menolak Intervensi Asing di Iran dan Seruan Persatuan

Boroujerdi meyakini bahwa rakyat Iran tetap memberikan dukungan yang kuat kepada pemerintah meskipun tengah menghadapi tekanan ekonomi. Ia melihat adanya kesadaran kolektif dari masyarakat untuk tidak membiarkan negara mereka terpecah belah. Solidaritas nasional dianggap sebagai kunci utama dalam menghadapi ancaman intervensi asing di Iran.

Pemerintah Iran juga mengajak media internasional untuk melihat realitas di lapangan secara lebih objektif dan berimbang. Boroujerdi secara khusus mengundang awak media untuk meliput langsung demonstrasi peringatan Revolusi Islam yang akan datang. Momentum tersebut dianggap sebagai bukti nyata besarnya basis pendukung pemerintah di tengah tekanan global.

Melalui peringatan tersebut, Iran ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kedaulatan mereka tetap kokoh berdiri. Dukungan rakyat dalam acara nasional itu diharapkan mampu mematahkan narasi negatif yang sering digaungkan oleh pihak asing. Pemerintah Teheran tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah internal melalui dialog domestik tanpa campur tangan pihak luar.