Hasil Tes F1 Bahrain 2025: Leclerc Tercepat, Red Bull Bermasalah
Uptodai.com - Tes F1 Bahrain 2025 hari kedua menyajikan drama teknis yang mengejutkan bagi sejumlah tim papan atas di Sirkuit Internasional Sakhir. Charles Leclerc berhasil membawa Ferrari ke posisi puncak dengan catatan waktu yang cukup impresif. Namun, di balik performa gemilang tim asal Italia tersebut, rival utama mereka justru harus berjuang melawan berbagai kendala mekanis.
Leclerc mencatatkan waktu terbaik 1:34.273 menit, mengungguli torehan Lando Norris pada hari sebelumnya dengan selisih empat persepuluh detik. Pembalap asal Monako ini menunjukkan ritme yang konsisten sepanjang sesi pengujian berlangsung. Keberhasilan ini memberikan angin segar bagi para Tifosi yang berharap Ferrari bisa tampil kompetitif sejak awal musim balap dimulai.
Meskipun menjadi yang tercepat, Ferrari tetap waspada karena penggunaan jenis ban yang berbeda selama simulasi. Leclerc memacu jet daratnya menggunakan kompon ban C3 milik Pirelli yang berkarakter lebih lunak. Strategi ini jelas berbeda dengan pendekatan yang diambil oleh tim pesaing lainnya yang lebih memilih fokus pada daya tahan.
Dominasi Jarak Tempuh McLaren di Sakhir
Lando Norris dari tim McLaren mengambil pendekatan yang sangat kontras dengan mengutamakan pengujian fundamental kendaraan. Norris menjadi pembalap paling aktif di lintasan dengan melahap total 149 putaran sepanjang hari kedua. Jumlah ini hampir setara dengan tiga kali jarak balapan Grand Prix yang sesungguhnya.
Kepala desainer McLaren, Rob Marshall, menegaskan bahwa timnya saat ini belum mengejar catatan waktu tercepat di lintasan. Mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terkait detail kecepatan tinggi yang akan dikembangkan kemudian. Norris secara konsisten menggunakan kompon C2 yang lebih keras untuk mengumpulkan data simulasi balapan yang akurat.
Ferrari dan McLaren bahkan sempat menjalankan simulasi balapan penuh secara bersamaan untuk melihat degradasi ban. Langkah ini menunjukkan kesiapan teknis yang jauh lebih matang dibandingkan tim-tim lain yang masih berkutat di garasi. Persaingan antara dua tim legendaris ini diprediksi akan semakin memanas pada seri pembuka nanti.
Masalah Hidrolik dan Unit Daya Menghambat Red Bull
Kondisi berbeda dialami oleh Red Bull Racing yang tidak menikmati kelancaran seperti pada hari pertama pengujian. Tim juara bertahan ini kehilangan seluruh sesi pagi akibat kebocoran hidrolik pada mobil yang dikemudikan Isack Hadjar. Masalah ini memaksa para mekanik bekerja ekstra keras di dalam garasi untuk melakukan perbaikan total.
Beruntung, pihak tim mengonfirmasi bahwa kendala tersebut tidak berkaitan langsung dengan unit daya Red Bull Powertrains-Ford. Hadjar baru bisa mengejar ketertinggalan pada sesi sore hari dengan mencatatkan jumlah putaran yang cukup signifikan. Meski demikian, mobil RB21 tersebut terlihat belum mencapai performa idealnya di lintasan Bahrain.
Mercedes-AMG F1 juga tidak luput dari masalah teknis yang menghambat program pengembangan mereka. Setelah tampil dominan dalam hal jarak tempuh di Spanyol, tim Silver Arrows kini dipusingkan oleh persoalan unit daya. Kimi Antonelli yang baru berusia 19 tahun hanya mampu menyelesaikan tiga lap sebelum mobilnya ditarik kembali ke pit.
Insiden Bendera Merah dan Kendala Tim Cadillac
Tim pendatang baru, Cadillac, mengalami hari yang sangat sibuk sekaligus penuh tantangan di Sirkuit Sakhir. Mobil yang dikemudikan Sergio Perez mendadak berhenti hanya setelah menempuh setengah putaran pada sesi pagi hari. Insiden ini memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah untuk mengevakuasi kendaraan dari lintasan.
Pihak teknisi menduga masalah berasal dari sensor yang rusak, sehingga Perez baru bisa kembali ke lintasan 40 menit kemudian. Gangguan tidak berhenti di situ karena serpihan serat karbon dari mobil Valtteri Bottas memicu bendera merah kedua pada sore harinya. Kondisi lintasan yang kotor akibat serpihan material cukup membahayakan keselamatan para pembalap.
Pierre Gasly juga harus mengakhiri sesi lebih awal setelah mobil Alpine miliknya mogok di tikungan pertama. Berbagai kendala teknis ini menjadi pengingat bahwa reliabilitas masih menjadi tantangan besar bagi banyak tim sebelum musim resmi dimulai. Setiap detik di masa pengujian pramusim sangat berharga untuk memastikan mobil siap tempur di balapan perdana.