Brand Mobil China Paling Laku Januari 2026: Jaecoo Salip Chery
Uptodai.com - Daftar brand mobil China paling laku di pasar otomotif Indonesia mengalami pergeseran peta kekuatan yang cukup signifikan pada pembukaan tahun 2026. Fenomena ini terlihat jelas dari data terbaru yang menunjukkan bagaimana strategi agresif merek-merek Tiongkok mulai membuahkan hasil manis di tanah air.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat persaingan sengit di antara 16 pabrikan asal Negeri Tirai Bambu yang kini resmi beroperasi di RI. Sebagian besar dari mereka fokus menggempur pasar dengan kendaraan ramah lingkungan, mulai dari teknologi BEV, HEV, hingga PHEV yang kaya fitur.
Dominasi BYD dan Kejutan Besar dari Jaecoo
BYD masih kokoh mempertahankan takhtanya sebagai pemimpin pasar dengan angka distribusi wholesales mencapai 4.879 unit sepanjang Januari 2026. Pabrikan ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap teknologi baterai mereka tetap berada di level tertinggi dibandingkan kompetitor lainnya.
Namun, sorotan utama industri justru tertuju pada Jaecoo yang secara mengejutkan berhasil meroket ke posisi kedua dengan total penjualan 2.025 unit. Pencapaian luar biasa ini secara otomatis menggeser posisi Chery yang selama ini konsisten berada di jajaran tiga besar brand terlaris.
Wuling sendiri tetap menunjukkan performa yang stabil dengan menempati urutan ketiga melalui pengiriman sebanyak 1.077 unit ke jaringan dealer. Sementara itu, Chery harus puas turun ke peringkat keempat setelah hanya mampu membukukan angka penjualan sebesar 1.064 unit di awal tahun ini.
Strategi Produksi Jaecoo J5 EV di Pabrik Wanaherang
Kesuksesan Jaecoo Motor Indonesia pada awal tahun ini merupakan buah manis dari kehadiran model J5 EV yang kini menyandang status SUV listrik termurah. Kendaraan ini berhasil menarik minat ribuan konsumen berkat kombinasi desain modern dan fungsionalitas tinggi yang ditawarkan kepada publik.
Hingga saat ini, total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Jaecoo J5 EV dilaporkan telah menembus angka fantastis, yakni lebih dari 12.000 unit. Tingginya permintaan ini mendorong perusahaan untuk melakukan langkah ekspansi kapasitas produksi secara besar-besaran di dalam negeri.
Selain mengandalkan fasilitas pabrik Handal di Pondok Ungu, Bekasi, Jaecoo kini juga memanfaatkan pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor, untuk merakit unit mereka. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat proses pengiriman unit kepada konsumen yang sudah lama menanti masa inden.
Peta Persaingan Wholesales Brand China Januari 2026
Pergerakan angka distribusi dari pabrik ke dealer menunjukkan dinamika yang sangat menarik untuk disimak oleh para pengamat otomotif. Selain empat besar di atas, beberapa merek lain juga mulai menunjukkan taringnya dalam memperebutkan ceruk pasar yang semakin kompetitif.
Geely menempati posisi kelima dengan raihan 647 unit, disusul ketat oleh GAC AION yang mendistribusikan sebanyak 624 unit kendaraan. Sementara itu, brand mewah Denza mulai menunjukkan taji dengan angka 392 unit, mengungguli GWM yang mencatatkan penjualan sebesar 213 unit.
Beberapa pemain baru lainnya seperti Jetour dan Xpeng juga mulai mengisi jalanan Indonesia dengan masing-masing menjual 185 dan 172 unit. Persaingan di papan bawah masih diisi oleh Morris Garage (143 unit), DFSK (80 unit), BAIC (57 unit), serta Changan yang mencatat 26 unit.
Kinerja Penjualan Retail yang Berbanding Lurus
Tidak hanya unggul dari sisi wholesales, performa Jaecoo di pasar retail atau penjualan langsung ke konsumen juga terpantau sangat impresif. Mereka berhasil mencatatkan angka 2.031 unit, yang mana angka ini melampaui catatan retail Chery yang berada di angka 1.191 unit.
Kondisi ini menandakan bahwa stok yang dikirimkan ke dealer benar-benar terserap dengan cepat oleh konsumen di berbagai daerah. Dominasi BYD di sisi retail juga masih belum tergoyahkan dengan total 2.516 unit kendaraan yang sampai ke tangan pembeli selama bulan Januari.
Kehadiran beragam pilihan mobil listrik dan hybrid dari China ini memberikan keuntungan besar bagi konsumen Indonesia dalam memilih kendaraan masa depan. Dengan harga yang semakin kompetitif dan dukungan infrastruktur pengisian daya yang terus tumbuh, tren ini diprediksi akan terus menguat sepanjang tahun 2026.