Uptodai.com - Isu mengenai rasisme K-netz terhadap SEAblings belakangan ini memicu gelombang kemarahan yang luar biasa di kalangan pengguna media sosial Asia Tenggara. Perseteruan yang awalnya hanya berupa aksi saling sindir kini telah bergeser ke arah yang lebih sensitif, termasuk dugaan pelecehan terhadap agama.

Kondisi ini menarik perhatian YouTuber Kim Geba, atau yang lebih akrab disapa Bung Korea. Melalui platform Thread, ia secara terbuka mengungkapkan rasa malu dan kekecewaannya terhadap perilaku sebagian warga negaranya sendiri yang dinilai sangat rasis.

Kritik Pedas Bung Korea untuk Warganet Korea Selatan

Bung Korea menyoroti kontradiksi yang terjadi di Korea Selatan saat ini terkait perilaku masyarakatnya di dunia maya. Ia menilai negaranya memang sangat maju secara teknologi, namun pemikiran sebagian masyarakatnya justru terkesan masih sangat tertutup dan kolot.

Menurutnya, konflik rasisme K-netz terhadap SEAblings (Southeast Asian Siblings) ini semakin memanas karena adanya kesombongan yang tidak memiliki dasar kuat. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi K-netz untuk merasa lebih unggul atau merendahkan bangsa lain secara semena-mena.

Kim Geba bahkan menyebut mereka yang melontarkan hinaan hanya berani bersembunyi di balik layar komputer dan papan ketik. Baginya, serangan verbal tersebut menunjukkan kualitas mental yang rendah dari para pelaku perundungan digital yang tidak memiliki prestasi nyata.

Dugaan Pelecehan Agama dan Hinaan Fisik

Warganet Indonesia merasa kemarahan mereka sangat beralasan karena serangan dari oknum Korea Selatan tersebut sudah melampaui batas kewajaran. Beberapa komentar rasis bahkan menyasar fisik, status ekonomi, hingga keyakinan yang dianut oleh masyarakat di wilayah Asia Tenggara.

Seorang pengguna media sosial mengungkapkan bahwa K-netz seringkali melabeli perempuan Indonesia dengan sebutan yang sangat merendahkan martabat. Mereka bahkan tak segan menyebut warga Indonesia sebagai manusia yang hidup di lingkungan kumuh tanpa peradaban yang layak.

Meski mendapatkan serangan bertubi-tubi, banyak warganet Indonesia yang justru menanggapinya dengan santai dan penuh candaan. Mereka menganggap perseteruan ini sebagai hiburan di kala senggang sambil tetap melakukan aktivitas rutin seperti biasanya.

Latar Belakang Bung Korea di Indonesia

Kritik yang dilontarkan Bung Korea bukan tanpa alasan, mengingat ia memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan tanah air. Kim Geba diketahui sudah tinggal di Indonesia sejak berusia 10 bulan dan menghabiskan masa mudanya selama dua dekade di sini.

Selama 20 tahun menetap, ia telah memahami budaya, bahasa, serta karakter masyarakat Indonesia dengan sangat baik. Kehidupannya semakin erat dengan Indonesia setelah ia memutuskan untuk meminang Aya Bernadette, seorang influencer ternama asal Indonesia.

Pengalaman hidup di dua budaya yang berbeda membuat Kim Geba merasa perlu untuk menjembatani kesalahpahaman yang terjadi. Ia berharap agar warganet Indonesia tidak terlalu mengambil hati setiap hinaan yang dilontarkan oleh kelompok rasis tersebut.

Penyebab Perilaku Toksik K-netz di Media Sosial

Beberapa pihak mencoba menganalisis mengapa perilaku toksik dan rasisme K-netz terhadap SEAblings begitu marak terjadi. Tekanan sosial yang ekstrem serta kompetisi hidup yang sangat ketat di Korea Selatan diduga menjadi pemicu utama perilaku agresif tersebut.

Media sosial akhirnya menjadi tempat pelampiasan rasa frustrasi bagi mereka yang merasa tertekan dalam kehidupan nyata di sana. Namun, Bung Korea menegaskan bahwa tekanan hidup tidak bisa menjadi pembenaran untuk bersikap rasis kepada bangsa lain.

Ia mengajak para pengikutnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing untuk membalas dengan kebencian yang serupa. Sikap dewasa warganet Indonesia diharapkan bisa menjadi tameng terbaik dalam menghadapi segala bentuk provokasi digital yang muncul.