Sanksi Petinggi Juventus: Comolli dan Chiellini Dihukum Berat
Uptodai.com - Otoritas Liga Italia resmi menjatuhkan sanksi petinggi Juventus menyusul insiden panas yang terjadi di lorong stadion saat laga kontra Inter Milan. Keputusan ini diambil setelah komisi disiplin meninjau laporan pertandingan pekan ke-25 yang berlangsung penuh drama pada Sabtu lalu.
Dua sosok sentral di jajaran manajemen Si Nyonya Tua, Damien Comolli dan Giorgio Chiellini, menjadi pihak yang paling terdampak. Keduanya terbukti melakukan tindakan yang melanggar kode etik terhadap perangkat pertandingan di area terowongan pemain. Atmosfer Derby d’Italia yang meledak tampaknya memicu emosi yang sulit terkendali dari pinggir lapangan.
Detail Hukuman Berat Damien Comolli dan Giorgio Chiellini
CEO Juventus, Damien Comolli, menerima hukuman paling berat berupa larangan mendampingi tim dalam semua aktivitas resmi hingga 31 Maret 2026. Selain skorsing durasi panjang, Comolli juga wajib membayar denda sebesar 15.000 euro atau setara dengan Rp300 juta. Otoritas liga menilai tindakan Comolli sangat intimidatif terhadap wasit Federico La Penna.
Laporan resmi menyebutkan bahwa Comolli menunjukkan sikap agresif yang berlebihan saat jeda babak pertama berlangsung. Ia bahkan dilaporkan mencoba melakukan kontak fisik dengan sang pengadil di lorong menuju ruang ganti. Beruntung, aksi nekat tersebut berhasil diredam oleh staf pelatih dan beberapa personel keamanan klub yang berada di lokasi.
Sementara itu, Giorgio Chiellini yang kini menjabat sebagai Direktur Sepak Bola juga tidak luput dari jeratan sanksi petinggi Juventus. Legenda hidup Bianconeri tersebut dijatuhi hukuman larangan beraktivitas hingga 27 Februari 2026 mendatang. Chiellini dianggap melakukan protes dengan cara yang tidak sopan dan menunjukkan kegelisahan yang provokatif di luar ruang ganti wasit.
Pemicu Keributan: Kartu Merah Pierre Kalulu dan Kontroversi VAR
Ketegangan ini bermula dari keputusan wasit Federico La Penna yang mengusir bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42. Kalulu menerima kartu kuning kedua setelah dianggap melanggar Alessandro Bastoni dalam sebuah duel perebutan bola. Kubu Juventus merasa kontak yang terjadi sangat minimal dan tidak layak berbuah kartu merah yang merugikan tim.
Para pemain dan ofisial Juventus sempat mendesak wasit untuk meninjau ulang insiden tersebut melalui layar Video Assistant Referee (VAR). Namun, protokol menyatakan bahwa kartu kuning kedua tidak termasuk dalam kategori kejadian yang bisa diintervensi oleh teknologi video. Hal inilah yang memicu kemarahan kolektif manajemen Juventus hingga berlanjut ke area terowongan pemain.
Meski bermain dengan sepuluh orang, Juventus sebenarnya menunjukkan mentalitas petarung yang luar biasa di lapangan. Mereka sempat dua kali mengejar ketertinggalan melalui aksi gemilang Andrea Cambiaso dan Manuel Locatelli. Perlawanan gigih ini membuat pertandingan berjalan sangat ketat hingga memasuki menit-menit krusial di akhir laga.
Sayangnya, perjuangan keras anak asuh Thiago Motta harus berakhir tragis di penghujung pertandingan. Gelandang Inter Milan, Piotr Zieliński, mencetak gol penentu pada menit ke-90 yang memastikan kemenangan Nerazzurri dengan skor tipis 3-2. Kekalahan menyakitkan ini, ditambah dengan sanksi petinggi Juventus, menjadi pukulan ganda bagi klub asal Turin tersebut dalam persaingan menuju tangga juara.