Shalat Tarawih di Masjidil Haram 2026: Resmi 10 Rakaat dan 3 Witir
Uptodai.com - Pelaksanaan Shalat Tarawih di Masjidil Haram pada bulan Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi resmi ditetapkan sebanyak 10 rakaat. Keputusan ini mengikuti tradisi yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir di bawah pengawasan ketat otoritas Kerajaan Arab Saudi. Selain Masjidil Haram di Makkah, aturan serupa juga berlaku penuh untuk Masjid Nabawi di Madinah.
Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci mengonfirmasi bahwa rangkaian ibadah malam tersebut akan ditutup dengan 3 rakaat shalat Witir. Dengan demikian, total terdapat 13 rakaat yang akan dilaksanakan oleh jutaan jamaah di dua masjid paling suci umat Islam tersebut. Skema ini menggunakan sistem lima kali salam atau taslim sebelum jamaah memasuki sesi shalat Witir sebagai penutup.
Pihak General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosque menegaskan bahwa format ini bertujuan menjaga kenyamanan jamaah. Mengingat volume jamaah yang membeludak, durasi shalat diatur agar tetap khusyuk namun efisien secara waktu. Hal ini memberikan kesempatan lebih luas bagi jamaah lain untuk melakukan tawaf atau ibadah mandiri lainnya.
Format Resmi Ibadah Tarawih di Tanah Suci
Keputusan mengenai Aturan Tarawih Ramadan 2026 ini menjadi perhatian besar bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah umrah. Otoritas setempat menyatakan bahwa pemilihan 10 rakaat merupakan praktik yang paling konsisten diterapkan untuk menjaga kelancaran arus jamaah. Setiap perpindahan rakaat dipantau secara ketat guna memastikan protokol keamanan tetap terjaga di area masjid.
Pemerintah Arab Saudi juga memastikan bahwa seluruh rangkaian shalat Tarawih dari Makkah dan Madinah akan disiarkan secara global. Siaran langsung ini memungkinkan umat Islam yang berada di berbagai negara untuk merasakan suasana spiritual dari pusat dunia Islam. Teknologi penyiaran terbaru dikerahkan agar kualitas audio dan visual tetap jernih diterima oleh pemirsa internasional.
Selain pengaturan rakaat, pihak kementerian terkait juga tengah mempersiapkan daftar imam yang akan memimpin shalat secara bergantian. Nama-nama imam besar yang sudah dikenal luas dipastikan akan mengisi jadwal di malam-malam utama Ramadan. Pengumuman detail mengenai jadwal imam ini biasanya dirilis secara bertahap mendekati hari pelaksanaan ibadah.
Perbedaan Awal Ramadan 1447 Hijriah
Penetapan jadwal ibadah ini beriringan dengan adanya perbedaan awal bulan suci Ramadan di berbagai belahan dunia. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar telah mengonfirmasi bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan pemantauan hilal dan perhitungan astronomi yang dilakukan oleh komite resmi kerajaan.
Sementara itu, mayoritas negara di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia diprediksi baru memulai ibadah puasa pada Kamis, 19 Februari 2026. Perbedaan ini merupakan hal yang lumrah terjadi karena letak geografis dan metode rukyatul hilal yang berbeda di setiap wilayah. Meskipun ada perbedaan waktu mulai, semangat dalam menyambut Ibadah Tarawih di Tanah Suci tetap menyatukan umat.
Bagi jamaah yang berencana mengunjungi Makkah, otoritas menyarankan untuk terus memantau aplikasi resmi terkait perizinan ibadah. Pengaturan akses masuk ke area shalat utama tetap diberlakukan guna menghindari kepadatan yang berlebihan di dalam masjid. Langkah preventif ini diambil demi menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh tamu Allah selama bulan suci berlangsung.