Shayne Pattynama di Persija Jakarta: Kendala Bahasa dan Cadangan
Uptodai.com - Shayne Pattynama di Persija Jakarta kini tengah menjadi sorotan setelah kepindahannya dari Liga Thailand pada bursa transfer paruh musim 2025-2026. Pemain bertahan andalan Timnas Indonesia ini memutuskan bergabung dengan Macan Kemayoran demi mendapatkan menit bermain yang lebih kompetitif. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa ia masih harus berjuang keras untuk menembus skuad utama pilihan pelatih.
Sejak mendarat di Jakarta, bek kiri berusia 27 tahun tersebut lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan. Shayne tercatat baru mengumpulkan total 18 menit bermain dari dua laga yang ia lakoni bersama klub barunya. Ia turun sebagai pemain pengganti saat Persija menghadapi Persita Tangerang dan Bali United, sementara pada laga kontra Arema FC, ia tidak dimainkan sama sekali.
Kondisi ini tentu memicu tanda tanya bagi para pendukung setia Persija Jakarta yang menantikan aksi impresifnya di sisi kiri pertahanan. Shayne sendiri menyadari bahwa statusnya sebagai pemain baru menuntut proses adaptasi yang tidak instan. Ia harus bersaing dengan pemain lokal yang sudah lebih dulu memahami skema taktik yang diterapkan oleh tim pelatih Macan Kemayoran.
Tantangan Adaptasi Shayne Pattynama di Persija Jakarta
Meskipun memiliki pengalaman panjang di Eropa bersama KAS Eupen, Shayne mengaku atmosfer sepak bola Indonesia memberikan tantangan tersendiri. Ia mengungkapkan bahwa proses penyesuaian diri di dalam tim berjalan cukup positif berkat kehadiran rekan-rekan di Timnas Indonesia. Nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Witan Sulaeman, hingga pemain muda Rayhan Hannan membantunya merasa lebih nyaman.
Kehadiran para pemain tersebut membuat Shayne tidak merasa asing di ruang ganti Persija Jakarta. Ia merasa beruntung karena memiliki rekan satu tim yang hebat dan sangat terbuka dalam menyambut kedatangannya. Dukungan dari sesama pemain Timnas Indonesia ini menjadi modal penting baginya untuk segera mencapai performa puncak di Liga 1.
Meski merasa sudah seperti berada di rumah sendiri, Shayne tidak menampik adanya hambatan teknis yang ia hadapi di lapangan. Salah satu yang paling menonjol adalah masalah komunikasi yang terkadang menghambat koordinasi antar pemain. Ia terus berupaya menjalin chemistry yang lebih kuat agar bisa memberikan kontribusi maksimal bagi tim kebanggaan Jakmania tersebut.
Masalah Komunikasi dan Kendala Bahasa
Shayne Pattynama secara jujur mengakui bahwa kendala bahasa menjadi salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi saat ini. Persija Jakarta memiliki sejumlah pemain asing, terutama dari Brasil, yang memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa Inggris. Hal ini terkadang membuat instruksi atau koordinasi di tengah pertandingan menjadi sedikit terhambat.
Ia menjelaskan bahwa berbicara dengan rekan setim asal Brasil membutuhkan cara komunikasi yang berbeda. Meskipun sulit, ia tetap berusaha mencari jalan keluar agar pesan taktik tetap tersampaikan dengan baik. Shayne menekankan bahwa ia terus menjalin hubungan baik dengan semua pemain tanpa memandang latar belakang negara asal mereka.
Baginya, sepak bola memiliki bahasa universal yang bisa dipahami melalui pergerakan di lapangan. Ia optimis seiring berjalannya waktu, masalah komunikasi ini akan teratasi dengan sendirinya melalui latihan rutin yang intensif. Semangat untuk menyatu dengan filosofi bermain Persija tetap menjadi prioritas utamanya saat ini.
Nasib Serupa Mauro Zijlstra di Skuad Macan Kemayoran
Kondisi yang dialami Shayne ternyata juga dirasakan oleh rekrutan baru lainnya, Mauro Zijlstra di Persija Jakarta. Striker muda yang juga berstatus pemain Timnas Indonesia ini didatangkan pada jendela transfer yang sama untuk memperkuat lini serang. Sama seperti Shayne, Mauro juga masih harus bersabar untuk mendapatkan posisi starter di lini depan.
Mauro baru saja melakoni debut singkatnya saat Persija bertemu Bali United sebagai pemain pengganti di babak kedua. Shayne mengungkapkan bahwa ia terus memberikan dukungan moral kepada Mauro agar tidak patah semangat menghadapi ketatnya persaingan. Keduanya saling membantu dalam proses adaptasi agar bisa segera memberikan dampak instan bagi performa tim secara keseluruhan.
Persija Jakarta sendiri berharap kehadiran kedua pemain berlabel Timnas ini mampu mendongkrak posisi klub di klasemen Liga 1. Dengan jadwal kompetisi yang masih panjang, peluang Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra untuk menjadi pilihan utama tetap terbuka lebar. Kini, publik sepak bola nasional menantikan kapan kedua pemain ini akan tampil sejak menit awal untuk menunjukkan kualitas aslinya.