Uptodai.com - Elon Musk kritik wanita tanpa anak kembali memicu perdebatan panas di media sosial setelah ia menyasar seorang peneliti senior dari perusahaan kecerdasan buatan ternama. Miliarder pemilik platform X tersebut melontarkan pernyataan tajam yang mempertanyakan kepedulian seseorang terhadap masa depan jika mereka belum memiliki keturunan.

Target kritik Musk kali ini adalah Amanda Askell, seorang ahli yang bekerja di Anthropic untuk mengembangkan kepribadian dan batasan moral pada chatbot Claude. Melalui unggahan terbarunya, Musk secara terang-terangan menyebut bahwa individu yang tidak memiliki anak sebenarnya tidak memiliki kepentingan nyata dalam menjaga masa depan peradaban.

Pernyataan ini muncul setelah profil Askell diterbitkan oleh The Wall Street Journal, yang memicu reaksi keras dari ayah 14 anak tersebut. Musk berpendapat bahwa orang tua memiliki motivasi yang jauh lebih besar untuk memastikan dunia tetap layak huni bagi generasi berikutnya dibandingkan mereka yang hidup melajang atau tanpa anak.

Kontroversi Elon Musk Terkait Kepemilikan Anak

Elon Musk memang dikenal sebagai sosok yang sangat vokal mengenai ancaman penurunan populasi global yang ia anggap sebagai risiko besar bagi manusia. Ia sering menekankan bahwa memiliki banyak anak adalah sebuah kewajiban moral bagi setiap individu yang mampu demi menjaga eksistensi spesies manusia.

Dalam komentarnya terhadap Askell, Musk menegaskan bahwa mereka yang tidak memiliki anak tidak memiliki “taruhan” atau kepentingan langsung dalam apa yang akan terjadi puluhan tahun mendatang. Pandangan ini sejalan dengan filosofi pro-natalisme yang selama ini ia gaungkan di berbagai kesempatan dan wawancara media internasional.

Namun, kritik ini langsung mendapat perhatian luas karena dianggap menyerang ranah privasi dan pilihan hidup seseorang secara personal. Banyak pihak menilai bahwa kontribusi seseorang terhadap masa depan, terutama dalam pengembangan teknologi AI, tidak bisa diukur hanya dari status orang tua atau jumlah anak yang mereka miliki.

Jawaban Amanda Askell Terhadap Kritik Musk

Amanda Askell tidak tinggal diam menanggapi sindiran pedas dari orang terkaya di dunia tersebut melalui akun media sosialnya. Ia memberikan penjelasan yang tenang namun mendalam mengenai bagaimana ia memandang tanggung jawab moral terhadap masa depan meskipun saat ini belum memiliki anak.

Askell mengungkapkan bahwa kepedulian terhadap dunia tidak selalu harus didorong oleh hubungan darah atau garis keturunan langsung. Menurutnya, rasa empati terhadap kesejahteraan orang lain secara umum merupakan motivasi yang cukup kuat untuk bekerja keras membangun teknologi yang aman dan bermanfaat bagi semua orang.

Meskipun ia mengaku memiliki niat untuk mempunyai anak di masa depan, Askell menegaskan bahwa kepentingannya saat ini tetap sangat kuat. Ia merasa memiliki tanggung jawab etis untuk memastikan kecerdasan buatan berkembang ke arah yang positif bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.

Visi Masa Depan dan Kepedulian Sosial

Peneliti Anthropic ini juga menambahkan bahwa menjadi orang tua memang memberikan perspektif baru yang mendalam tentang masa depan. Namun, ia tidak setuju jika hal tersebut dijadikan satu-satunya tolok ukur apakah seseorang pantas atau kompeten dalam menjalankan pekerjaan profesional yang berdampak luas.

Askell menjelaskan bahwa ia selalu berusaha menjaga objektivitas dalam setiap pemikirannya, termasuk dalam spektrum politik dan sosial. Ia mendeskripsikan dirinya sebagai sosok yang tidak terjebak dalam polarisasi ekstrem, baik dari kubu kanan maupun kubu kiri dalam kancah politik Amerika Serikat.

Sikap moderat ini ia terapkan dalam pekerjaannya di Anthropic untuk memastikan chatbot Claude memiliki etika yang seimbang dan tidak memihak. Perdebatan ini pun akhirnya membuka diskusi lebih luas mengenai bagaimana nilai-nilai personal seorang pengembang teknologi dapat memengaruhi arah inovasi masa depan.