Uptodai.com - Arsenal buang kemenangan lawan Wolves dalam laga lanjutan Premier League yang berlangsung di Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum bagi The Gunners untuk menjauh dari kejaran Manchester City justru berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi kubu London Utara.

Skuad asuhan Mikel Arteta sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan dan mendominasi jalannya permainan sejak peluit pertama dibunyikan. Bukayo Saka membuka keunggulan tim tamu melalui penyelesaian akhir yang tenang, disusul oleh gol dari Piero Hincapie yang membuat Arsenal memimpin 2-0 di babak pertama.

Keunggulan dua gol tersebut seolah memberikan sinyal bahwa tiga poin sudah berada dalam genggaman Meriam London. Namun, situasi berubah drastis pada paruh kedua saat Wolverhampton mulai memberikan tekanan bertubi-tubi ke lini pertahanan Arsenal yang mendadak kehilangan fokus.

Drama Menit Akhir di Stadion Molineux

Kebangkitan tuan rumah dimulai ketika Hugo Bueno melepaskan tembakan jarak jauh spektakuler yang gagal diantisipasi oleh barisan pertahanan Arsenal. Gol tersebut membakar semangat para pemain Wolves dan membuat atmosfer Stadion Molineux menjadi sangat intimidatif bagi tim tamu.

Petaka bagi Arsenal benar-benar terjadi pada masa injury time babak kedua melalui sebuah kemelut di depan gawang. Kiper David Raya melakukan kesalahan fatal saat gagal menangkap bola dengan sempurna yang kemudian disambar oleh Tom Edozie menjadi gol penyeimbang.

Meskipun Riccardo Calafiori sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghalau bola di garis gawang, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Skor imbang 2-2 bertahan hingga laga usai, memaksa Arsenal pulang hanya dengan tambahan satu poin yang terasa seperti sebuah kekalahan besar.

Mikel Arteta Kritik Pemain Arsenal dengan Keras

Pasca pertandingan, manajer Mikel Arteta tidak dapat menyembunyikan kemarahannya atas kegagalan timnya mempertahankan keunggulan. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai anak asuhnya tidak menunjukkan mentalitas juara yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi Liga Inggris.

Arteta menegaskan bahwa performa di babak kedua sangat jauh dari standar yang ia tetapkan bagi para pemainnya. Ia merasa timnya terlalu mudah memberikan celah bagi lawan untuk bangkit dan menghukum kesalahan-kesalahan mendasar yang seharusnya tidak terjadi.

“Sangat sulit untuk menerima hasil ini karena kami tidak bermain di level yang seharusnya pada babak kedua,” ujar Arteta dengan nada tinggi. Ia menambahkan bahwa timnya pantas mendapatkan hasil buruk ini karena gagal melakukan hal-hal fundamental dalam menjaga kedalaman pertahanan.

Inkonsistensi Menjadi Ancaman Perburuan Gelar

Masalah inkonsistensi menjadi sorotan utama Arteta yang menganggap Arsenal sering kehilangan arah saat berada di bawah tekanan lawan. Kegagalan meraih poin penuh ini membuat ambisi Arsenal untuk memperlebar jarak tujuh poin dari Manchester City kini sirna begitu saja.

Arteta menuntut para pemainnya untuk segera bangkit dan menunjukkan karakter asli mereka di pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia memperingatkan bahwa persaingan menuju gelar juara tidak akan memberikan toleransi bagi tim yang sering membuang peluang emas seperti yang terjadi di Molineux.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Bukayo Saka yang mengakui adanya penurunan standar permainan tim secara kolektif. Para pemain Arsenal kini harus mengevaluasi diri sebelum kembali bertarung demi menjaga asa mereka tetap berada di jalur perebutan trofi Premier League musim ini.