Tiket Penyeberangan Merak-Bakauheni Ludes untuk Mudik Lebaran 2026
Uptodai.com - Tiket penyeberangan Merak-Bakauheni ludes terjual untuk kategori kendaraan pribadi pada periode puncak mudik Lebaran 2026 mendatang. Berdasarkan pantauan terbaru melalui aplikasi Ferizy, antusiasme masyarakat untuk mengamankan slot penyeberangan antarpulau ini meningkat sangat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini memaksa para calon pemudik yang belum memiliki tiket untuk mencari alternatif jadwal atau moda transportasi lain. Pasalnya, ketersediaan tiket untuk mobil pribadi pada kelas reguler sudah tidak lagi ditemukan untuk keberangkatan akhir Maret. Fenomena ini menjadi sinyal awal bahwa pergerakan massa pada musim mudik tahun ini akan sangat masif.
Rincian Jadwal Tiket yang Habis Terjual
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan bahwa tiket kelas reguler untuk mobil pribadi rute Merak menuju Bakauheni sudah habis sejak tanggal 12 hingga 31 Maret 2026. Para pengguna jasa yang mengincar keberangkatan di periode tersebut kini tidak lagi bisa melakukan pemesanan melalui sistem daring. Lonjakan pesanan ini terjadi merata di hampir semua jam keberangkatan favorit.
Sementara itu, untuk layanan di dermaga ekspres, tiket mobil pribadi pada rute yang sama juga sudah ludes pada periode 18 hingga 19 Maret 2026. Sebaliknya, arus dari Bakauheni menuju Merak juga menunjukkan tren serupa. Tiket kelas reguler untuk mobil pribadi pada tanggal 18 dan 19 Maret 2026 terpantau sudah habis dipesan oleh masyarakat.
Kepadatan ini ternyata tidak hanya terjadi di Selat Sunda, namun juga merambah ke wilayah timur Jawa. Penyeberangan rute Ketapang menuju Gilimanuk untuk mobil pribadi juga sudah habis terjual untuk periode 18 hingga 31 Maret 2026. Hal yang sama berlaku untuk arah sebaliknya, yakni dari Gilimanuk menuju Ketapang yang sudah tidak menyisakan slot untuk kendaraan roda empat.
Ketersediaan Tiket untuk Pengguna Sepeda Motor
Meskipun tiket untuk mobil pribadi sulit didapatkan, ASDP mengonfirmasi bahwa tiket untuk kategori sepeda motor masih tersedia. Untuk rute Ketapang-Gilimanuk maupun sebaliknya, para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua masih bisa memilih jadwal keberangkatan secara fleksibel. Pengguna motor diimbau untuk segera melakukan pemesanan sebelum kuota harian terpenuhi.
Pihak ASDP terus memantau pergerakan data di aplikasi Ferizy guna memastikan sistem tetap stabil melayani lonjakan akses dari calon penumpang. Masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi melalui saluran resmi untuk mengetahui jika ada penambahan kuota atau perubahan jadwal operasional. Kesadaran untuk memesan tiket jauh-jauh hari menjadi kunci kelancaran perjalanan mudik kali ini.
Strategi ASDP Hadapi Lonjakan Penumpang
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mengawal layanan penyeberangan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penguatan armada hingga optimalisasi sistem operasional di lapangan. Fokus utama perusahaan adalah menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa selama masa angkutan Lebaran.
ASDP menyiagakan sebanyak 75 unit kapal yang akan beroperasi sesuai dengan pengaturan jadwal yang ketat. Selain itu, jumlah dermaga ekspres ditambah menjadi dua unit untuk mempercepat proses muat kendaraan ke dalam kapal. Langkah ini diambil guna meminimalisir antrean panjang yang sering terjadi di area pelabuhan saat beban puncak.
“Kami mengoptimalkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” ungkap Heru Widodo. Ia juga menambahkan bahwa distribusi logistik tidak akan terhambat meski volume kendaraan pribadi mengalami kenaikan signifikan. Pengaturan jalur khusus logistik tetap menjadi perhatian utama petugas di lapangan.
Pengerahan Ribuan Personel di Titik Krusial
Untuk mendukung kelancaran operasional, ASDP mengerahkan sebanyak 1.197 personel di Pelabuhan Merak dan 786 personel di Pelabuhan Bakauheni. Ribuan petugas ini akan fokus pada pengaturan kendaraan di area parkir, pelayanan penumpang di terminal, hingga pengawasan keselamatan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan solusi cepat jika terjadi kendala teknis.
Proyeksi pergerakan penumpang angkutan Lebaran 2026 secara nasional diperkirakan mencapai 5,8 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 9,4 persen dibandingkan dengan periode mudik tahun sebelumnya. Sementara itu, volume kendaraan diprediksi akan menembus 1,4 juta unit, atau naik sebesar 9,3 persen dari data tahun lalu.
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Perhubungan yang telah menyiapkan total 255 unit kapal di berbagai lintasan penyeberangan. Kapasitas angkut secara nasional diprediksi mampu menampung hingga 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan. Dengan sinergi antarinstansi ini, pemerintah optimistis mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026 akan berjalan lebih lancar dan terkendali.