Steam Deck LCD Resmi Disuntik Mati Valve, Opsi Handheld Gaming Murah Kini Tinggal Kenangan?
Uptodai.com - Era Steam Deck versi murah akhirnya benar-benar mencapai garis akhir. Valve secara resmi menghentikan produksi Steam Deck LCD 256GB, model yang selama ini dikenal sebagai pintu masuk paling terjangkau ke ekosistem handheld PC gaming milik mereka. Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya fase Steam Deck berbasis layar LCD di pasar global.
Dengan langkah tersebut, Steam Deck LCD 256GB tidak akan lagi diproduksi. Artinya, setelah stok yang tersisa di pasaran habis terjual, konsumen tidak akan menemukan model ini kembali di toko resmi maupun distributor.
Steam Deck Murah Tak Lagi Jadi Pilihan
Selama ini, Steam Deck LCD 256GB menjadi varian favorit bagi gamer yang ingin merasakan pengalaman PC gaming portabel tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Di Amerika Serikat, perangkat ini dijual seharga USD 399. Sementara itu, di Indonesia, harganya berkisar antara Rp6 juta hingga Rp8 jutaan, tergantung penjual dan kondisi pasar.
Namun kini, situasinya berubah. Konsumen yang ingin membeli Steam Deck secara resmi hanya dihadapkan pada dua opsi, yakni Steam Deck OLED 512GB dan Steam Deck OLED 1TB. Keduanya diposisikan sebagai varian premium dengan harga yang jelas lebih tinggi.
Konfirmasi Resmi dari Valve
Penghentian produksi ini bukan sekadar rumor. Valve secara terbuka mengonfirmasi keputusan tersebut melalui halaman toko resmi Steam Deck. Pada daftar produk, kini tertera keterangan bahwa model Steam Deck LCD 256GB sudah tidak lagi diproduksi.
“Kami tidak lagi memproduksi model Steam Deck LCD 256GB. Setelah stok habis, produk ini tidak akan tersedia lagi,” tulis Valve dalam pernyataan resminya.
Sebagai penguat, laporan dari The Verge menyebutkan bahwa Steam Deck LCD 256GB telah kehabisan stok di situs resmi Valve untuk wilayah Amerika Serikat. Fakta ini memperjelas bahwa tidak ada rencana restock atau produksi ulang ke depannya.
Perjalanan Steam Deck LCD Resmi Berakhir
Keputusan ini sekaligus menutup perjalanan Steam Deck LCD yang pertama kali diperkenalkan pada 2022. Saat itu, Steam Deck langsung mencuri perhatian karena menawarkan pengalaman PC gaming berbasis SteamOS dalam format konsol genggam sesuatu yang belum banyak dilakukan kompetitor.
Pada awal kemunculannya, Steam Deck LCD hadir dalam tiga varian penyimpanan, yakni 64GB, 256GB, dan 512GB. Namun, seiring waktu, Valve mulai merampingkan lini produknya. Model 64GB dan 512GB lebih dulu disetop ketika Steam Deck OLED resmi meluncur pada 2023.
Dengan demikian, Steam Deck LCD 256GB menjadi “LCD terakhir” yang bertahan hingga akhir 2024. Kini, fokus Valve sepenuhnya beralih ke teknologi OLED.
Steam Deck OLED Jadi Tulang Punggung Baru
Saat ini, Valve hanya memasarkan dua model Steam Deck secara resmi, yaitu Steam Deck OLED 512GB dan Steam Deck OLED 1TB. Masing-masing dibanderol USD 549 dan USD 649.
Selain mengusung layar OLED yang lebih tajam dan kaya warna, kedua model ini juga membawa peningkatan signifikan pada daya tahan baterai, efisiensi daya, serta kenyamanan visual. Oleh karena itu, meskipun lebih mahal, Steam Deck OLED kerap disebut sebagai versi paling “matang” dari visi handheld gaming Valve.
Namun demikian, absennya varian LCD otomatis menghilangkan opsi Steam Deck dengan harga lebih ramah di kantong. Kondisi ini memicu pertanyaan besar: apakah era handheld gaming murah dari Valve benar-benar telah berakhir?
Isyarat Menuju Steam Deck Generasi Kedua
Meski Valve tidak mengungkap alasan detail di balik penghentian Steam Deck LCD, banyak pihak menilai langkah ini berkaitan erat dengan strategi jangka panjang perusahaan. Salah satu spekulasi terkuat adalah persiapan menuju Steam Deck generasi kedua.
Beberapa waktu lalu, Valve mengumumkan perangkat Steam Machine terbaru, sebuah hybrid PC-konsol berbasis SteamOS yang dijadwalkan meluncur pada awal 2026. Pengumuman tersebut juga dibarengi rencana kehadiran controller Steam generasi kedua serta headset VR terbaru bernama Steam Frame.
Walau tidak menyebut Steam Deck secara eksplisit, Valve mengakui bahwa mereka telah memiliki gambaran yang cukup jelas tentang masa depan lini handheld-nya.
Valve Tak Mau Upgrade Setengah-Setengah
Insinyur perangkat lunak Valve, Pierre-Loup Griffais, dalam wawancara dengan IGN, menegaskan bahwa Valve tidak tertarik merilis Steam Deck baru dengan peningkatan performa yang minim.
“Kami tidak tertarik membuat perangkat dengan peningkatan performa 20 atau 30 persen saja. Kami ingin lompatan yang benar-benar signifikan,” ujar Griffais.
Menurutnya, Valve masih menunggu teknologi silikon dan arsitektur System-on-Chip (SoC) yang mampu memberikan lonjakan performa besar tanpa mengorbankan efisiensi daya dan daya tahan baterai.
Menunggu Waktu yang Tepat
Griffais menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada SoC di pasaran yang memenuhi standar internal Valve untuk disebut sebagai fondasi Steam Deck generasi berikutnya. Meski konsep dan arahnya sudah ada, realisasi produk tersebut masih membutuhkan waktu.
“Kami cukup yakin dengan gambaran Steam Deck berikutnya. Namun, saat ini belum ada penawaran SoC yang benar-benar cocok,” tutupnya.
Dengan dihentikannya Steam Deck LCD, satu hal menjadi jelas: Valve sedang bersiap melangkah ke fase berikutnya. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Steam Deck 2 akan hadir, melainkan kapan dan seberapa besar lompatan yang akan dibawanya.