Waspada Takjil, Ini Ciri Makanan Mengandung Formalin dan Boraks
Uptodai.com - Mengenali ciri makanan mengandung formalin dan boraks menjadi hal krusial bagi masyarakat, terutama saat intensitas berbelanja panganan siap saji atau takjil meningkat. Tampilan visual yang menggugah selera seringkali menipu mata konsumen sehingga mengabaikan aspek keamanan kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara konsisten mengingatkan warga agar tidak sekadar tergiur oleh warna cerah atau tekstur yang tampak sempurna.
Penyalahgunaan bahan kimia industri pada produk pangan masih menjadi ancaman serius di berbagai pasar tradisional maupun modern. Zat berbahaya seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil kerap ditemukan dalam sampel makanan yang beredar luas. BPOM menegaskan bahwa ketelitian konsumen sebelum membeli adalah benteng pertahanan utama dalam menjaga kesehatan keluarga dari paparan racun jangka panjang.
Mengenal Karakteristik Makanan Berformalin
Formalin sebenarnya merupakan cairan yang diperuntukkan bagi industri kayu, tekstil, bahkan sebagai bahan pengawet jenazah. Namun, oknum tidak bertanggung jawab sering menyalahgunakannya sebagai pengawet makanan agar produk tidak cepat busuk dan tetap terlihat segar. Konsumsi zat ini secara terus-menerus dapat memicu kerusakan organ dalam hingga risiko kanker yang mematikan.
Ada beberapa indikator fisik yang bisa Anda amati untuk mendeteksi keberadaan formalin pada bahan pangan. Makanan yang mengandung formalin biasanya memiliki tekstur yang sangat kokoh, tidak mudah hancur, dan cenderung kenyal berlebihan. Jika Anda menemukan mi basah atau tahu yang tetap awet lebih dari satu hari di suhu ruang, Anda patut menaruh kecurigaan besar.
Selain daya tahan yang tidak wajar, aroma kimia yang khas dan menyengat seringkali tercium meski sudah melalui proses pencucian. Produk seperti ikan asin, mi basah, dan tahu putih adalah jenis pangan yang paling sering menjadi sasaran penyalahgunaan formalin. Pastikan Anda selalu mencium aroma alami bahan makanan sebelum memutuskan untuk membayarnya di kasir atau pedagang kaki lima.
Waspada Tekstur Kenyal Berlebihan dari Boraks
Selain formalin, boraks atau yang dikenal di masyarakat dengan sebutan bleng dan pijer juga sering menghantui produk pangan harian. Bahan kimia ini berfungsi untuk memberikan tekstur kenyal dan meningkatkan elastisitas makanan agar tampak lebih menarik bagi pembeli. Boraks biasanya ditemukan pada jajanan populer seperti bakso, siomay, lontong, hingga kerupuk gendar.
Makanan yang mengandung boraks memiliki ciri khas tekstur yang sangat membal dan tidak mudah patah saat ditarik. Pada produk kerupuk, keberadaan boraks seringkali meninggalkan rasa getir atau pahit di lidah setelah dikonsumsi. Selain itu, makanan yang terpapar boraks cenderung memiliki warna yang lebih putih bersih atau mengkilap dibandingkan produk alami tanpa bahan tambahan berbahaya.
Dampak kesehatan dari akumulasi boraks dalam tubuh sangatlah berbahaya bagi sistem saraf dan fungsi ginjal. Penggunaan boraks dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan kronis hingga kerusakan fungsi hati yang permanen. Masyarakat dihimbau untuk lebih memilih produk yang memiliki izin edar resmi atau membeli dari produsen yang sudah terpercaya integritasnya.
Bahaya Pewarna Tekstil Rhodamin B pada Jajanan
Tak hanya pengawet, penggunaan pewarna tekstil seperti Rhodamin B juga masih sering ditemukan pada berbagai jenis kue basah dan minuman. Zat pewarna sintetis ini memberikan tampilan warna merah muda atau pink yang sangat mencolok dan cenderung berpendar di bawah cahaya. Warna yang dihasilkan biasanya tidak merata dan meninggalkan titik-titik pigmen warna yang tajam pada permukaan makanan.
Pewarna industri ini sangat berbahaya jika masuk ke dalam sistem metabolisme manusia karena sifatnya yang karsinogenik. BPOM menyarankan agar konsumen menghindari makanan dengan warna yang terlalu kontras atau tidak alami. Memilih panganan dengan pewarna alami dari tumbuhan seperti daun suji atau kunyit jauh lebih aman bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, selalu terapkan prinsip Cek KLIK yang direkomendasikan oleh BPOM sebelum mengonsumsi produk kemasan. Periksa Kemasan, baca Label, pastikan ada Izin edar, dan jangan lupa melihat tanggal Kedaluwarsa produk tersebut. Kesadaran kolektif dalam memilih pangan sehat akan mendorong para produsen untuk lebih bertanggung jawab dalam menyajikan makanan yang aman.