Amran Sulaiman Ungkap Penyebab Harga Sembako Naik, Ancam Cabut Izin
Uptodai.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akhirnya blak-blakan mengungkap penyebab harga sembako naik yang belakangan meresahkan masyarakat luas. Berdasarkan data terbaru, lonjakan harga ini ternyata bukan dipicu oleh minimnya stok nasional, melainkan adanya permainan di rantai pasok.
Amran merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya anomali harga yang sangat mencolok. Kenaikan harga yang signifikan justru terjadi pada tingkat perantara atau middleman, bukan di tingkat produsen maupun petani.
Kondisi ini membuat masyarakat sebagai konsumen akhir harus menanggung beban ekonomi yang jauh lebih berat. Amran menilai praktik ini sangat merugikan rakyat kecil yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan pokok harian mereka.
Praktik Middleman Picu Pemicu Kenaikan Harga Pangan
Menurut pantauan Kementerian Pertanian, rantai pasok tingkat menengah mengalami lonjakan margin keuntungan hingga mencapai 30 persen. Amran menegaskan bahwa kenaikan sebesar itu sangat tidak wajar dan cenderung eksploitatif terhadap pasar.
Pemerintah mencatat bahwa produksi pangan dalam negeri, terutama minyak goreng, sebenarnya berada dalam kondisi yang sangat melimpah. Oleh karena itu, lonjakan harga di pasar ritel dianggap sebagai fenomena yang tidak rasional dan dipaksakan oleh pihak tertentu.
Amran merasa heran mengapa harga tetap melambung tinggi di saat pasokan barang justru sedang meluap di gudang-gudang produksi. Ia menduga kuat ada oknum yang sengaja menahan stok atau memainkan harga demi keuntungan pribadi yang sesaat.
Temuan Kasus di Bandung dan Sanksi Distributor Nakal
Salah satu bukti nyata adanya permainan harga ditemukan oleh tim lapangan pemerintah saat melakukan inspeksi mendadak di wilayah Bandung. Petugas menemukan selisih harga yang sangat tidak manusiawi pada tingkat distributor besar di daerah tersebut.
Pemerintah langsung menerjunkan tim khusus pada malam hari untuk memverifikasi temuan selisih harga sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram. Perbedaan harga yang mencolok ini dianggap sebagai tindakan yang melampaui batas kewajaran dalam berbisnis.
Amran memberikan peringatan keras bahwa pemerintah tidak akan segan melakukan sanksi distributor nakal yang terbukti melakukan praktik curang. Langkah tegas berupa pencabutan izin usaha secara permanen sudah disiapkan bagi para pelanggar aturan distribusi.
Ketegasan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional
Praktik spekulasi harga semacam ini biasanya sering berulang setiap kali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti bulan Ramadan. Amran menegaskan bahwa kebiasaan buruk para pemburu rente ini harus segera dihentikan secara total.
Pihak kementerian meminta aparat penegak hukum untuk ikut mengawal distribusi pangan agar tetap stabil dan transparan. Jangan sampai momentum suci Ramadan justru dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengeruk keuntungan secara tidak halal.
Selain distributor, para produsen dan importir juga berada dalam pengawasan ketat radar Kementerian Pertanian. Amran mengingatkan agar mereka tidak ikut-ikutan menaikkan harga dengan berbagai alasan teknis yang tidak berdasar.
Khusus untuk komoditas daging, Amran memberikan ancaman serius bagi para importir sapi bakalan yang mencoba bermain harga. Jika ditemukan adanya pelanggaran, pemerintah akan langsung melakukan pencabutan izin usaha distributor dan melarang mereka melakukan impor selamanya.