Gibran Dorong Peran Santri Era Teknologi di Pesantren Al Hamid
Uptodai.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya peran santri era teknologi saat mengunjungi Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang bertujuan mempererat silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat. Gibran disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Al Hamid, K.H. Lukman Hakim Hamid, beserta jajaran pengurus dan ribuan santri yang antusias.
Dalam pertemuan tersebut, Wapres berdialog mengenai masa depan pendidikan Islam di Indonesia yang harus adaptif terhadap perubahan zaman. Ia melihat potensi besar yang tersimpan di dalam lingkungan pesantren untuk menggerakkan roda ekonomi nasional. Gibran berharap pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga inkubator bagi inovasi teknologi mutakhir.
Pesantren Sebagai Hub Inovasi dan Teknologi Modern
Wapres Gibran mendorong agar pesantren pusat ekonomi dan inovasi benar-benar terwujud melalui penguasaan keahlian teknis oleh para santri. Ia menyebutkan bahwa kemajuan teknologi yang masif saat ini menuntut pesantren untuk melahirkan generasi yang melek digital. Pemerintah ingin melihat santri yang mahir dalam mengelola pertanian modern serta peternakan berbasis teknologi.
Selain sektor agraris, Gibran juga menyoroti pentingnya penguasaan bidang robotik, blockchain, hingga kecerdasan buatan atau AI. Penguasaan teknologi ini dianggap krusial agar lulusan pesantren mampu bersaing di pasar kerja global yang semakin kompetitif. Dengan bekal tersebut, santri dapat menciptakan solusi digital yang relevan bagi kebutuhan masyarakat luas.
Transformasi ini diharapkan mampu mengubah wajah pesantren menjadi institusi yang mandiri secara ekonomi. Pemanfaatan teknologi blockchain, misalnya, dapat digunakan untuk transparansi pengelolaan dana filantropi Islam seperti zakat dan wakaf. Sementara itu, AI dapat membantu santri dalam melakukan riset-riset mendalam yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Komitmen Pemerintah Prabowo-Gibran untuk Pesantren
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap agenda pembangunan berbasis pesantren. Wapres menegaskan bahwa pesantren merupakan bagian integral dari strategi besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dukungan pemerintah akan terus mengalir melalui berbagai program penguatan infrastruktur digital di lingkungan pendidikan keagamaan.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak ada ketimpangan akses teknologi antara sekolah umum dan pesantren. Gibran meyakini bahwa santri masa kini memiliki kapasitas untuk tampil sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. Ia ingin para santri menjadi pencipta peluang kerja baru melalui startup-startup berbasis syariah yang inovatif.
Menjaga Akhlak di Tengah Arus Digitalisasi
Meskipun mendorong penguasaan teknologi tinggi, Wapres mengingatkan para santri agar tetap memegang teguh jati diri dan nilai-nilai akhlak. Kemajuan intelektual dan teknis harus berjalan beriringan dengan integritas moral yang selama ini menjadi ciri khas pesantren. Hal ini menjadi benteng utama dalam menghadapi dampak negatif dari arus informasi digital yang tidak terbatas.
Para santri diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Dengan kombinasi antara ilmu agama yang kuat dan keahlian teknologi, santri akan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh. Gibran optimis bahwa sinergi antara tradisi pesantren dan inovasi modern akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.