Hasil All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri
Uptodai.com - Hasil All England 2026 Raymond Joaquin kembali mencatatkan tinta emas setelah berhasil menumbangkan seniornya di babak 16 besar. Pasangan ganda putra muda Indonesia ini menunjukkan mental baja saat menghadapi tekanan di Utilita Arena Birmingham, Inggris. Mereka sukses menyegel satu tiket ke perempat final setelah melalui pertarungan sengit selama tiga gim.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengalahkan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lewat drama rubber game. Skor akhir 8-21, 21-14, dan 21-16 menjadi bukti dominasi pasangan muda ini atas senior mereka. Kemenangan tersebut sekaligus mempertegas dominasi Raymond/Joaquin yang kini unggul head-to-head 3-0 atas Fajar/Fikri.
Sebelumnya, Raymond/Joaquin juga berhasil membungkam Fajar/Fikri pada partai final Australia Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026. Tren positif ini menunjukkan bahwa pasangan muda Indonesia mulai mampu bersaing di level tertinggi dunia. Mereka kini menjadi salah satu tumpuan baru Indonesia di sektor ganda putra pada ajang bergengsi All England.
Evaluasi Teknis dan Perubahan Strategi di Lapangan
Memasuki gim pertama, Raymond/Joaquin sebenarnya sempat mengalami kesulitan besar dalam mengembangkan permainan. Mereka menyerah dengan skor cukup telak 8-21 karena gagal mengantisipasi kondisi lapangan yang berbeda dari laga sebelumnya. Raymond mengakui bahwa ketiadaan angin di lapangan membuat mereka terlambat melakukan adaptasi teknis.
Fajar/Fikri yang lebih berpengalaman langsung menekan sejak awal laga dengan permainan net yang sangat rapat. Kondisi ini memaksa Raymond/Joaquin banyak melakukan kesalahan sendiri pada bola-bola pertama dan kedua. Namun, situasi berubah drastis ketika memasuki gim kedua saat pasangan muda ini mengubah taktik secara total.
Joaquin menjelaskan bahwa mereka sengaja menjauhkan bola dari area net untuk memancing lawan bermain reli panjang. Strategi ini terbukti ampuh meredam agresivitas Fajar/Fikri yang biasanya sangat kuat dalam permainan cepat. Dengan sabar, Raymond/Joaquin mengumpulkan poin demi poin hingga memaksakan terjadinya gim penentu.
Persiapan Menghadapi Unggulan China di Perempat Final
Pada gim ketiga, ketegangan sempat menyelimuti pasangan muda ini ketika keunggulan mereka hampir terkejar oleh sang senior. Beruntung, komunikasi yang solid di lapangan membuat mereka tetap tenang dan mampu menutup pertandingan dengan kemenangan. Mentalitas pantang menyerah menjadi kunci utama keberhasilan mereka melaju ke babak delapan besar.
Lawan berat sudah menanti Raymond/Joaquin di babak perempat final All England 2026 mendatang. Mereka akan menantang unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, yang dikenal memiliki pertahanan sangat rapat. Joaquin menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah pemulihan fisik dan analisis video pertandingan lawan.
Selain aspek teknis, mereka juga menyoroti pentingnya keyakinan diri saat menghadapi pemain top dunia. Raymond dan Joaquin sepakat bahwa di level perempat final, semua pemain memiliki peluang yang sama untuk menang. Mereka bertekad memaksimalkan setiap kesempatan yang ada demi membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.
Rekapitulasi Wakil Indonesia di Babak 16 Besar
Keberhasilan Raymond/Joaquin juga diikuti oleh beberapa wakil Indonesia lainnya yang tampil impresif di Birmingham. Tunggal putri andalan, Putri Kusuma Wardani, sukses melaju ke perempat final usai menundukkan wakil Korea, Kim Ga Eun. Putri KW menang dua gim langsung dengan skor ketat 25-23 dan 21-15.
Di sektor ganda putra lainnya, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Rahmad Hidayat juga memetik hasil positif. Mereka menyingkirkan unggulan kedelapan asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzudin, dengan skor 23-21 dan 21-16. Kemenangan ini menambah daftar wakil Indonesia yang masih bertahan di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari turut melengkapi kegembiraan tim Merah Putih. Mereka berjuang keras mengalahkan pasangan Jepang, Rie Iwanaga/Kie Nakanishi, melalui pertarungan tiga gim yang melelahkan. Sayangnya, langkah Jonatan Christie harus terhenti setelah kalah dari wakil Chinese Taipei, Lin Chun-Yi.