Uptodai.com - Dunia musik tanah air kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya melalui kabar duka mengenai Profil Donny Fattah God Bless yang mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Maret 2026. Kepergian sang maestro bass ini meninggalkan celah yang sulit tergantikan dalam sejarah perkembangan musik rock di Indonesia.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh sang putra, Iman Fattah, melalui pesan singkat kepada awak media. Iman mengabarkan bahwa ayahnya telah berpulang dan memohon doa terbaik dari seluruh masyarakat serta penggemar setia yang selama ini mendukung karier ayahnya.

Kepergian Sang Maestro Bass Indonesia

Donny Fattah, yang memiliki nama lengkap Jidon Patta Onda Gagola, lahir di Manado pada 24 September 1949. Selama puluhan tahun, publik mengenalnya sebagai nyawa dari dentuman bass God Bless, sebuah band yang menjadi kiblat musik rock tanah air.

Keluarga besar God Bless dan para kolega musisi merasa sangat kehilangan sosok yang dikenal rendah hati namun sangat disiplin dalam berkarya. Donny bukan sekadar anggota band, melainkan pilar yang menjaga stabilitas grup tersebut selama lebih dari lima dekade.

Kepergiannya pada usia 76 tahun menandai berakhirnya sebuah era keemasan bagi panggung rock Indonesia. Banyak musisi muda yang merasa berutang budi atas ilmu dan inspirasi yang Donny bagikan sepanjang hidupnya.

Jejak Awal Karier dan Lahirnya God Bless

Perjalanan panjang Donny di dunia musik bermula dari sebuah tempat bernama Lemans Pub. Di sana, ia bersama rekan-rekan sejawatnya membentuk sebuah grup bernama Crazy Wheels yang sering membawakan lagu-lagu rock mancanegara dengan energi luar biasa.

Seiring berjalannya waktu, Crazy Wheels mengalami transformasi besar hingga akhirnya mereka sepakat menggunakan nama God Bless. Nama ini pertama kali diperkenalkan secara resmi kepada publik dalam konser megah di Taman Ismail Marzuki pada 5 Mei 1973.

Bersama vokalis Achmad Albar, Donny Fattah membangun fondasi God Bless menjadi sangat kokoh. Mereka berhasil merilis berbagai album ikonik seperti “Huma di Atas Bukit” dan “Semut Hitam” yang hingga kini masih sering diputar oleh pecinta musik lintas generasi.

Inovasi Teknik Bass Funky Thump yang Mendunia

Sebagai pemain bass, Donny Fattah memiliki karakter yang sangat kuat dan sulit ditiru oleh musisi lain. Ia tidak hanya sekadar mengikuti ketukan drum, tetapi sering kali melakukan improvisasi panggung yang sangat teknikal dan dinamis.

Donny mengaku banyak mengambil inspirasi dari pemain bass kelas dunia seperti Stanley Clarke dan Geddy Lee dari band Rush. Pengaruh tersebut ia ramu sedemikian rupa hingga melahirkan teknik funky thump yang kemudian menjadi ciri khasnya.

Teknik permainan bass yang enerjik ini tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga diakui oleh musisi mancanegara. Para pemain bass di Malaysia dan Singapura bahkan menjadikan gaya permainan Donny sebagai referensi utama dalam belajar instrumen bass rock.

Kontribusi Donny Fattah Sebagai Pencipta Lagu

Selain piawai membetot senar bass, Donny juga merupakan seorang komposer yang sangat produktif. Ia terlibat aktif dalam penulisan lirik dan aransemen banyak lagu hits God Bless yang memiliki pesan sosial mendalam.

Kemampuannya dalam meramu harmoni membuat lagu-lagu God Bless memiliki struktur yang kompleks namun tetap enak didengar oleh masyarakat luas. Dedikasinya terhadap kualitas musik menjadikan setiap karya yang ia sentuh memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

Kini, meskipun sang legenda telah tiada, warisan karyanya akan tetap abadi dalam sejarah musik Indonesia. Selamat jalan Donny Fattah, dentuman bassmu akan selalu bergema di hati para pecinta musik rock tanah air.