Geely dan WeRide Siap Produksi Massal 2.000 Robotaxi Otonom
Uptodai.com - Produksi massal robotaxi otonom kini memasuki babak baru setelah raksasa otomotif Geely resmi menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi WeRide. Kedua perusahaan ini sepakat untuk mempercepat komersialisasi kendaraan tanpa awak dalam skala besar di pasar global. Target ambisius pun telah ditetapkan, yakni mengirimkan sedikitnya 2.000 unit robotaxi pada tahun 2026 mendatang.
Langkah besar ini menandai pergeseran industri dari tahap pengujian menuju implementasi nyata di jalan raya secara masif. Kerja sama ini memanfaatkan keunggulan manufaktur Geely dan keahlian perangkat lunak otonom milik WeRide. Melalui sinergi tersebut, mereka optimistis dapat memimpin pasar transportasi masa depan yang lebih efisien dan aman.
Spesifikasi Robotaxi GXR yang Berbasis Minivan Listrik
Kendaraan yang menjadi ujung tombak dalam proyek ini adalah model GXR, sebuah robotaxi yang dirancang khusus untuk mobilitas perkotaan. Dasar pengembangan GXR menggunakan platform minivan listrik Farizon SV yang berasal dari divisi kendaraan komersial milik Geely. Dengan panjang mencapai 5.018 mm, kendaraan ini menawarkan ruang kabin yang luas dan nyaman bagi para penumpang.
Geely membekali GXR dengan arsitektur kelistrikan modern yang mampu menopang kebutuhan daya sistem otonom yang sangat besar. Selain aspek kenyamanan, rancang bangun mobil ini sangat memperhatikan integrasi sensor agar tidak mengganggu estetika kendaraan. Desain futuristiknya mencerminkan identitas sebagai kendaraan cerdas yang siap beroperasi di kota-kota metropolitan dunia.
Dapur pacu komputasi pada robotaxi ini tidak main-main karena menggunakan chip berkinerja tinggi dengan kemampuan hingga 2.000 TOPS. Kekuatan pemrosesan data ini memungkinkan kendaraan mengolah informasi dari puluhan sensor secara real-time tanpa hambatan. Hal ini sangat krusial untuk menjamin keselamatan penumpang saat mobil bermanuver di tengah lalu lintas yang padat.
Teknologi Otonom Gen8 dan Sensor Canggih
Sistem kemudi otomatis pada GXR mengadopsi teknologi otonom Gen8 terbaru yang dikembangkan secara mandiri oleh WeRide. Inovasi ini membawa peningkatan signifikan pada sektor LiDAR dengan resolusi point-cloud yang 17 kali lebih tajam dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini memungkinkan sistem untuk memetakan kondisi lingkungan sekitar dengan detail yang sangat presisi.
Salah satu keunggulan utama dari teknologi mobil otonom terbaru ini adalah kemampuan deteksi objek hingga jarak 600 meter. Jarak pantauan tersebut jauh melampaui standar industri saat ini yang biasanya hanya berkisar antara 200 hingga 300 meter saja. Dengan jangkauan pandang yang lebih jauh, sistem memiliki waktu reaksi 70 persen lebih banyak untuk mengantisipasi potensi bahaya.
Selain itu, penggunaan chassis drive-by-wire pada GXR memungkinkan proses perakitan kendaraan menjadi jauh lebih efisien. Teknologi ini memangkas waktu produksi satu unit kendaraan dari semula satu jam menjadi kurang dari 10 menit. Efisiensi manufaktur inilah yang menjadi kunci utama bagi Geely dan WeRide untuk mengejar target produksi massal dalam waktu singkat.
Ekspansi Global dan Target Jangka Panjang WeRide
WeRide yang didirikan oleh mantan ilmuwan Baidu, Tony Han, pada tahun 2017, kini telah menjelma menjadi pemain kunci di industri global. Hingga awal tahun 2026, perusahaan ini tercatat telah mengoperasikan sebanyak 1.023 unit armada otonom di berbagai belahan dunia. Kehadiran mereka tidak hanya terbatas di China, tetapi juga merambah ke Uni Emirat Arab hingga Arab Saudi.
Perusahaan terus memperluas jangkauan operasionalnya dengan melakukan pengujian intensif di 11 negara berbeda untuk menyesuaikan algoritma dengan karakter jalan lokal. Keberhasilan pengoperasian secara komersial di Timur Tengah membuktikan bahwa teknologi mereka mampu beradaptasi dengan kondisi iklim ekstrem. Hal ini memperkuat posisi WeRide sebagai penyedia solusi mobilitas otonom lintas negara.
Dalam rencana jangka panjang, WeRide memproyeksikan total armada globalnya akan menembus angka 2.600 unit pada akhir tahun ini. Ambisi mereka tidak berhenti di situ, karena target selanjutnya adalah mengoperasikan puluhan ribu kendaraan otonom pada tahun 2030. Kolaborasi dengan produsen besar seperti Geely dan Yutong Group menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan revolusi transportasi tanpa pengemudi tersebut.