Uptodai.com - Tantangan Messi Gusti di Film Pelangi di Mars menjadi sorotan utama setelah sang aktris cilik menceritakan pengalamannya mengenakan kostum astronot yang sangat berat. Film ini mengusung konsep ambisius dengan menggabungkan elemen animasi dan live-action melalui teknologi canggih. Sutradara Upie Guava menggunakan pendekatan visual yang unik sehingga menuntut para aktor untuk beradaptasi dengan lingkungan syuting yang tidak biasa.

Messi Gusti yang memerankan karakter Pelangi mengaku bahwa mengenakan kostum astronot merupakan beban fisik terbesar selama proses produksi. Kostum tersebut dirancang sangat detail agar terlihat autentik di layar lebar, namun memiliki konsekuensi pada ruang gerak pemainnya. Ia harus tetap tampil prima meskipun pakaian yang ia kenakan terasa sangat kaku dan membatasi mobilitas tubuhnya.

Kostum Astronot yang Terasa Seperti Armor Besi

Selama proses pengambilan gambar menggunakan teknologi Extended Reality (XR), Messi harus mengenakan satu set lengkap baju astronot. Ia menjelaskan bahwa pakaian tersebut memiliki tekstur yang tebal dan lapisan yang menyerupai pelindung tubuh yang sangat solid. Kondisi ini membuat setiap gerakan koreografi yang diarahkan oleh sutradara menjadi jauh lebih sulit untuk dieksekusi.

Messi mengungkapkan bahwa untuk sekadar mengangkat tangan saja, ia membutuhkan usaha yang luar biasa besar karena hambatan dari kostum tersebut. Ia merasa seolah-olah sedang mengenakan baju zirah atau armor yang sangat berat di sekujur tubuhnya. Hal ini menjadi tantangan fisik yang nyata bagi Messi yang masih berusia sangat muda di tengah jadwal syuting yang padat.

Untuk menyiasati kendala tersebut, Messi secara rutin melakukan senam dan latihan fisik ringan sebelum masuk ke set syuting. Latihan ini bertujuan agar tubuhnya tetap fleksibel dan tidak kaku saat harus bergerak di dalam kostum astronot yang tebal. Upaya ini membuahkan hasil karena seiring berjalannya waktu, ia mulai terbiasa dengan beban pakaian tersebut.

Perjuangan Melawan Hawa Panas di Lokasi Syuting

Selain masalah fleksibilitas, suhu udara di dalam kostum juga menjadi persoalan tersendiri bagi Messi Gusti. Ketebalan bahan kostum astronot membuat sirkulasi udara menjadi sangat terbatas sehingga ia sering merasa kepanasan. Kondisi ini menuntut kru produksi untuk selalu sigap membantu Messi menjaga kenyamanan fisiknya selama berada di depan kamera.

Ia menceritakan bahwa dirinya harus sangat sering mengganti kaos dalaman karena basah oleh keringat selama proses syuting berlangsung. Meskipun harus menghadapi ketidaknyamanan tersebut, Messi tetap menunjukkan profesionalisme tinggi agar karakter Pelangi dapat tersampaikan dengan baik. Dedikasi ini ia lakukan demi hasil visual yang maksimal dalam proyek film bergenre sci-fi keluarga ini.

Vanya Rivani dan Tantangan Imajinasi di Atas Tebing

Berbeda dengan Messi, Vanya Rivani yang memerankan tokoh robot bernama Kimchi justru merasa proses syuting ini sangat menyenangkan. Ia bahkan menyebut pengalaman selama produksi film Pelangi di Mars seperti menjalani gaya hidup sehat karena banyaknya aktivitas fisik. Vanya tidak merasa terbebani dengan kostum, namun ia menghadapi tantangan yang berbeda dalam hal teknis akting.

Salah satu momen yang paling menguras tenaga adalah saat ia harus melakukan adegan di atas tebing yang cukup tinggi. Dalam adegan tersebut, para pemain dituntut untuk memiliki daya imajinasi yang sangat kuat agar reaksi mereka terlihat natural. Mereka harus membayangkan jurang yang dalam meskipun di lokasi syuting sebenarnya terdapat alat pengaman seperti jerami dan matras.

Vanya mengaku sempat mengalami luka memar atau biru-biru di beberapa bagian tubuhnya akibat adegan fisik yang cukup intens. Ia bahkan harus menggunakan koyo untuk meredakan rasa pegal dan nyeri otot setelah menyelesaikan jadwal pengambilan gambar. Namun, rasa lelah tersebut terbayar dengan keseruan suasana di lokasi syuting bersama rekan-rekan aktor lainnya.

Daftar Pemain dan Sinopsis Singkat Pelangi di Mars

Film Pelangi di Mars tidak hanya menampilkan talenta muda seperti Messi Gusti dan Vanya Rivani, tetapi juga melibatkan deretan aktor papan atas. Nama-nama besar seperti Rio Dewanto, Lutesha, dan Gilang Dirga turut memperkuat jajaran pemain dalam film ini. Selain itu, hadir pula komedian dan konten kreator berbakat seperti Kristo Immanuel, Bimo Kusumo, serta Dimitri.

Secara garis besar, film ini mengisahkan petualangan imajinatif yang melibatkan persahabatan dan keberanian di lingkungan yang futuristik. Penggunaan teknologi XR dan perpaduan animasi menjadikan film ini salah satu karya yang sangat dinantikan oleh pencinta sinema tanah air. Penonton akan diajak menjelajahi visual Mars yang memukau melalui mata karakter Pelangi dan teman-temannya.