Pemerintah Korea Selidiki Praktik Percaloan Tiket Konser BTS
Uptodai.com - Praktik percaloan tiket konser BTS kini tengah menjadi sorotan tajam otoritas keamanan dan pemerintah Korea Selatan. Langkah tegas ini diambil menyusul temuan ribuan unggahan ilegal yang menawarkan tiket pertunjukan grup K-Pop fenomenal tersebut di berbagai platform daring secara tidak resmi.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas perdagangan tiket di pasar gelap. Fenomena ini telah berkembang menjadi isu sosial yang meresahkan masyarakat di Negeri Gingseng tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah dari antusiasme penggemar.
Berdasarkan hasil pemantauan intensif, tim otoritas menemukan setidaknya 1.868 unggahan yang terindikasi melakukan penjualan tiket secara ilegal. Angka tersebut mencakup berbagai penawaran tiket konser BTS yang muncul berulang kali di berbagai situs jual beli. Padahal, penyelenggara telah menetapkan kebijakan ketat berupa satu tiket untuk satu orang demi menjaga keadilan akses bagi seluruh penggemar.
Otoritas Seoul Tindak Tegas Penjualan Tiket Ilegal BTS
Kementerian terkait telah meminta National Police Agency untuk segera mendalami empat kasus spesifik yang melibatkan ratusan tiket mencurigakan. Para oknum penjual diduga menggunakan modus operandi dengan memborong tiket untuk sesi pertunjukan yang sama. Setelah berhasil menguasai stok, mereka menjualnya kembali dengan harga yang melonjak berkali-kali lipat dari harga asli.
Pemerintah Korea Selatan juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak tergiur membeli tiket dari tangan kedua. Otoritas menegaskan bahwa pembeli tiket hasil calo kemungkinan besar akan ditolak saat mencoba memasuki lokasi konser. Hal ini dikarenakan panitia menerapkan sistem verifikasi identitas yang sangat ketat di pintu masuk Gwanghwamun Square.
Penyelenggara acara mengingatkan bahwa bertransaksi dengan calo sangat berisiko menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi penggemar. Selain harga yang tidak masuk akal, potensi penipuan tiket palsu juga meningkat drastis menjelang hari pelaksanaan. Pemerintah memprediksi tren negatif ini akan terus berlanjut seiring dengan rencana pembukaan kuota tiket tambahan dalam waktu dekat.
Investigasi Pemerintah Korea Selatan Terhadap Penggunaan Macro
Selain menyasar individu, investigasi pemerintah Korea Selatan juga membidik penggunaan program otomatis atau “macro” dalam pembelian tiket. Program ilegal ini memungkinkan calo untuk memesan tiket dalam jumlah besar dalam hitungan detik, mengalahkan pembeli manual. Pemerintah meminta operator platform dan vendor tiket untuk segera menghapus unggahan yang melanggar kebijakan tersebut.
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Chae Hwi-young, menyatakan bahwa percaloan telah merusak ekosistem industri pertunjukan nasional. Ia menilai praktik ini sangat mencederai semangat budaya populer yang seharusnya dapat dinikmati secara adil oleh semua kalangan. Chae menegaskan bahwa distribusi tiket yang sehat adalah kunci keberlanjutan industri kreatif Korea.
“Scalping atau percaloan mengganggu distribusi tiket yang sehat di pasar pertunjukan dan mengeksploitasi kecintaan penggemar terhadap budaya populer,” ujar Chae Hwi-young saat memberikan keterangan resmi kepada media setempat. Pemerintah berjanji akan terus memperkuat regulasi agar kejadian serupa tidak terulang pada acara-acara besar lainnya di masa depan.
Sebagai informasi tambahan, BTS dijadwalkan akan merilis album penuh kelima mereka yang bertajuk “ARIRANG” pada 20 Maret 2026 mendatang. Sehari setelah peluncuran album, grup ini akan menggelar acara “BTS Comeback Live: ARIRANG” di Gwanghwamun Square, Seoul. Acara tersebut rencananya akan digelar secara gratis, namun tetap memerlukan tiket masuk resmi untuk mengatur kepadatan penonton di lokasi.