Uptodai.com - Hasil final Swiss Open 2026 membawa kabar kurang menggembirakan dari sektor tunggal putri Indonesia yang berlaga di Basel. Putri Kusuma Wardani harus puas menempati podium kedua setelah gagal mengatasi perlawanan sengit wakil Thailand, Supanida Katethong.

Berlaga di St. Jakobshalle pada Minggu malam waktu setempat, Putri KW menyerah melalui permainan dua gim langsung. Pertandingan yang berlangsung selama 40 menit tersebut berakhir dengan skor cukup mencolok, yakni 11-21 dan 15-21.

Kekalahan ini membuat ambisi Indonesia untuk membawa pulang gelar juara dari sektor tunggal putri harus tertunda. Supanida Katethong yang tampil sangat dominan sejak awal laga membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pemain papan atas Asia saat ini.

Jalannya Pertandingan Putri KW di Final Swiss Open 2026

Putri sebenarnya memulai laga dengan cukup menjanjikan setelah sempat unggul tipis 3-1 pada awal gim pertama. Namun, momentum positif tersebut seketika hilang saat Supanida mulai menemukan ritme permainannya yang agresif.

Pemain asal Thailand itu berhasil meraup 10 poin beruntun yang membuat skor berbalik dengan sangat cepat menjadi 11-3. Putri KW tampak kesulitan keluar dari tekanan hebat yang diberikan oleh lawan sejak sebelum interval pertama berakhir.

Dominasi Supanida terus berlanjut hingga skor menyentuh angka 5-16 untuk keunggulan telak pihak Thailand. Tanpa banyak hambatan berarti, Supanida akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor meyakinkan 21-11 atas wakil Indonesia.

Tekanan Mental dan Strategi Lawan yang Menyulitkan

Memasuki gim kedua, kondisi tidak banyak berubah bagi tunggal putri andalan Indonesia yang akrab disapa Putri KW ini. Ia sempat tertinggal 0-4 pada awal gim sebelum akhirnya perlahan mencoba mengejar ketertinggalan poin demi poin.

Perjuangan keras Putri sempat membuahkan hasil saat ia mampu menempel ketat perolehan skor hingga angka 12-13. Sayangnya, peraih medali emas SEA Games 2025 tersebut kembali mempercepat tempo permainan yang membuat Putri kembali kewalahan.

Putri mengakui bahwa dirinya merasa berada di bawah tekanan besar sepanjang pertandingan final tersebut berlangsung. Ia merasa tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya akibat strategi lawan yang sangat efektif dalam membatasi pergerakannya di lapangan.

Evaluasi dan Target Pengembangan Diri Putri KW

Kekalahan ini menambah catatan minor Putri KW saat berhadapan dengan Supanida Katethong menjadi 1-2 dalam tiga pertemuan terakhir. Sebelumnya, Putri juga harus mengakui keunggulan lawan yang sama pada partai puncak SEA Games 2025 silam.

Meski merasa kecewa, Putri tetap mensyukuri pencapaiannya sebagai runner up di turnamen level Super 300 ini. Ia menganggap pengalaman bertanding di All England dan Swiss Open sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan level permainannya.

Putri menyadari bahwa dirinya masih perlu meningkatkan kekuatan fisik serta ketajaman teknik pukulan di atas lapangan. Selain itu, aspek non-teknis seperti fokus dan ketenangan saat berada dalam situasi tertekan menjadi catatan utama evaluasinya ke depan.

Hasil Lengkap Wakil Indonesia di Swiss Open 2026

Selain Putri KW, Indonesia juga menaruh harapan besar pada tunggal putra Alwi Farhan yang turut bertanding di partai final. Alwi dijadwalkan berhadapan dengan wakil Jepang, Yushi Tanaka, untuk memperebutkan gelar juara di Basel.

Perjalanan para pebulu tangkis tanah air di kancah Eropa selama dua pekan terakhir diharapkan menjadi modal positif. Evaluasi menyeluruh dari tim pelatih tentu akan dilakukan guna memperbaiki performa atlet di level internasional yang lebih tinggi.

Dukungan dari para penggemar bulu tangkis di tanah air tetap mengalir deras bagi Putri KW meski gagal meraih gelar juara. Keberhasilannya menembus babak final menunjukkan bahwa progres tunggal putri Indonesia mulai menunjukkan arah yang positif di tahun 2026 ini.