Uptodai.com - Langkah dominan Arsenal singkirkan Leverkusen di Liga Champions setelah meraih kemenangan meyakinkan pada laga leg kedua babak 16 besar. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Emirates pada Rabu (18/3/2026) malam, tim asuhan Mikel Arteta sukses mengunci tiket perempat final dengan skor akhir 2-0. Hasil ini membuat Meriam London unggul agregat 3-1 setelah sebelumnya tertahan imbang di markas lawan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan untuk membongkar pertahanan rapat wakil Jerman tersebut. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh Bukayo Saka dan kawan-kawan guna mencari celah di lini belakang Leverkusen. Namun, kiper tim tamu, Janis Blaswich, tampil luar biasa dengan mementahkan sejumlah peluang emas yang tercipta di 30 menit awal pertandingan.

Gol Spektakuler Eberechi Eze Pecah Kebuntuan

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37 melalui aksi individu yang memukau dari gelandang serang andalan mereka, Eberechi Eze. Pemain berbakat ini melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau oleh Blaswich. Gol tersebut menjadi catatan sejarah pribadi bagi Eze karena merupakan gol pertamanya di panggung tertinggi kompetisi antarklub Eropa.

Stadion Emirates bergemuruh menyambut gol pembuka yang sekaligus meruntuhkan mental bertanding anak asuh Xabi Alonso. Leverkusen mencoba memberikan respons cepat melalui skema serangan balik, namun lini pertahanan Arsenal yang dikomandoi William Saliba tampil sangat disiplin. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, memberikan keunggulan psikologis bagi tim tuan rumah.

Dominasi Total The Gunners di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Arsenal sama sekali tidak menurun meskipun sudah unggul satu gol. Declan Rice menunjukkan kelasnya sebagai jenderal lapangan tengah dengan memutus setiap aliran bola yang coba dibangun oleh pemain Leverkusen. Dominasi lini tengah ini membuat tim tamu kesulitan untuk sekadar melewati garis tengah lapangan.

Gol kedua yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta saat pertandingan memasuki satu jam durasi permainan. Berawal dari kerja sama apik di sisi sayap, Declan Rice merangsek masuk ke kotak penalti dan melepaskan tendangan mendatar yang akurat. Bola meluncur deras ke pojok gawang, menggandakan keunggulan Arsenal menjadi 2-0 sekaligus memperlebar jarak agregat.

Leverkusen yang sebelumnya dikenal memiliki pertahanan kokoh tampak kehilangan arah setelah kebobolan gol kedua tersebut. Upaya mereka untuk mengejar ketertinggalan selalu kandas sebelum mencapai area penalti Arsenal yang dijaga ketat oleh David Raya. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor tetap tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah.

Menjawab Kritik dan Menatap Perempat Final

Kemenangan ini menjadi pembuktian bagi Mikel Arteta yang belakangan ini kerap mendapat kritik terkait gaya bermain timnya. Beberapa pengamat menilai Arsenal bermain terlalu pragmatis dan kurang menunjukkan estetika permainan yang biasanya mereka miliki. Namun, performa solid saat menghadapi Leverkusen membuktikan bahwa efektivitas jauh lebih penting dalam fase gugur turnamen besar.

Keberhasilan melaju ke fase delapan besar ini juga menjaga asa Arsenal untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah. Para pemain kini tampak lebih matang secara mental dalam menghadapi tekanan di kompetisi Eropa. Keseimbangan antara lini serang yang tajam dan pertahanan yang kokoh menjadi modal utama mereka di babak selanjutnya.

Berdasarkan hasil undian, Arsenal dijadwalkan akan menghadapi wakil Portugal, Sporting CP, pada babak perempat final mendatang. Laga tersebut diprediksi akan menjadi tantangan berat lainnya mengingat performa impresif Sporting di liga domestik maupun Eropa. Kendati demikian, dengan performa yang sedang menanjak, The Gunners tetap menjadi salah satu tim yang paling diwaspadai musim ini.