Denada Bantah Buang Ressa: Ungkap Alasan Titipkan Anak ke Kerabat
Uptodai.com - Denada bantah buang Ressa setelah putranya tersebut melayangkan gugatan ke pengadilan atas dugaan penelantaran yang terjadi sejak lahir pada tahun 2002. Penyanyi yang dikenal lewat lagu “Mutha Futha” ini memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan persepsi publik yang mulai berkembang liar. Ia menekankan bahwa keberadaannya dalam kehidupan Ressa tidak pernah benar-benar terputus meskipun secara fisik mereka tidak tinggal dalam satu rumah.
Gugatan hukum yang diajukan oleh Ressa bermula dari perasaan dirinya yang merasa dibuang oleh ibu kandungnya sendiri sejak dua dekade silam. Namun, Denada dengan emosional menepis klaim tersebut dan menyatakan bahwa dirinya selalu berupaya menjaga serta mempertahankan sang anak. Baginya, kehadiran Ressa bukanlah sebuah kesalahan yang harus ditutupi atau disingkirkan dari perjalanan hidupnya sebagai seorang ibu.
Denada menegaskan bahwa ia telah melewati perjuangan panjang untuk melahirkan dan memastikan keselamatan Ressa sejak bayi. Ia merasa tuduhan membuang anak sangat tidak berdasar karena setiap tindakan yang diambil selalu mempertimbangkan masa depan sang putra. Klarifikasi ini ia sampaikan guna menjawab keraguan publik terkait hubungan darah yang kini tengah memanas di meja hijau.
Alasan Denada Menitipkan Ressa ke Kerabat di Banyuwangi
Penyanyi senior ini menjelaskan bahwa keputusan untuk menitipkan Ressa kepada kerabat dekatnya di Banyuwangi, yaitu Dino dan Ratih, didasari oleh pertimbangan yang sangat matang. Saat itu, Denada merasa khawatir dengan statusnya yang belum menikah akan berdampak buruk pada psikologis dan tumbuh kembang sang putra. Ia tidak ingin Ressa kecil mendapatkan stigma negatif atau perundungan dari lingkungan sosial yang belum tentu bisa menerima kondisinya.
Keluarga Om Dino dan Tante Ratih dipilih karena pasangan tersebut memang sudah lama mendambakan kehadiran seorang anak laki-laki dalam keluarga mereka. Denada menganggap lingkungan di Banyuwangi sangat ideal karena Ressa bisa mendapatkan kasih sayang dari sosok bapak dan ibu secara lengkap. Langkah ini ia ambil demi memberikan stabilitas emosional bagi Ressa yang mungkin sulit didapatkan jika terus bersamanya di Jakarta saat itu.
Denada percaya bahwa tumbuh di lingkungan keluarga yang utuh akan memberikan dampak positif bagi karakter Ressa di masa depan. Ia melihat peluang tersebut sebagai solusi terbaik agar putranya tetap mendapatkan figur orang tua yang ideal tanpa harus merasa kekurangan kasih sayang. Keputusan tersebut diklaim sebagai bentuk pengorbanan seorang ibu yang ingin anaknya tumbuh dalam lingkungan yang lebih stabil.
Perlindungan dari Perundungan dan Stigma Sosial
Ketakutan akan perundungan menjadi faktor utama mengapa Denada bantah buang Ressa dan justru memilih menjauhkannya dari sorotan publik ibu kota. Ia membayangkan Ressa akan tumbuh lebih aman di bawah perlindungan keluarga besar yang sangat dihormati di wilayah Banyuwangi. Dengan menempatkan Ressa di sana, ia berharap identitas putranya tidak akan menjadi bahan cemoohan atau diskriminasi dari orang-orang sekitar.
Denada juga menambahkan bahwa semua orang di lingkungan tersebut sangat menghormati sosok ibundanya atau Eyang dari Ressa, sehingga keamanan sang anak lebih terjamin. Status sosial keluarga yang terpandang di wilayah itu diharapkan menjadi benteng pelindung bagi Ressa dari segala bentuk tekanan sosial. Hal inilah yang membuat Denada merasa yakin bahwa pilihannya saat itu adalah yang paling tepat untuk melindungi mental sang anak.
Meskipun kini langkah tersebut justru berujung pada gugatan hukum, Denada tetap bersikukuh bahwa tindakannya bukanlah bentuk pembuangan atau penelantaran. Ia merasa telah memberikan yang terbaik dengan cara menempatkan Ressa di lingkungan yang paling aman dan penuh kasih sayang. Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan sementara publik menanti titik temu antara ibu dan anak yang tengah berselisih ini.