Uptodai.com - Sejumlah masjid garapan Waskita Karya kini telah bersiap menyambut ribuan jemaah yang akan melaksanakan ibadah salat Idulfitri dengan fasilitas yang lebih modern dan nyaman. Perseroan memastikan infrastruktur rumah ibadah tersebut berada dalam kondisi prima demi mendukung kekhusyukan umat Muslim di hari kemenangan. Kapasitas total dari rumah ibadah ini bahkan mampu menampung hingga ratusan ribu orang sekaligus.

Beberapa mahakarya konstruksi yang menjadi sorotan meliputi Masjid Istiqlal di Jakarta, Baiturrahman di Aceh, dan Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo. Selain itu, terdapat pula Masjid Baiturrahman di Semarang serta Masjid Al-Akbar di Surabaya yang juga telah rampung dikerjakan. Seluruh bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga menjadi ikon arsitektur di daerah masing-masing.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa pembangunan dan renovasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata BUMN dalam menyediakan fasilitas publik. Pihaknya berkomitmen memberikan hasil terbaik mengingat Waskita telah memiliki pengalaman lebih dari 65 tahun di industri konstruksi nasional. Keamanan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap detail pengerjaan bangunan.

Kapasitas Besar dan Sentuhan Sejarah yang Kental

Total kapasitas dari kelima masjid garapan Waskita Karya tersebut mencapai angka yang fantastis, yakni hingga 200.000 jemaah. Angka ini menunjukkan betapa masifnya skala proyek yang ditangani oleh perusahaan konstruksi pelat merah ini. Ermy menegaskan bahwa pengerjaan proyek tidak hanya mengejar aspek fisik, tetapi juga menjaga nilai historis bangunan.

Waskita Karya berupaya menyelaraskan desain baru tanpa harus menghilangkan identitas asli dari bangunan bersejarah yang ada. Langkah ini sangat terlihat pada renovasi Masjid Baiturrahman di Aceh yang memiliki latar belakang sejarah sangat panjang sejak tahun 1612. Arsitektur masjid tertua ini kini tampil memukau dengan gaya yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah.

Masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut kini dilengkapi dengan 12 payung raksasa yang memberikan suasana teduh di area pelataran. Kehadiran pohon kurma di sekeliling halaman semakin memperkuat kesan religius dan kemiripan dengan suasana di Arab Saudi. Kini, lokasi tersebut menjadi destinasi wisata religi utama yang selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Modernisasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang

Sentuhan modernitas juga hadir di Jawa Tengah melalui renovasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang terletak tepat di pusat kota. Waskita Karya berhasil mentransformasi bangunan yang diresmikan sejak 1974 ini menjadi lebih megah tanpa mengubah struktur aslinya. Desain tradisional Jawa dengan struktur limasan tetap dipertahankan sebagai ciri khas lokal.

Perseroan menambahkan elemen estetika berupa kolam air yang berfungsi memberikan suasana sejuk bagi para jemaah yang datang. Penambahan ini terbukti efektif membuat area masjid terasa lebih asri di tengah padatnya aktivitas Kota Semarang. Inovasi ini membuat jemaah merasa lebih betah saat melaksanakan ibadah rutin maupun salat Idulfitri nanti.

Proses renovasi masjid ini diselesaikan dalam waktu singkat, yakni hanya 11 bulan saja. Kecepatan pengerjaan ini berkat implementasi teknologi Building Automation System (BAS) yang sangat canggih. Sistem ini mengintegrasikan tata udara, pencahayaan khusus, hingga kontrol mekanikal dan elektrikal secara otomatis dan efisien.

Teknologi Canggih untuk Kenyamanan Ibadah

Penerapan teknologi BAS pada masjid garapan Waskita Karya membuktikan bahwa perusahaan mampu menggabungkan nilai spiritual dengan kemajuan digital. Sistem tersebut memastikan seluruh perangkat pendukung di dalam masjid dapat beroperasi secara optimal selama prosesi ibadah berlangsung. Hal ini meminimalisir gangguan teknis yang mungkin terjadi saat jemaah membeludak.

Waskita Karya merasa bangga bisa terlibat dalam pembangunan kawasan cagar budaya yang menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah tersebut. Kehadiran infrastruktur yang mumpuni diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah terbaik bagi masyarakat luas. Dengan fasilitas yang lengkap, masjid-masjid ini siap menjadi pusat peradaban dan kegiatan positif selama bulan Ramadan dan Lebaran.

Selain di Semarang dan Aceh, Masjid Sheikh Zayed di Solo juga menjadi magnet baru bagi umat Muslim di Indonesia. Masjid yang merupakan hibah dari Uni Emirat Arab ini dibangun dengan standar internasional dan kualitas material premium. Persiapan matang di seluruh lokasi ini memastikan bahwa salat Idulfitri tahun ini akan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.