Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Raih Podium Pertama Indonesia di Moto3
Uptodai.com - Sejarah Veda Ega Pratama Moto3 resmi tercipta setelah sang pembalap muda berbakat asal Indonesia berhasil mengamankan podium ketiga di ajang Grand Prix. Keberhasilan ini menjadikannya pembalap pertama dari Tanah Air yang mampu menembus posisi tiga besar dalam kategori Moto3 yang sangat kompetitif. Prestasi membanggakan ini diraih Veda dalam balapan yang berlangsung dramatis pada Senin, 23 Maret 2026.
Tampil membela Honda Team Asia, Veda menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang jalannya balapan. Ia harus berjuang keras menghadapi para pembalap kelas dunia lainnya untuk memastikan posisi di tangga podium. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi balap motor internasional.
Aksi Heroik dari Posisi Start Kesepuluh
Veda Ega Pratama mengawali balapan dari posisi ke-10 di grid start. Meskipun memulai dari barisan tengah, pembalap kelahiran Gunungkidul ini tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun. Ia langsung tancap gas sejak lampu hijau menyala dan berhasil merangsek naik dua posisi ke urutan kedelapan pada lap pembuka.
Sementara itu, persaingan di barisan depan didominasi oleh Maximo Quiles dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team. Pembalap asal Spanyol tersebut melesat kencang sejak awal balapan untuk menciptakan jarak aman dari para rivalnya. Quiles terus dibayangi oleh rekan setimnya, Marco Morelli, yang menempel ketat di posisi kedua.
Veda terus menjaga ritme balapnya dengan sangat tenang namun agresif saat melihat celah. Ia perlahan tapi pasti memperbaiki posisinya di setiap putaran. Ketangguhan mental Veda mulai terlihat jelas ketika balapan menyisakan beberapa putaran terakhir yang sangat menentukan.
Duel Sengit di Lap Terakhir
Ketika balapan menyisakan dua lap saja, Veda sudah berhasil menduduki posisi keempat. Ia mulai memberikan tekanan hebat kepada Alvaro Carpe dari tim Red Bull KTM Ajo yang berada tepat di depannya. Penonton di lintasan maupun di tanah air dibuat tegang oleh aksi saling salip yang terjadi di barisan depan.
Pada lap terakhir, Marco Morelli sempat melancarkan serangan terakhir untuk merebut posisi pertama dari Quiles. Namun, Quiles mampu menangkis serangan tersebut dengan pertahanan yang sangat solid hingga menyentuh garis finis. Di saat yang hampir bersamaan, Veda Ega melakukan manuver brilian untuk menyalip Alvaro Carpe.
Aksi salip tersebut memastikan Veda finis di posisi ketiga dan mengunci podium bersejarah bagi Indonesia. Sorak sorai tim Honda Team Asia pecah saat melihat pembalap mudanya melintasi garis finis. Veda langsung merayakan keberhasilan ini dengan melakukan aksi wheelie di sepanjang lintasan sebagai bentuk kegembiraan.
Sikap Toleransi di Atas Podium
Momen mengharukan tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga saat upacara penyerahan trofi berlangsung. Veda Ega Pratama menunjukkan sikap yang sangat santun dan memegang teguh prinsipnya sebagai seorang muslim. Saat momen perayaan sampanye dimulai, Veda memilih untuk menepi sejenak dan menghindari semprotan minuman tersebut.
Maximo Quiles dan Marco Morelli menunjukkan sportivitas serta toleransi yang tinggi dengan menghormati keputusan Veda. Mereka saling menyemprotkan sampanye satu sama lain tanpa melibatkan pembalap Indonesia tersebut. Sikap saling menghargai antar pembalap ini mendapat pujian luas dari para penggemar balap motor dunia.
Setelah sesi sampanye berakhir, Veda kembali bergabung dengan kedua rivalnya untuk melakukan sesi foto bersama. Uniknya, saat melakukan toast atau bersulang, Veda lebih memilih menggunakan minuman berenergi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi lebih banyak pembalap Indonesia untuk berprestasi di kancah dunia.