Uptodai.com - Bus jemaah Umrah terbakar di Madinah saat sedang dalam perjalanan menuju kota suci tersebut pada Jumat malam waktu setempat. Insiden yang mengejutkan ini melibatkan puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang tengah menjalankan ibadah di tanah suci.

Beruntung, meski kobaran api menghanguskan seluruh badan kendaraan, semua penumpang dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa luka fisik. Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk memastikan perlindungan bagi para korban.

Kronologi Kebakaran Bus Jemaah Umrah di Madinah

Kejadian bermula ketika bus yang membawa 24 jemaah tersebut berada sekitar 20 menit lagi dari pusat Kota Madinah. Para jemaah sebenarnya sudah menaruh curiga karena mencium aroma kopling yang terbakar dari arah mesin kendaraan.

Meskipun jemaah telah memberikan peringatan sebanyak dua kali, sopir bus berkebangsaan Mesir itu tetap meyakinkan bahwa kondisi kendaraan aman. Namun, tak lama berselang, suara letusan ban terdengar sangat keras hingga memaksa sopir segera menepikan kendaraan ke bahu jalan.

Seluruh penumpang langsung diminta turun sesaat sebelum api mulai membesar dan melahap bagian interior bus dengan cepat. Alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di dalam armada tersebut ternyata tidak mampu meredam amukan si jago merah yang kian beringas.

Kondisi Jemaah dan Penyelamatan Dokumen Penting

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam peristiwa ini. Bahkan, dokumen-dokumen penting seperti paspor milik seluruh jemaah berhasil diselamatkan sebelum api menghanguskan bagasi.

“Seluruh jemaah dalam kondisi selamat dan tidak terdapat korban luka fisik,” ungkap Yusron dalam keterangan resminya kepada media. Kendati demikian, ia mengakui adanya trauma ringan yang dialami oleh sejumlah anak-anak yang ikut dalam rombongan perjalanan tersebut.

Sekitar 30 menit setelah kejadian, pihak penyelenggara Umrah segera mengirimkan bus pengganti untuk mengevakuasi para jemaah. Saat ini, seluruh rombongan sudah berada di Hotel Manazel Al Sadiq, Madinah, untuk melanjutkan rangkaian ibadah mereka dengan tenang.

Langkah Perlindungan WNI oleh Kemlu dan KJRI Jeddah

KJRI Jeddah terus mengawal kasus ini dan menduga kuat adanya masalah teknis pada sistem kendaraan sebagai penyebab utama kebakaran. Pihak berwenang juga memastikan tidak ada indikasi sopir mengemudi secara ugal-ugalan saat insiden maut itu mengancam.

Selain memberikan pendampingan psikologis, tim konsuler juga akan memperjuangkan hak-hak jemaah terkait kemungkinan kompensasi dari perusahaan transportasi. Hal ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan jemaah hingga jadwal kepulangan mereka ke tanah air pada 31 Maret 2026.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi agen travel Umrah untuk lebih selektif dalam memilih mitra transportasi di Arab Saudi. Kondisi cuaca yang ekstrem dan jarak tempuh yang jauh menuntut perawatan armada yang ekstra ketat demi menjamin keselamatan jemaah Umrah Indonesia.

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memantau perkembangan kondisi jemaah. Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi setiap warga negara yang menghadapi situasi darurat selama berada di luar negeri.