Uptodai.com - Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Eropa Timur kembali mencuat setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, dilaporkan mengadakan pertemuan rahasia dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, di kediaman pribadinya di Florida. Fokus utama dari diskusi tersebut adalah memfinalisasi rencana damai Zelenskiy Trump, sebuah proposal 20 poin yang diharapkan menjadi peta jalan menuju gencatan senjata permanen.

Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat ini dilakukan di tengah eskalasi serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke berbagai kota di Ukraina. Kehadiran Zelenskiy di Florida, yang dikonfirmasi melalui unggahan Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Serhiy Kyslytsya di platform X, menunjukkan keseriusan Kyiv mencari dukungan politik tingkat tinggi di Washington.

Delegasi Ukraina berupaya meyakinkan Trump mengenai urgensi proposal damai ini, terutama mengingat Trump berpotensi kembali menduduki Gedung Putih. Namun, proses perundingan tersebut diprediksi akan penuh tantangan, mengingat sikap keras dari Moskow yang menuntut konsesi teritorial signifikan.

Inti Pembicaraan: Rencana Damai Zelenskiy Trump 20 Poin

Zelenskiy mengungkapkan kepada para jurnalis bahwa dalam pertemuan tertutup di kediaman Trump, ia berencana membahas nasib wilayah Donbas di Ukraina timur yang masih diperebutkan. Selain itu, isu masa depan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang kini dikuasai Rusia juga menjadi agenda krusial yang dibahas.

Presiden Ukraina membawa serta draf rencana perdamaian 20 poin yang ia sebut sebagai “dokumen dasar untuk mengakhiri perang.” Ia optimistis terhadap kerangka kerja baru ini, bahkan mengklaim bahwa rencana tersebut telah rampung hingga 90% pada Jumat lalu.

Namun, isu paling sensitif yang menghambat kemajuan adalah konsesi wilayah, sebuah poin yang masih belum menemukan titik temu antara Kyiv dan Moskow. Zelenskiy berharap dukungan dari tokoh berpengaruh seperti Trump dapat memberikan dorongan signifikan dalam proses negosiasi yang stagnan ini.

Tantangan Krusial: Nasib Wilayah Donbas yang Diperebutkan

Jelang pertemuan Zelenskiy dan Trump, Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Kyiv dan sejumlah wilayah lain, menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pemanas. Zelenskiy menilai aksi Moskow ini sebagai sinyal keras yang menunjukkan keengganan Rusia terhadap proses perdamaian yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Penguasaan wilayah Donbas di Ukraina Timur sejauh ini menjadi titik paling krusial dalam setiap upaya perundingan. Diketahui, Rusia telah menguasai sekitar 75% wilayah Donetsk dan hampir 99% wilayah Luhansk, yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas.

Rusia bersikukuh agar Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas, termasuk area yang masih dikuasai Kyiv. Sikap ini jelas memunculkan keraguan besar apakah Presiden Rusia Vladimir Putin akan menerima hasil perundingan apapun yang berasal dari pertemuan antara Trump dan Zelenskiy.

Meskipun demikian, Zelenskiy menyatakan bahwa opsi zona ekonomi bebas bisa dipertimbangkan dalam pembicaraan mengenai wilayah Donbas. Opsi ini mungkin menjadi celah kompromi, meski tetap tidak mengurangi tuntutan Kyiv atas kedaulatan teritorialnya secara keseluruhan.

Sikap Trump dan Keraguan Moskow

Donald Trump, dalam wawancara terpisah dengan Politico, memberikan pernyataan yang menggarisbawahi posisinya sebagai mediator potensial. Ia menegaskan bahwa Zelenskiy “Tidak memiliki apapun sampai saya menyetujuinya,” sebuah kalimat yang menunjukkan kendali yang ia harapkan dalam proses perdamaian.

Trump menambahkan bahwa ia berharap dapat meninjau draf terbaru dari rencana perdamaian tersebut. Ia menyatakan keyakinan bahwa ia bisa menjalin komunikasi yang baik dengan kedua belah pihak. “Saya pikir ini akan berjalan baik dengan dia (Zelenskiy). Saya juga pikir ini akan berjalan baik dengan (Vladimir) Putin,” kata Trump.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Trump melihat dirinya sebagai kunci untuk membuka jalan buntu diplomatik, meskipun tantangan konsesi wilayah masih menjadi batu sandungan terbesar. Keberhasilan rencana damai Zelenskiy Trump pada akhirnya akan sangat bergantung pada kesediaan Moskow untuk berkompromi mengenai batas-batas teritorial yang telah mereka rebut.